Yaqeen Institute for Islamic Research adalah lembaga penelitian dan wadah pemikir (think tank) independen AmerikaSerikat yang berdiri pada 2016. Fokus lembaga ini adalah riset lanjutan berkaitan dengan modernitas, Islam, dan masyarakat Muslim.[1] Yaqeen Institute bekerja dengan mengulas berbagai topik kompleks seputar Islam dan mengemasnya sehingga lebih mudah dicerna oleh masyarakat awam.[2][3][4] Pada 2023, lembaga ini memiliki pendapatan hampir 9 juta dolar AS dan memiliki aset sebesar 5 juta dolar AS. Yaqeen menghabiskan hampir 1 juta dolar AS per tahun untuk menerbitkan artikel ilmiah tertinjau (peer-reviewed).[5]
Yaqeen Institute didirikan oleh ulama Islam Amerika Omar Suleiman dan berpusat di Irving, Texas.[6] Karya-karya terdahulu mereka mencakup berbagai topik dalam persimpangan Islam, termasuk perenialisme, politik internasional, pengasuhan anak, dan pelestarian sejarah teks-teks Islam. Melalui situs resminya, lembaga ini menyatakan bekerja untuk "merintis penelitian Islam dalam format yang modern dan kreatif."[6]
Pada 2021, Yaqeen Institute meluncurkan Kurikulum Yaqeen, sebuah proyek kurikulum untuk sekolah-sekolah Islam di Amerika Utara. Kurikulum tersebut bermerek dagang dan disebut merupakan hasil studi. Lembaga ini juga mengatakan bahwa orang-orang yang terlibat dalam Yaqeen adalah "para cendekiawan, peneliti senior, dan staf institut yang berasal dari berbagai posisi dalam ortodoksi Islam."[7]
Lihat pula
Omar Suleiman (imam) - Cendekiawan Muslim dan aktivis hak-hak sipil Amerika, Presiden Yaqeen Institute
Tom Facchine - Imam dan peneliti, Direktur Pengkajian Islam dan Masyarakat Yaqeen Institute
↑Roberts, Andrea Suozzo, Alec Glassford, Ash Ngu, Brandon (2013-05-09). "Yaqeen Research Institute Inc - Nonprofit Explorer". ProPublica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-07-29. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)