Yingluck Shinawatra (bahasa Thai:ยิ่งลักษณ์ ชินวัตรcode: th is deprecated , RTGS: Yinglak Chinnawat, pengucapan[jîŋ.lák tɕʰīn.nā.wát]; lahir 21 Juni 1967) sering dipanggil Pu (bahasa Thai:ปูcode: th is deprecated , pengucapan[pūː], "kepiting"),[1] adalah seorang pebisnis wanita, politikus, anggota Partai Pheu Thai, dan menjabat sebagai Perdana Menteri Thailand ke-28 setelah memenangkan pemilihan umum 2011. Yingluck adalah perdana menteri perempuan pertama yang memerintah Thailand, dan juga merupakan salah satu perdana menteri termuda Thailand selama 60 tahun tahun terakhir.[2][3]
Pada bulan Mei 2011, Partai Pheu Thai, yang tetap menjalin hubungan dekat dengan Thaksin, mencalonkan Yingluck sebagai kandidat perdana menteri dalam pemilihan umum 2011.[6][7] Pheu Thai menggalakkan kampanye dengan slogan "Thaksin Berpikir, Pheu Thai Melakukannya". Dalam kampanyenya, Yingluck menyerukan keinginannya untuk melaksanakan rekonsiliasi nasional, pemberantasan kemiskinan, dan pengurangan pajak penghasilan perusahaan, meskipun program-programnya ini dicemooh oleh Partai Demokrat. Partai Pheu Thai berhasil menang telak dengan perolehan suara 47%, meraih 265 dari 500 kursi di Parlemen Thailand.[8]
Saat berlangsungnya krisis politik pada bulan Mei 2014, Mahkamah Konstitusi Thailand mencopot Yingluck dari jabatannya sebagai perdana menteri atas dakwaan penyalahgunaan kekuasaan.[9] Dalam pembacaan vonis, hakim pemimpin sidang mengatakan bahwa Yingluck sudah menyalahgunakan wewenangnya dengan memindahkan kepala dewan keamanan nasional, Thawil Pliensri ke jabatan lain pada 2011 hal tersebut dilakukan agar Priewpan Damapong, kerabat Yingluck Shinawatra bisa menduduki jabatan ini.[10]Niwatthumrong Boonsongpaisan untuk sementara ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas Perdana Menteri.