Karier kepelatihan
Setelah pensiun sebagai pemain, pada tahun 1985, Higuchi ditunjuk sebagai asisten pelatih di Nissan Soccer School. Selanjutnya, dia menjabat sebagai pelatih tim junior di Yokohama Marinos sejak tahun 1993, tahun pertama bergulirnya J.League, lalu dipromosikan menjadi asisten pelatih tim utama pada tahun 1999. Dia memperoleh lisensi kepelatihan kelas S pada tahun 2003.
Pada Desember 2005, setelah pengunduran diri Jun Suzuki, Higuchi ditunjuk sebagai pelatih baru Montedio Yamagata. Meski klub mengalami kesulitan finansial, Higuchi mampu menunjukkan hasil yang stabil dengan mengusung sepak bola menyerang sebagai tema utama. Namun, lini pertahanan tim kurang konsisten, sehingga Yamagata finis di peringkat kedelapan pada musim pertamanya. Pada musim keduanya, tim tampil kuat di awal musim, tetapi kehilangan momentum di pertengahan kompetisi dan akhirnya finis di posisi kesembilan. Dia pun memutuskan mundur sebagai pelatih pada akhir musim.
Pada akhir musim 2007, Omiya Ardija menunjuk Higuchi untuk menggantikan Satoru Sakuma. Omiya menilai pendekatan Higuchi yang agresif dengan penekanan pada pertahanan ofensif sesuai dengan gaya tim. Meski kemampuannya mendapat banyak pujian, performa tim kurang memuaskan dan hanya finis di peringkat ke-12 liga. Pada 7 Desember 2008, Higuchi mengumumkan bahwa dia akan mengundurkan diri pada akhir musim.[1]
Pada tahun 2009, Higuchi menjadi pelatih Yokohama FC. Tim finis di peringkat ke-16, dan dia mengundurkan diri setelah hanya satu musim.
Pada tahun 2010, Higuchi kembali ke klub lamanya, Yokohama F. Marinos, sebagai asisten pelatih di bawah pelatih kepala Kazushi Kimura.
Pada 30 Desember 2011, diumumkan bahwa Higuchi akan menjadi pelatih kepala Yokohama F. Marinos mulai musim 2012, menggantikan Kimura yang diberhentikan setelah kekalahan tim di semifinal Piala Kaisar sehari sebelumnya.[2]
Memasuki musim 2013, tim yang dipimpin para pemain senior seperti Shunsuke Nakamura dan Yuji Nakazawa melanjutkan tren kemenangan sejak awal musim dan terlibat dalam persaingan gelar juara. Hingga pekan ke-33, mereka mengoleksi 62 poin, unggul empat poin dari tim peringkat kedua, dan berada di ambang meraih gelar pertama dalam sembilan tahun. Namun, kekalahan beruntun pada pekan ke-33 melawan Albirex Niigata dan pekan ke-34 melawan Kawasaki Frontale membuat mereka gagal menjadi juara di laga terakhir. Beberapa laporan menyebutkan bahwa susunan pemain inti yang terlalu tetap menurunkan motivasi pemain cadangan, serta kelelahan pemain utama membuat tim tidak mampu menunjukkan kekuatan penuh di fase akhir musim.[3] Namun, ada pula pandangan bahwa kritik tersebut kurang tepat, mengingat para pemain cadangan tampil gemilang di Piala Kaisar setelahnya dan berhasil menjuarai turnamen tersebut.[4]
Higuchi meninggalkan Yokohama F. Marinos pada akhir musim 2014 dan menjadi pelatih Ventforet Kofu pada musim 2015.[5] Namun, tim mengalami enam kekalahan beruntun sejak pekan ketiga dan terpuruk di dasar klasemen. Sebuah surat kabar lokal menyoroti minimnya porsi latihan serta performa tim yang tidak memuaskan. Setelah pertandingan pekan kedelapan melawan Urawa Red Diamonds, Higuchi mengajukan pengunduran diri. Meski tim sempat menang atas Kashima Antlers dan menghentikan rentetan kekalahan, mereka kembali menelan kekalahan beruntun. Selain berada di peringkat terbawah, tim hanya mencetak tiga gol dan kebobolan 20 gol, menjadikan mereka juru kunci baik dalam aspek ofensif maupun defensif. Akhirnya, kontraknya diputus dan dia resmi mengundurkan diri berdasarkan kesepakatan bersama dengan klub.[6]
Pada 25 Januari 2016, Higuchi ditunjuk sebagai pelatih YSCC Yokohama.[7] Pada awalnya, tim masih bersifat semi-amatir dan kesulitan meraih hasil, tetapi pada musim 2017 klub berhasil lepas dari posisi juru kunci J3 League untuk pertama kalinya dalam sejarah. Pada tahun 2018, musim ketiganya, dia kembali mencatatkan prestasi dengan menjuarai kualifikasi Prefektur Kanagawa dan melaju ke putaran final Piala Kaisar, sebelum mengumumkan pensiun sebagai pelatih pada akhir musim.[8]
Pada 14 Desember 2018, Higuchi diangkat sebagai pelatih FC Ryukyu.[9] Namun, pada 20 Oktober 2021, dia diberhentikan dari jabatannya setelah performa buruk dengan catatan satu hasil imbang dan enam kekalahan dalam tujuh pertandingan terakhir.[10]
Pada 26 November 2021, Higuchi ditunjuk sebagai pelatih klub kampung halamannya, Veertien Mie, mulai musim 2022.[11]
Pada 26 Desember 2023, Higuchi diangkat sebagai pejabat eksekutif yang membawahi Akademi dan Tim Putri FC Imabari.[12] Pada 31 Oktober 2024, Higuchi dan FC Imabari mengumumkan bahwa mereka sepakat untuk tidak memperpanjang kontrak untuk musim berikutnya.[13]
Pada 20 Desember 2024, diumumkan bahwa Higuchi akan menjadi manajer AS Elfen Saitama yang berlaga di WE League.[14]