Kehidupan
Yoyok lulus Akademi Militer pada 1994. Sejumlah penugasan yang pernah dijalaninya antara lain yakni Danton Mer Rai Q Yon Arhanudse-6 (1994), Danton Turbak Rai Q Yon Arhanudse-6 (1997), Perwira Seksi Operasi Rai Q Yon Arhanudse-6 (1998), Komandan Baterai Q Yon Arhanudse-6 (2000), Perwira Seksi Intel Yon Arhanudse-6 (2001), Perwira Operasi Detasemen Intel Kodam Jaya Jakarta (2001), Komandan Koramil 03 Tanjung Priok, Jakarta Utara (2002), dan Komandan Satgas Badan Intelijen Negara (BIN) wilayah Jayawijaya, Papua (2004). Saat menjabat sebagai Danramil 03 Tanjung Priok, Yoyok merupakan Danramil termuda di Indonesia.
Pada 2006, Yoyok Riyo memutuskan untuk pensiun dini dan mengakhiri kariernya di militer. Ia memilih fokus untuk membesarkan usaha garmen yang sudah dirintisnya. Pilihannya untuk pensiun merupakan pertaruhan besar dalam kariernya. Namun Yoyok memilih mengikuti kata hatinya yang tak rela membiarkan ratusan karyawannya menganggur. Selama periode 2006-2012, ia menjabat sebagai Direktur Utama PT Smile Papua dan PT Papua Maju Sejahtera. Selama menjadi pengusaha, usaha garmen yang ditekuninya maju pesat hingga memiliki 60 toko di Papua dan Batang.
Pada saat pilkada Kabupaten Batang 2012, Yoyok awalnya maju sebagai calon independen, didukung oleh kelompok masyarakat, petani dan pegiat LSM. Pada detik-detik menjelang pendaftaran ke KPUD, partai-partai politik menyatakan dukungannya, sehingga secara resmi pasangan Yoyok-Soetadi tercatat sebagai pasangan yang didukung oleh Partai Golongan Karya, Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Partai Demokrat, dan sejumlah partai nonparlemen di Batang.