Dalam versi Septuagintapasal 44 dan pasal ini digabungkan menjadi pasal 51; di mana ayat-ayatnya bernomor 31-35, yang kemudian diikuti oleh pasal terakhir, Yeremia 52 (pasal 52 ini bernomor sama dan merupakan pasal terakhir Kitab Yeremia, baik di Alkitab Ibrani, maupun Septuaginta).
Memuat Firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia kepada Barukh bin Neria, waktu Barukh dalam tahun ke-4 pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, menuliskan segala firman tersebut dalam sebuah kitab langsung dari mulut Yeremia.
Ayat 1
Firman yang disampaikan oleh nabi Yeremia kepada Barukh bin Neria, waktu Barukh dalam tahun keempat pemerintahan Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, menuliskan segala firman tersebut dalam sebuah kitab langsung dari mulut Yeremia: (TB)[3]
Secara kronologis, pasal ini mundur kembali ke tahun keempat masa pemerintahan Raja Yoyakim di Yerusalem. Berita ini bertujuan memperkuat iman sekretaris Yeremia, Barukh, yang patah semangat karena tampaknya pelayanan Yeremia gagal dan hukuman yang akan datang atas Yehuda (bd. pasal Yeremia 36:1-32). Allah memberitahukan dia agar jangan mencari kuasa atau kedudukan bagi dirinya (bandingkan Matius 20:26-28). Karena kesetiaannya kepada Yeremia dan berita Allah, dia akan luput ketika Yerusalem dibinasakan.[4] Allah sendiri menjamin dengan firmannya: "Demikianlah firman TUHAN, tetapi kepadamu akan Kuberikan nyawamu sebagai jarahan di segala tempat ke mana engkau pergi."[5]
Referensi
↑(Indonesia) Dianne Bergant dan Robert J.Karris (ed). 2002. Tafsir Alkitab Perjanjian Lama. Jogjakarta: Kanisius.
↑(Indonesia) W.S. LaSor, D.A. Hubbard, F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 2. Sastra dan Nubuat. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 1994. ISBN 9789794150431