Dosen Antropologi di Universitas Khairun, Ternate ini merupakan anak kedua dari pasangan pedagang Rasyidin Syukur dan Haryanti. Keduanya berasal dari Panyinggahan, Maninjau, Sumatera Barat. Menurut sejarah, pada awal abad ke-20, beberapa tetua di Maninjau berhijrah ke Ternate untuk berdakwah dan mencari nafkah. Seiring dengan itu, hingga kini keluarganya tersebar di beberapa kota di Maluku Utara. Kedua orang tuanya adalah keturunan dari Andung Penai di Panyinggahan. Saat ini, Yanuardi juga berkontribusi dalam pembangunan Rumah Andung Penai di Maninjau. Kakaknya bernama Abdillah Syukur (lahir 1979) yang saat ini bekerja sebagai PNSKementerian Perhubungan di Halmahera Utara dan adiknya bernama Efriani Syukur (lahir 1983) sebagai wiraswasta di Tobelo. Yanuardi Syukur menikah dengan Mutawadhiah Ashri (lahir 1987) dan memiliki tiga anak, yaitu Anisah Syahidah (lahir di Maros, 2006), Afifah Azizah (lahir di Maros, 2008), dan Fikri Ihsani (lahir di Tobelo, 2010).[8]
Di Makassar ia berhasil menamatkan S1 Jurusan Antropologi FISIP Universitas Hasanuddin selama 7 tahun dengan skripsiParadigma Gerakan KAMMI dalam Membangun Citra Kampus Sosio-religius di bawah bimbingan Prof. Mahmud Tang dan Prof. Hamka Naping. Di antara beberapa komitmennya sebagai pembelajar adalah tidak menyontek saat ujian yang ia pegang sejak madrasah tsanawiyah walaupun harus mengulang beberapa mata kuliah. Ketika wisuda, ia satu-satunya wisudawan Universitas Hasanuddin yang membawa buku karangannya berjudul Menemani Bidadari: Suara Hati Seorang Mahasiswa yang diberikan kepada Rektor Unhas Idrus Paturusi di Baruga Andi Pangerang Pettarani Unhas.
Yanuardi sedang menghadiahkan buku karyanya kepada Prof Abdullah Saeed (Pakar Islam Melbourne University, Australia)
Aktivitas organisasi Yanuardi dimulai saat menjadi santriDarunnajahJakarta.Ia pernah aktif sebagai sebagai Ketua Ikatan Santri Konsulat Indonesia Timur (ISKIT) (1996), dan Ketua Bagian Sosial di OSDN (1998). Ketika mahasiswa, ia mendirikan Ketua Forum of Anthropology Development StudiesUnhas (2000), dan aktif sebagai Ketua Forum Kajian Insani (FKI) Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FISIP Unhas (2001-2002), Ketua Mushalla Ibnu Khaldun FISIP Unhas (2001-2002), dan Ketua Keluarga Penerima Beastudi Etos Makassar (2002).
Ia juga aktif sebagai Ketua Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Unhas (2003), Koordinator Departemen Kastrat KAMMI Sulsel (2003-2004), Anggota Divisi PSDM FLPMakassar (2001), Bendahara Gerakan Pemuda Islam (GPI) Panakkukang Makassar (2001), dan Anggota Humas Himpunan Mahasiswa al-Khairaat (HMA) Makassar (2001). Yanuardi juga pernah aktif dalam dunia kerelawanan seperti Relawan Dompet DhuafaRepublika (2002), Relawan PKPU (2001), Relawan Portal Infaq (2003).
Di Forum Lingkar Pena (FLP), ia pernah menjabat sebagai Koordinator Divisi Penulisan dan Penerbitan FLP Makassar (2003), Ketua FLP Sulawesi Selatan (2004-2006), Ketua FLP Malut (2007-2013), Koordinator Fundraising FLP Pusat (2008) dan Divisi Advokasi dan Divisi Karya FLP Pusat (2013-2017).
Selain itu, ia pernah menjadi Koordinator Humas Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an Halut (2007), Konsultan Menulis Menulisyuk.com (2009), Pendiri dan Sekretaris Perhimpunan Profesional Indonesia (PPI) Jakarta (2008), dan Pendiri R-Mars Discussion Club (RDC) Ternate (2012).
Dalam bidang riset, Ketua Umum AgupenaMaluku Utara juga pernah menjadi Direktur Eksekutif Lingkar Studi Islam dan Peradaban (eL-SIP) Ternate (2012), tercatat sebagai Anggota Divisi Keragaman Sosial Budaya Dewan Riset Daerah Maluku Utara (2013), Anggota The Indonesian Society for Middle East Studies (ISMES) Jakarta (2015-2016), Direktur Eksekutif Bundaran Institute, Ternate (2013), Sekretaris Asosiasi Antropologi Indonesia (AAI) Maluku Utara (2016) dan Direktur Eksekutif Center for Islam and Global Studies (CIGS).
Dalam kegiatan internasional, ia pernah diamanahkan sebagai Koordinator Alumni Program Esai Majelis Sastra Asia Tenggara (2009), anggota Liga Sastrawan Muslim Internasional (International League of Islamic Literature)(2008), anggota Bandung Spirit Networks (2015) dan Administrator Grup Alumni Australia-Indonesia Muslim Exchange Program (MEP) bersama Rowan Gould dari Melbourne University. Saat ini, ia tengah mengerjakan penerbitan buku alumni MEP Indonesia dan Australia dengan sponsor dari Kedubes Australia dibawah supervisi dari Australia-Indonesia Institute (AII): Prof. Tim Lindsey dan Prof. Greg Fealy.
