Memuat catatan sejarah yang juga ditulis di bagian lain dalam Alkitab mengenai riwayat Zedekia, raja Yehuda terakhir, yang dibunuh atas perintah Nebukadnezar, raja Babel dan riwayat Yoyakhin, bekas raja Yehuda yang sebelum pemerintahan Zedekia sudah dipenjarakan di Babel, kemudian dibebaskan oleh Ewil-Merodakh, putra dan raja pengganti Nebukadnezar.
Zedekia berumur dua puluh satu tahun pada waktu ia menjadi raja dan sebelas tahun lamanya ia memerintah di Yerusalem. Nama ibunya ialah Hamutal binti Yeremia, dari Libna. (TB)[4]
"Sebelas tahun lamanya": menurut kronologi Thiele,[5] berdasarkan "metode tahun naik tahta", Zedekia bin Yosia menjadi raja sekitar bulan April597 SM sampai mati sekitar Agustus 586 SM.[6] Yerusalem jatuh ke tangan Nebukadnezar pada tanggal 18 Juli 586 SM dan kehancuran akhirnya pada tanggal 14 Agustus 586 SM.[7]
"Yeremia dari Libna": kakek raja Zedekia ini, berbeda dengan nabi Yeremia yang berasal dari Anatot.[8] Zedekia adalah adik laki-laki seayah (raja Yosia) dan seibu (Hamutal) dengan raja Yoahas dengan selisih usia 13 tahun.[9]
Ayat 4
Maka pada tahun kesembilan dari pemerintahannya (Zedekia), dalam bulan yang kesepuluh, pada tanggal sepuluh bulan itu, datanglah Nebukadnezar, raja Babel, dengan segala tentaranya menyerang Yerusalem. Berkemahlah mereka mengepungnya dan didirikan merekalah tembok pengepungan sekelilingnya. (TB)[10]
Dalam bulan yang kelima, pada tanggal sepuluh bulan itu--itulah tahun kesembilan belas pemerintahan Nebukadnezar, raja Babel--datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, yang melayani raja Babel, ke Yerusalem. (TB)[13]
"Bulan ke-5": atau bulan Ab di kalender Yahudi merupakan bulan berkabung bagi orang Yahudi terutama pada hari raya Tisha B'Av, di mana diperingati sejumlah musibah besar dalam sejarah bangsa itu termasuk kehancuran Bait Allah yang pertama maupun yang kedua pada hari yang sama meskipun terpisah lebih dari 500 tahun.[14]
"Tanggal 10": di mana pada 2 Raja-raja 25:8 tertulis "tanggal 7". Gill menafsirkan bahwa Nebuzaradan berangkat dari Ribla tanggal 7 dan sampai di Yerusalem tanggal 10; atau ia sudah berada di sekitar Yerusalem tanggal 7, tetapi baru masuk kota yang terbakar habis tanggal 10.[15] Catatan orang Yahudi menulis:
"Orang-orang asing memasuki Bait Suci, dan makan di dalamnya, dan menajiskannya, pada hari ke-7 dan ke-8; dan pada hari ke-9 menjelang gelap, mereka menyulut api atasnya, dan terbakar dan terus menyala sampai sepanjang hari (ke-9) seperti yang tertulis pada Yeremia 6:4"[16]
"Tahun ke-19 zaman raja Nebukadnezar": Nebukadnezar naik takhta pada tahun 605 SM, yaitu tahun ke-4 Yoyakim[17] yang memerintah (menurut "metode tahun naik tahta") sekitar bulan Oktober609 SM sampai matinya pada tanggal 9 Desember 598 SM.[18] Tujuh tahun sisa pemerintahan Yoyakim, ditambah tiga bulan Yoyakhin dan sebelas tahun Zedekia, menghasilkan tahun ke-19 Nebukadnezar, yang bersamaan dengan tahun terakhir Zedekia pada tahun 586 SM.[17]
Ayat 28-30
28Inilah jumlah rakyat yang diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan:
dalam tahun ketujuh (ke-7), tiga ribu dua puluh tiga (3.023) orang Yehuda;
29dalam tahun kedelapan belas (ke-18) zaman Nebukadnezar, delapan ratus tiga puluh dua (832) jiwa dari Yerusalem;
30dalam tahun kedua puluh tiga (ke-23) zaman Nebukadnezar, diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, tujuh ratus empat puluh lima (745) jiwa orang Yehuda;
seluruhnya berjumlah empat ribu enam ratus (4.600) jiwa.[19]
Kemudian dalam tahun ketiga puluh tujuh sesudah Yoyakhin,raja Yehuda, dibuang, dalam bulan yang kedua belas, pada tanggal dua puluh lima bulan itu, maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan melepaskannya dari penjara. (TB)[20]
"Tanggal 25 bulan itu": Di ayat ini dicatat bahwa Ewil-Merodakh memberi perintah melepaskan Yoyakhin pada tanggal 25, tetapi menurut Kitab 2 Raja-rajapasal 25:27 rupanya baru pada tanggal 27 perintah itu dilaksanakan dan Yoyakhin dikeluarkan dari penjara.[15][23] Menurut kronologi Thiele,[5] Yoyakhin dilepaskan dari penjara tanggal 2 April 561 SM.[24][25]
↑Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
↑(Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2, Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431
↑Kyle M. Yates, Sr. Th.D., Ph.D.; Philip C. Johnson, Th.D.; dll. Tafsiran Alkitab Wycliffe. Wycliffe Bible Commentary of the Old Testament. Chicago: Moody Press, 1962.
12Joseph S. Exell; Henry Donald Maurice Spence-Jones (Editors). On "Jeremiah 52". In: The Pulpit Commentary. 23 volumes. First publication: 1890. Diakses 24 April 2018. Artikel ini memuat teks dari sumber tersebut, yang berada dalam ranah publik.