Pada Februari 2010 Zahrain keluar dari Partai Keadilan Rakyat dan menyatakan diri sebagai wakil rakyat yang bebas (independen). Hal itu ia lakukan karena kekecewaan dan hilangnya kepercayaan kepada kepemimpinan Ketua Menteri Pulau Pinang yang juga pimpinan Partai Aksi Demokratis (DAP), Lim Guan Eng.[2]
Pria keturunan Minangkabau Penang, Malaysia ini[1] merupakan pimpinan Partai Keadilan Rakyat (PKR) wilayah Penang,[3] dan juga menjabat sebagai Presiden Asosiasi Sepak bola Penang.