Komentari mengenai Kitab Yesaya tulisan Bernhard Duhm tahun 1892 pertama kali mengidentifikasi ada 4 nyanyian (atau sajak) tentang HambaYahweh yang Menderita (bahasa Inggris:suffering servant of YHWHcode: en is deprecated ) di antara pasal 42 sampai 53 Kitab Yesaya. Allah memanggil hamba-Nya ini untuk memimpin bangsa-bangsa, tetapi dia disiksa dengan kejam. Hamba ini mengorbankan dirinya, menerima hukuman yang seharusnya untuk orang lain, dan akhirnya, dia diberi pahala. Keempat bagian itu adalah:
Gulungan Besar Kitab Yesaya (the Great Isaiah Scroll'), yang berisikan Kitab Yesaya lengkap, ditemukan dalam gua Qumran dekat Laut Mati dan menurut analisis radioaktif berasal dari abad ke-2 SM, memuat lengkap pasal ini.
"TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku."[6]
Ayat 5
Maka sekarang firman TUHAN, yang membentuk aku sejak dari kandungan untuk menjadi hamba-Nya, untuk mengembalikan Yakub kepada-Nya, dan supaya Israel dikumpulkan kepada-Nya--maka aku dipermuliakan di mata TUHAN, dan Allahku menjadi kekuatanku --,firman-Nya:[7]
Nubuat ini melukiskan dua aspek penting dalam misi Yesus:
(1) Membawa Israel kembali kepada Allah, yaitu orang-orang Yahudi yang bertobat di gereja Perjanjian Baru dan pada zaman sekarang, dan juga kaum sisa Israel yang akan dipulihkan pada akhir zaman; dan
(2) membawa terang dan berita keselamatan Allah kepada semua bangsa (lihat ayat berikutnya).[8]
Ayat 6
"Terlalu sedikit bagimu hanya untuk menjadi hamba-Ku, untuk menegakkan suku-suku Yakub dan untuk mengembalikan orang-orang Israel yang masih terpelihara. Namun, Aku akan membuat engkau menjadi terang bagi bangsa-bangsa supaya keselamatan yang daripada-Ku sampai ke ujung bumi." (TB)[9]
Digenapi dalam diri YesusKristus (= Yesus sang Mesias), sebagaimana dicatat dalam Yohanes 8. Yesus menyatakan diri-Nya sebagai "terang dunia".[10] Misi Mesias ialah agar semua bangsa mendengar Injil dan mempunyai kesempatan untuk percaya kepada Anak-Hamba Allah. Ayat ini kadang-kadang disebut "Amanat Agung Perjanjian Lama". Amanat ini tidak akan tergenapi sebelum Injil diberitakan secara memadai ke seluruh dunia (Kisah Para Rasul 1:8); ketika hal ini terjadi "barulah tiba kesudahannya" (lihat Matius 24:14). Tugas orang percaya dalam zaman Perjanjian Baru ialah memberitakan Injil dengan setia, membawanya kepada semua bangsa hingga Tuhan datang kembali.[8]
Penggenapan: (Kata malaikat Gabriel kepada Maria🙂 "Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus." (Lukas 1:31)