Zano adalah mata uang kripto sumber terbuka dan ekosistem rantai blok yang berfokus pada privasi. Proyek ini dirancang untuk menyediakan infrastruktur bagi transaksi yang bersifat rahasia, serta menjadi dasar pengembangan aset privat dan aplikasi terdesentralisasi (decentralized applications, dApps).[1]
Zano mengintegrasikan teknologi kriptografi yang bertujuan meningkatkan kerahasiaan data pengguna dan transaksi, sekaligus mempertahankan sifat terdesentralisasi dari jaringan rantai blok. Selain berfungsi sebagai mata uang kripto, Zano dikembangkan sebagai platform yang mendukung berbagai penggunaan dalam ekosistem berbasis privasi.[2]
Sejarah
Antara tahun 2012 hingga 2014, Andrey Sabelnikov bersama individu dengan nama samaran Nicolas van Saberhagen mengembangkan CryptoNote, yang juga dikenal melalui implementasi awalnya sebagai Bitcoin. CryptoNote merupakan salah satu protokol mata uang kripto berorientasi privasi pertama dan kemudian menjadi dasar bagi berbagai proyek kripto lainnya, termasuk Zano, Monero, MobileCoin, dan Safex Cash.[3][4][5][6][7][8]
Setelah peluncuran Bitcoin, Sabelnikov meninggalkan proyek tersebut dan memusatkan perhatiannya pada pengembangan lebih lanjut dari protokol CryptoNote. Pada tahun 2014, ia meluncurkan Boolberry, sebuah mata uang kripto yang berfungsi sebagai eksperimen lanjutan untuk menguji dan menyempurnakan konsep teknis CryptoNote.[9] Pengalaman yang diperoleh dari pengembangan Boolberry kemudian menjadi dasar bagi dimulainya proyek baru pada tahun 2015, yang kelak berkembang menjadi Zano.
Dalam pengembangannya, Zano memperkenalkan penyempurnaan pada lapisan konsensus dengan mengubah pendekatan dari proof-of-work (PoW) murni menjadi model hibridaproof-of-work/proof-of-stake (PoW/PoS).[10][11] Pada tahun 2018, Andrey Sabelnikov bekerja sama dengan Pavel Nikienkov untuk secara resmi mendirikan proyek Zano. Jaringan utama (mainnet) Zano diluncurkan pada pertengahan tahun 2019.[12][13][14]
Pada Maret 2024, Zano menerapkan hard fork bernama Zarcanum pada ketinggian blok 2.555.000.[15] Pembaruan ini memperkenalkan fitur Aset Rahasia (Confidential Assets), yang memungkinkan pembuatan token privat di atas rantai blok Zano. Dengan perubahan ini, Zano bertransformasi dari rantai blok dengan satu aset menjadi ekosistem terdesentralisasi multi-aset.[16][17][18][19]
Hard fork Zarcanum juga menghadirkan mekanisme konsensus proof-of-stake (PoS) yang dirancang untuk menjaga kerahasiaan jumlah koin yang dipertaruhkan. Mekanisme ini menyembunyikan nilai transaksi dan jumlah aset yang digunakan dalam proses staking, sehingga mempertahankan fokus Zano pada privasi tingkat protokol.[20]
Ringkasan
Zano menggunakan mekanisme konsensus hibrida yang menggabungkan Proof of Work (PoW) dan Proof of Stake (PoS) untuk mencapai tingkat keamanan dan desentralisasi yang tinggi. PoW berperan dalam menjaga integritas jaringan melalui penambangan berbasis GPU, sementara bukti kepemilikan memberikan insentif ekonomi yang mendorong keterlibatan pemegang koin dalam pengamanan jaringan. Pendekatan hibrida ini membantu mengurangi risiko serangan, termasuk masalah “nothing at stake”, serta meningkatkan ketahanan rantai blok dengan membuat serangan menjadi lebih mahal dan kompleks.[9][10]
Seluruh transaksi di jaringan Zano bersifat pribadi secara standar. Privasi dicapai melalui penggunaan tanda tangan cincin d/v-CLSAG dan alamat tersembunyi, yang menyamarkan identitas pengirim dan penerima. Selain itu, informasi seperti jumlah transaksi, saldo akun, jenis aset, dan riwayat transaksi tidak dapat dilacak oleh pihak ketiga. Data transaksi yang tersimpan di rantai blok hanya dapat diakses oleh pihak yang memiliki otorisasi, tanpa adanya publikasi data pribadi secara terbuka.[9][10]
Untuk menyembunyikan jumlah koin yang ditransfer, Zano memanfaatkan teknologi Bulletproofs+, yaitu skema kriptografi efisien yang memungkinkan verifikasi transaksi tanpa mengungkapkan nilai sebenarnya. Teknologi ini memastikan bahwa input dan output transaksi valid, baik dari sisi jumlah maupun jenis aset, tanpa mengorbankan privasi.[17][19]
Selain itu, Zano mengembangkan perluasan dari skema Transaksi Rahasia Ring yang mendukung Aset Rahasia (Confidential Assets). Fitur ini memungkinkan transfer berbagai jenis aset dalam satu transaksi sambil tetap menyembunyikan jumlah dan jenis aset yang terlibat. Dengan demikian, pengamat eksternal tidak dapat membedakan apakah suatu transaksi melibatkan koin asli Zano atau token privat lainnya.[20]