Memuat firman TUHAN yang datang kepada Yeremia ketika ia masih terkurung di pelataran penjagaan, bahwa kota Yerusalem akan menjadi reruntuhan tetapi akan dipulihkan.
Yeremia 33:15–16 merupakan pengulangan janji datangnya "Tunas Adil" (bahasa Ibrani:צמח צדיקcode: he is deprecated tse-makhtsad-dîq), seperti yang dicatat dalam Yeremia 23:5–6
Pada waktu itu Yehuda akan dibebaskan, dan Yerusalem akan hidup dengan tenteram. Dan dengan nama inilah mereka akan dipanggil: TUHAN keadilan kita![7]
Ayat 17
Sebab beginilah firman TUHAN: Keturunan Daud tidak akan terputus duduk di atas takhta kerajaan kaum Israel![8]
Melalui garis keturunan yang tidak terputus dari Daud akan datang "Tunas keadilan" ("Tunas adil"; bahasa Ibrani:צמח צדיקcode: he is deprecated tse-makhtsad-dîq), yang akan memerintah selaku Raja atas umat Allah (bandingkan Lukas 1:31–33). YesusKristus menggenapi janji ini; garis keturunan-Nya menurut hukum dapat ditelusuri melalui Yusuf ke Daud (Matius 1:1–16), dan garis jasmaniah-Nya dari Maria hingga Daud (Lukas 3:23–31). Pemerintahan Kristus akan berlangsung untuk selama-lamanya.[9]