Zona pendudukan Prancis di Jerman (bahasa Jerman: Französische Besatzungszone; bahasa Prancis: Zone d'occupation française en Allemagne), juga dikenal sebagai Zona Prancis atau zona Barat Daya, merupakan salah satu dari empat zona pendudukan yang didirikan oleh Sekutu Perang Dunia II di Jerman barat daya setelah penyerahan tanpa syarat Jerman pada Mei 1945 dan berakhirnya Perang Dunia II di Eropa.[1]
Zona ini dikelola oleh pemerintahan militer Prancis (Gouvernement Militaire de la Zone Française d'Occupation) dan secara resmi berakhir pada pembentukan Republik Federal Jerman (Jerman Barat) pada 23 Mei 1949, setelah bergabung ke dalam Trizone (bersama zona Amerika dan Britania).[2] Prancis memiliki pendekatan unik dibandingkan zona Barat lainnya, dengan fokus pada pemisahan wilayah tertentu (seperti Saar) dan reformasi politik yang lebih ketat untuk mencegah kebangkitan Jerman.[3]
Wilayah
Zona pendudukan Prancis mencakup wilayah barat daya Jerman, dengan luas sekitar 40.000–50.000 km² dan populasi signifikan di daerah perbatasan Prancis.[4] Wilayah utama meliputi:
Saarland (awalnya dikelola terpisah sebagai Protektorat Saar di bawah kendali ekonomi Prancis hingga 1957)
Distrik tertentu seperti Pfalz dan Lindau (dari Bavaria)
Pusat administrasi berada di Baden-Baden. Zona ini berbatasan langsung dengan Prancis, sehingga memungkinkan pengaruh budaya dan ekonomi yang kuat.[5]
Sejarah
Pembentukan
Zona Prancis dibentuk setelah Konferensi Yalta (Februari 1945) dan dikonfirmasi dalam Perjanjian Potsdam (Agustus 1945), meskipun Prancis tidak ikut dalam pertemuan awal "Big Three". Prancis mendapat zona berkat dukungan Winston Churchill dan inisiatif Charles de Gaulle untuk memulihkan prestise nasional.[6] Pasukan Prancis menduduki wilayah ini sejak akhir Mei 1945.
Reformasi sosial dan pendidikan dengan pengaruh Prancis (termasuk pendekatan kolonial dalam beberapa aspek)[7]
Prancis awalnya menolak bergabung dengan Bizone (Amerika-Britania), tetapi bergabung menjadi Trizone pada 1948–1949 karena tekanan Perang Dingin.[8]
Transisi ke negara berdaulat
Pada 23 Mei 1949, zona Prancis bergabung ke Republik Federal Jerman. Pendudukan resmi berakhir pada 1955 dengan Konvensi Bonn-Paris, dan Saar kembali ke Jerman pada 1957 setelah referendum.[9]
Dampak
Zona Prancis mengalami pendekatan yang lebih keras awalnya, termasuk ekstraksi reparasi dan kontrol ekonomi Saar.[10]
Pengaruh budaya Prancis kuat di wilayah barat daya, termasuk dalam pendidikan dan kesehatan masyarakat.[11]
Zona ini disebut "zona yang terlupakan" karena kurangnya perhatian dibandingkan zona lain, tetapi meletakkan dasar rekonsiliasi Franco-Jerman pasca-perang.[12]