Terkadang dikenal sebagai Jingjiang (Hanzi:京江; Romanisasi pos Tiongkok: Kingkiang) atau Jingkou (Hanzi:京口; Romanisasi pos Tiongkok: Kingkow), Zhenjiang sekarang adalah penghubung transportasi berpengaruh karena letaknya berada di dekat pertemuan Sungai Yangtze dan Kanal Besar.
Sejarah
Zhenjiang berada di domain feodal dari abad ke-8 SM, yang pertama kali dikenal sebagai Yi dan kemudian sebagai Zhufang dan Guyang. Setelah tempat tersebut dikuasai oleh Qin Shi Huang, kaisar Tiongkok pertama, pada 221 SM, tempat tersebut menjadi sebuah county dan diberi nama Dantu. Tempat tersebut menjadi tempat dari divisi administratif tinggi pada pertengahan abad ke-3 SM. Dikuasai oleh dinasti Sui pada 581 Masehi, tempat tersebut dijadikan garis pertahanan di tepi Sungai Yangtze, sesuai dengan namanya yang artinya "Garis Pertahanan Sungai". Pada 595, tempat tersebut menjadi sebuah county penuh atau jun (郡).
Pada sekitar 1300, sebuah sensus melaporankan bahwa beberapa Kristen Nestorian tinggal di Zhenjiang.
Dari 1928 sampai 1949, pada masa rezim Nasionalis (Guomindang) Chiang Kai-shek, Zhenjiang dijadikan ibu kota Provinsi Jiangsu, sementara Nanjing (ibu kota Jiangsu saat ini) dijadikan ibu kota Tiongkok.
Zhenjiang tetap menjadi salah satu pelabuhan tersibuk di Tiongkok untuk perdagangan domestik, bertugas sebagai penghubung perdagangan antara utara provinsi Jiangsu dan Anhui, serta Shanghai.
Budaya dan foklor
Kuil JinshanAtap Kuil LongchangBuruh kuli di Zhenjiang, sekitar 1900
Orang-orang pribumi Zhenjiang berbicara dengan dialek Dataran Rendah Yangtze (Jianghua) bahasa Mandarin.
Zhenjiang telah dihubungkan oleh kereta api sejak 1906, saat terselesaikannya pembangunan Jalur Kereta Api Nanjing-Shanghai.[1]
Udara
Zhenjiang tidak memiliki bandar udara komersial, meskipun terdapat sebuah pangkalan udara militer, Bandar Udara Zhenjiang Dalu (镇江大路机场), yang akan dibuka untuk penerbangan antar wilayah pada masa depan. Pusat kota Zhenjiang berjarak 62km (39mi) dari Bandar Udara Changzhou Benniu, sekitar sejam berkendara (80km) dari Bandar Udara Internasional Nanjing Lukou melalui Jalan Tol Provinsi Nanjing 243, dan sekitar dua jam (143km) berkendara dari Bandar Udara Internasional Sunan Shuofang. Fasilitas check-in untuk Bandar Udara Lukou tersedia di Stasiun Bus Zhenjiang yang baru (镇江汽车新站).[2]
Pearl S. Buck (1892–1973), penulis The Good Earth dan novel lainnya tentang Tiongkok yang memenangkan penghargaan Nobel, tinggal di Zhenjiang dengan orangtua misionarisnya sampai usia 18 tahun.
Li Lanqing (kelahiran 1932), mantan wakil perdana menteri Tiongkok.
Si Guo 思果 (nama aslinya Tsai Zhuotang 蔡濯堂 1918-2004), nama Inggrisnya Frederick Tsai, penulis esay & penerjemah yang berasal dari Zhenjiang. Ia datang ke Hong Kong pada akhir 1940an bekerja sebagai seorang penyunting di berbagai organisasi, termasuk majalah mingguan Katolik Kung Kao Po dan edisi Tiongkok dari Reader's Digest. Sebagai seorang Katolik yang taat, ia menjabat sebagai Profesor Tiongkok di Senimari Jiwa Kudus. Setelah bermigrasi ke Amerika Serikat pada 1971. Karya-karya terkenalnya meliputi Kan Hua Ji [看花集] (1976), Lin Ju Bi Hua [林居筆話] (1979) dan Xiang Gang Zhi Qiuo[香港之秋] (1980).