Yoo Sang-chul (bahasa Korea:유상철code: ko is deprecated ; 18 Oktober 1971–7 Juni 2021) adalah seorang pelatih dan pemain sepak bola asal Korea Selatan. Yoo dianggap sebagai salah satu gelandang terbaik Korea Selatan sepanjang masa. Dia terpilih sebagai gelandang Tim All-Star Piala Dunia FIFA 2002 dan K League 30th Anniversary Best XI.[1][2]
Karier klub
Pada tahun 1994, Yoo bergabung dengan klub K League, Ulsan Hyundai Horang-i,[3] dan langsung terpilih masuk K League Best XI sebagai bek pada musim pertamanya. Pada 1996, dia turut mengantarkan Ulsan meraih gelar juara K League.[4] Dua tahun kemudian, pada 1998, Yoo meraih gelar top skor K League setelah mencetak 14 gol dalam 20 pertandingan,[5] serta kembali masuk Best XI, kali ini sebagai gelandang.[3]
Usai Piala Dunia FIFA 1998, Yoo sempat mendapatkan tawaran untuk menjalani trial bersama Barcelona.[6][7] Namun, kesalahpahaman terkait mekanisme kerja agen dalam sepak bola Eropa membuat kesempatan tersebut gagal terwujud.[8] Selain itu, Ulsan juga telah lebih dulu menyepakati kesepakatan kontraktual untuk menjual Yoo ke Yokohama F. Marinos.[9]
Pada tahun 2001, Yoo sempat bergabung dengan Kashiwa Reysol, di mana dia tampil dalam 33 pertandingan dan mencetak 14 gol.[10] Setelah tampil impresif di Piala Dunia FIFA 2002, banyak klub besar Eropa menunjukkan minat kepadanya, dan dia bahkan nyaris menandatangani kontrak dengan Tottenham Hotspur hingga sempat berpamitan dengan Kashiwa. Namun, negosiasi tersebut akhirnya menemui jalan buntu.[8] Tanpa klub, Yoo kembali ke Ulsan setelah batas waktu pendaftaran pemain dan mendapatkan dispensasi khusus untuk dapat bermain.[8] Dengan hanya menyisakan delapan pertandingan di musim 2002, dia mencetak sembilan gol dan membantu Ulsan bangkit dari papan tengah hingga bersaing dalam perebutan gelar, sebelum akhirnya finis di posisi kedua. Pada musim itu, dia kembali masuk Best XI sebagai penyerang setelah menjadi pencetak gol terbanyak ketiga di liga.[3][8] Yoo pun mencatatkan rekor unik sebagai salah satu dari hanya dua pemain dalam sejarah K League yang pernah masuk Best XI di ketiga posisi lapangan non-kiper.[11]
Kembali memperkuat Yokohama, Yoo berhasil menjuarai J.League pada tahun 2003 dan 2004, sebelum pulang ke Ulsan dan meraih satu gelar liga tambahan pada 2005.[4] Setelah keberhasilan tersebut, cedera kronis pada lutut kirinya memaksanya mengakhiri karier sebagai pemain sepak bola profesional.[11][12]
Karier internasional
Yoo mencetak dua gol untuk tim nasional Korea Selatan di ajang Piala Dunia FIFA, masing-masing pada edisi 1998 saat menghadapi Belgia dan pada Piala Dunia FIFA 2002 ketika melawan Polandia.[13][14] Dia memainkan peran kunci dalam perjalanan tim nasional Korea Selatan hingga mencapai babak semifinal Piala Dunia FIFA 2002, serta terpilih masuk dalam tim all-star turnamen tersebut.[11]
Selain itu, Yoo juga menjadi bagian dari tim nasional Korea Selatan U-23 pada Olimpiade Musim Panas 2004.[15] Korea Selatan finis sebagai runner-up Grup A dan berhasil melaju ke babak selanjutnya, sebelum akhirnya tersingkir oleh Paraguay, yang kemudian meraih medali perak.[16]
Karier kepelatihan
Yoo memulai karier kepelatihannya pada tahun 2009 sebagai pelatih tim sepak bola sekolah menengah di Chuncheon Machinery Technical High School.[8]
Pada 17 Juli 2011, Yoo ditunjuk sebagai pelatih kepala Daejeon Citizen.[17] Penunjukan ini tergolong berat karena klub baru saja diterpa skandal pengaturan skor yang menyebabkan hampir setengah skuadnya hengkang sebelum dia mulai bekerja.[8] Selain itu, pada tahun 2012 sistem degradasi diperkenalkan, sehingga Daejeon berada dalam ancaman turun divisi.[8][18] Meski menjalani musim yang sulit,[19] Daejeon Citizen berhasil menghindari degradasi pada musim 2012.[20] Namun, setelah kontraknya berakhir di akhir musim tersebut, negosiasi perpanjangan kontrak tidak mencapai kesepakatan dan manajemen menunjuk pelatih lain, sebuah keputusan yang menuai kontroversi di kalangan suporter.[21][22][23]
Pada Januari 2014, Yoo ditunjuk sebagai pelatih tim sepak bola Universitas Ulsan, tim afiliasi dari Ulsan Hyundai, klub tempat dia menghabiskan seluruh kariernya di K League sebagai pemain.[24] Dia menangani tim universitas tersebut hingga Desember 2017, sebelum kemudian ditunjuk sebagai pelatih Jeonnam Dragons.[25]
Di bawah kepemimpinan Yoo, Jeonnam Dragons berupaya melakukan regenerasi skuad dengan mengandalkan pemain muda. Namun, tim mengalami kesulitan mencetak gol dan, meski Yoo telah meminta tambahan penyerang, klub gagal merekrut pemain yang sesuai. Masa jabatannya berakhir pada 16 Agustus 2018 setelah dia mengundurkan diri, dengan catatan hanya tiga kemenangan dan posisi tim yang terpuruk di klasemen K League 1 musim 2018.[26] Jeonnam Dragons akhirnya terdegradasi pada akhir musim tersebut.[27]
Pada 14 Mei 2019, Yoo ditunjuk sebagai pelatih kepala Incheon United.[27] Saat itu, Incheon United berada di dasar klasemen K League 1 2019 dengan hanya mengoleksi enam poin dari sebelas pertandingan.[27] Pada Oktober 2019, ketika masih menangani Incheon, Yoo didiagnosis menderita kanker pankreas stadium empat. Meski demikian, ia tetap melanjutkan tugasnya sebagai pelatih dan berhasil membantu klub bertahan dari degradasi, sebelum akhirnya mengundurkan diri pada Januari 2020. Setelah pengunduran dirinya, dia dianugerahi jabatan pelatih kehormatan. Pada Juni 2020, saat Incheon United kembali mencari pelatih kepala, Yoo mengajukan diri untuk kembali menangani tim, namun permintaannya ditolak karena kondisi kesehatannya yang tidak memungkinkan.[5]
Meninggal
Pada 21 November 2019, Yoo didiagnosis menderita kanker pankreas stadium 4, yang membuatnya harus dirawat di rumah sakit.[28] Yoo meninggal pada 7 Juni 2021 di Seoul pada usia 49 tahun.[29]
Statistik karier
Klub
Penampilan dan gol berdasarkan klub, musim, dan kompetisi