Awal mula
Amancio Ortega membuka gerai pertama Zara pada tahun 1975 di A Coruña, Galicia, Spanyol. Ortega awalnya memakai nama Zorba, sesuai nama film klasik Zorba the Greek, tetapi setelah tahu bahwa ada bar dengan nama yang sama di dekatnya, ia pun mengubah nama gerainya menjadi "Zara".[8][9] Gerai tersebut menjual produk yang mirip dengan produk kelas atas yang sedang populer, tetapi dengan harga yang lebih murah. Ortega kemudian membuka sejumlah gerai baru di seantero Spanyol. Selama dekade 1980-an, Ortega mengubah proses perancangan, produksi, dan distribusinya agar dapat bereaksi lebih cepat terhadap tren baru, yang ia sebut sebagai "mode instan". Perubahan tersebut juga meliputi penggunaan teknologi informasi dan penggunaan sekelompok perancang, bukannya perorangan
Ekspansi
Pada tahun 1985, Amancio Ortega mendirikan sebuah perusahaan induk untuk Zara, sebelum berekspansi secara global. Pada tahun 1988, perusahaan ini resmi berekspansi ke Porto, Portugal.[10] Pada tahun 1989, Zara berekspansi ke Amerika Serikat, dan setahun kemudian berekspansi ke Prancis.[11] Selama dekade 1990-an, Zara berekspansi ke Meksiko (1992),[12] Yunani, Belgia, dan Swedia (1993). Pada awal dekade 2000-an, Zara berekspansi ke Brazil (2000); Jepang dan Singapura (2002); Rusia dan Malaysia (2003),[13][14][15] Tiongkok,[16] Maroko,[17] Estonia,[18] Hungaria,[19] dan Romania (2004);[20] Filipina,[14] Kosta Rika,[21] dan Indonesia (2005);[22] Korea Selatan (2008);[23] India (2010);[24] Taiwan, Afrika Selatan, dan Australia (2011),[25][26] serta Peru (2012).[27]
Pada bulan September 2010, Zara meluncurkan butik daring di Spanyol, Britania Raya, Portugal, Italia, Jerman, dan Prancis.[28] Pada bulan November 2010, Zara Online berekspansi ke Austria, Irlandia, Belanda, Belgia, dan Luxembourg.[29] Butik daring Zara juga mulai beroperasi di Amerika Serikat pada tahun 2011,[30] di Rusia dan Kanada pada tahun 2013,[31][32][33] di Meksiko pada tahun 2014,[34] di Korea Selatan pada tahun 2014,[35][36] di Romania pada tahun 2016,[37] di India pada tahun 2017, di Brazil pada tahun 2019, dan di Peru pada tahun 2020.[38]
Pada tahun 2014, Zara memperkenalkan penggunaan teknologi RFID di gerainya. Chip RFID diletakkan di label yang dilepas dari produknya setelah dibayar, dan chip tersebut dapat digunakan kembali. Chip tersebut memungkinkan perusahaan ini untuk mengetahui lokasi produknya dengan cepat, dengan mendeteksi sinyal radio dari chip RFID tersebut. Saat produk tersebut terjual, gudang juga akan mendapat notifikasi bahwa stok dari produk tersebut dapat segera dikeluarkan dari gudang. Produk yang tidak ada di rak juga dapat ditemukan dengan mudah menggunakan RFID.[39]
Pada tahun 2015, Zara menempati peringkat ke-30 dalam daftar merek global terbaik di dunia yang disusun oleh Interbrand.[40]
Pada tahun 2019, Zara mengubah logonya.[41] Logo tersebut dirancang oleh Baron & Baron asal Prancis.[42]
Pada tahun 2019, Global Fashion Business Journal menyatakan bahwa walaupun perdagangan tekstil dunia turun sebesar 2,38%, Zara tetap dapat tumbuh sebesar 2,17%.[43]
Pada tahun 2019, CEO Zara menyatakan bahwa mereka sedang menunggu turunnya harga sewa gerai, agar dapat melanjutkan ekspansinya. Zara pun berencana menutup sejumlah gerainya di Eropa pada tahun 2020.[44]