Janji Yesus diberikan kepada seluruh kelompok murid (kata ini bersifat jamak),[3] selaras dengan janji dalam Matius 16:19; Matius 18:18.[4] Kuasa para murid untuk mengampuni dosa-dosa dihubungkan dengan karunia Roh dalam Yohanes 20:22, dan bukan dalah kuasa manusia.[3] Kata untuk diampuni dan tetap ada berada dalam bentuk pasif, menyiratkan bahwa Allah adalah pihak yang bertindak.[3]
Dengan pernyataan dalam ayat tersebut, Yesus menyatakan bahwa dalam komunitas mesianik-Nya ("Perjanjian Baru"), para pengikut-Nya ("Umat Kristen") sekarang memegang kunci untuk keanggotaan, berseberangan dengan otoritas yang dipegang oleh kepemimpinan Yahudi (diwakili oleh Sanhedrin dan Farisi pada masa itu) untuk menerima atau menolak penerimaan di sinagoge-siangoge ("perjanjian lama").[5]
↑Köstenberger, Andreas J. (2004). John. Baker Exegetical Commentary on the New Testament. Vol.Volume 4 (Edisi illustrated). Baker Academic. hlm.576. ISBN9780801026447.