YodelPenyanyi yodel dengan pakaian tradisional Swiss (1922)
Yodel (bahasa Jerman:Jodelncode: de is deprecated ) adalah suatu bentuk nyanyian yang melibatkan perubahan tinggi nada yang cepat dan berulang antara suara dada yang rendah dengan falseto yang tinggi. Yodel telah lama menjadi tradisi pedesaan di kawasan Pegunungan Alpen di Eropa, dan mulai menjadi terkenal pada dasawarsa 1830-an. Di Indonesia teknik Yodel ini mirip dengan kesenian Beluk dari masyarakat Sunda, seringkali di tampilkan dalam tembang Sunda.[1]
Latar belakang
Para sejarawan sepakat bahwa teknik ini digunakan di kawasan Alpen Tengah sebagai suatu bentuk komunikasi antar kampung di kawasan bergunung-gunung. Catatan sejarah terawal mengenai nyanyian ini berasal dari tahun 1545, yang menggambarkan nyanyian ini sebagai "panggilan seorang penggembala sapi dari Appenzell".[2][3]
Nyanyian yodel masih menjadi bagian dari musik rakyat (Volksmusik) di Swiss, Austria, dan Jerman selatan (termasuk juga imigran Amish di Amerika Serikat), dan mereka masih melestarikan tradisi tersebut sehingga kini.[4]
Plantenga, Bart (2004). Yodel-Ay-Ee-Oooo: The secret history of yodeling around the world. New York, NY: Routledge. ISBN0-415-93990-9.–from Switzerland to the avant-garde, an exhaustive survey of the field.