Yoshirō Mori (森 喜朗, Mori Yoshirō; lahir 14 Juli 1937) adalah seorang politikus dan Perdana Menteri Jepang yang ke-85 dan ke-86, serta menduduki jabatan dari tanggal 5 April 2000 sampai 26 April 2001. Dia banyak dikenal dengan istilah "berhati kutu dan berotak ikan hiu", merupakan tokoh yang tidak begitu populer di kalangan masyarakat karena ucapan dan langkah tindakannya yang salah dan menyimpang.
Perdana Menteri
Saat sedang berseteru dengan Presiden Partai Demokrat LiberalIchirō Ozawa, Perdana Menteri Keizo Obuchi mengidap strok dan pendarahan otak pada 2 April 2000 dan tidak bisa bertugas sebagai perdana menteri. Kabinet Jepang kemudian menyelenggarakan rapat paripurna dan memutuskan untuk membubarkan kabinet secara sendiri. Mori yang saat itu menjabat sebagai sekretaris jenderal partai diangkat menjadi presiden secara aklamasi dan dengan suara LDP, Komeito, dan Partai Konservatif Baru (yang terdiri dari anggota yang meninggalkan LDP saat masa Ozawa pada 3 April) dijadikan sebagai perdana menteri. Mori menyatakan bahwa ia akan mempertahankan menteri dari kabinet Obuchi.[1]
Penyimpangan politik
Mori kerap melakukan penyimpangan politik dan ucapan yang tidak diplomatis. Dia banyak dikenal dengan istilah "berhati kutu dan berotak ikan hiu" jauh sebelum menjadi perdana menteri.[1][2]
Pada pemakaman Obuchi, Mori tidak bertepuk tangan dan membungkuk dengan benar di depan kuil Obuchi, sebuah bagian penting dari ritual pemakaman tradisional Jepang. Para pemimpin dunia lain yang hadir di pemakaman tersebut, termasuk Presiden AS saat itu, Bill Clinton, melakukan ritual tersebut dengan benar.
Saat pemilu pada Juni 2000, ketika Mori ditanya mengenai liputan koran yang menyatakan bahwa hampir 50% pemilih masih belum menentukan pilihan mereka, Mori menjawab bahwa mereka "tidur saja untuk hari itu".[3]
Pada Februari 2001, kapal selam nuklir Amerika Serikat USS Greeneville tidak secara sengaja menabrak dan menenggelamkan kapal nelayan Ehime Maru saat Greenville melakukan latihan permukaan darurat pada 9 Februari 2001, menyebabkan 9 siswa dan guru meninggal. Saat mendengar berita tersebut, Mori malah lanjut bermain golf, membuatnya dikritik karena dianggap tidak peka terhadap politik.[4]
Saat menghadiri KTT G8 ke-26 pada tahun 2000, saat hendak melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Amerika SerikatBill Clinton, Mori yang tidak begitu bisa bahasa Inggris seharusnya menyapa "How are you". Tapi, ia malah salah ucap menjadi "Who are you". Clinton menjawab "Saya suami Hillary" dan Mori menjawab "Saya juga", menyebabkan keduanya menjadi tercanggung. Snopes.com melaporkan bahwa ini jelas merupakan rekayasa/lelucon berkualitas rendah dan bahwa cerita yang sama telah diceritakan tentang Kim Young-sam beberapa bulan sebelumnya.[5]