Yanuardi termasuk lima peserta yang terpilih dari Indonesia dalam Australia Indonesia Muslim Exchange Program 2015[9] di Melbourne, Australia. Dia bersama temannya melihat secara langsung seputar muslim yang ada di Australia dan berkesempatan mengunjungi kantor ABC Melbourne, yang berada di kawasan Southbank.[10]
Prestasi
Sejak kecil, Yanuardi Syukur percaya bahwa ia dapat berkontribusi pada hal-hal yang terkait dengan Islam dan buku. Di masa kecil ia rutin membeli buku komik tentang Islam di Pasar Rawajaya, Tobelo. Saat kelas 6 SD, keyakinannya pada bidang keagamaan dan literasi mewujud dengan menjadi Juara 1 Lomba Mengaji di TPA Al-Badru Tobelo yang dipimpin oleh Husen Tjan. Sejak itu, ia semakin yakin bahwa potensinya memang tak jauh dari dunia keagamaan dan literasi.
Ketika menjadi santri di Ponpes Darunnajah, prestasinya tidak banyak dikenal. Akan tetapi, ia merawat keyakinan bahwa dalam bidang keagamaan ia bisa berkontribusi positif. Pada tahun 1993, ia menjadi peserta terbaik dalam penggunaan kosakata bahasa Inggris yang diberikan oleh Language Improvement Council (LIC) OSDN Jakarta. Kemudian, selanjutnya saat semester 1 di Unhas, ia menjadi terbaik III Latihan Dasar Penelitian yang diadakan oleh IKA FISIP Unhas (1999), dan Juara II lomba khattil qur’an Mushalla al-Adab Fakultas Sastra Unhas (1999). Pada tahun 2005, ia meraih Juara 1 lomba menulis opini dan esai yang diadakan oleh Unit Kegiatan Pers Mahasiswa Unhas.
Pada tahun 2013, dalam rangkaian kegiatan Munas FLP di Kuta, Bali, ia terpilih sebagai Penulis Buku Non-Fiksi Terpuji dan menerima Pena Award.[11] Pada saat yang sama, ia juga salah satu Nominator Penulis Terpuji Forum Lingkar Pena (FLP. Sepulang dari Bali, ia menerima penghargaan dari RektorUniversitas KhairunHusen Alting sebagai penulis produktif. Salah satu buku karyanya yang berjudul Siti Asiah dikaji sebagai bahan skripsi oleh mahasiswa.
Karya Tulis
Selama 16 tahun (2000-2016), Yanuardi Syukur aktif dalam dunia kepenulisan baik sebagai penulis buku,[12] editor, dan memberikan kata pengantar serta testimoni buku. Salah satu rencana hidupnya adalah menulis 1000 naskah buku atau berkontribusi pada terbitnya 1000 naskah tersebut.
Penulis Buku
Revolusi Intelektualitas Bangsa Indonesia (Self Publishing, 2004)
Menemani Bidadari Suara Hati Seorang Mahasiswa (Pustaka Mahabbah, 2004)
Mari Hidupkan Tradisi Ilmiah (Lembah Ilmu, 2005)
Run for your Life! (Self Publishing, 2005)
Intisari Sejarah SMU (Self Publishing, 2006)
Intisari Sosiologi SMU (Self Publishing, 2006)
Menemani Bidadari: Suara Hati Seorang Mahasiswa (DIP, 2006)
Percikan Hikmah Orang-Orang Sukses: Syarah 27 Mahfuzhat (DIP, 2007)
Facebook Sebelah Surga Sebelah Neraka (Diva Press, 2009)
The Miracle of Sabar (Kataelha-Jakarta, 2010)
Mahasiswa Juga Bisa Kaya [bersama Rulli Nasrullah] (Kataelha, 2010)
Israel Menjarah Organ Tubuh Muslim Palestina (antologi Kajian Zionisme Internasional, Penerbit Cakrawala, 2008)
Ensiklopedia Allah (Basmalah-Jakarta, 2011)
Facebook Sebelah Syurga Sebelah Neraka (Alhidayah, 2011)
Mendobrak Pintu Rezeki dengan 7 Jurus Sakti Warisan Nabi (Hayyun Media, 2011)
Jadikan Musibah Sebagai Ladang Ibadah (al-Maghfiroh, 2012)
Terapi Kejujuran (al-Maghfiroh, 2012)
Keluargaku Surgaku (al-Maghfiroh, 2012)
4 Kiat Aktivasi Kesuksesan Dunia dan Akhirat (al-Maghfiroh, 2012)
Menelusuri Jejak al-Qaeda di Indonesia (Lepkhair, 2012)
Tuhan Tidak Pernah Salah (Indie Publishing, 2012)
Fatimah Az-Zahra: Sosok Wanita Paling Berpengaruh (al-Maghfiroh, 2012)
Kekuatan Memaafkan [bersama M. Nahar] (Qibla, 2014)
Menulis Tradisi Intelektual Muslim (Antologi, Youth Publisher, 2010)
Indonesia Memahami Kahlil Gibran (Antologi, Editor Eka Budianta, BPPI, 2011)
Catatan Kritis Anak Negeri (Antologi, Buku Litera, 2012)
Beyond the Dream (Antologi Beastudi Etos Dompet Dhuafa, 2014)
Pasir, Batu, dan Etos Budaya (Antologi Bundaran Institute, LeutikaPrio, 2014)
Mesir, Pesona dan Tragedi (Antologi FLP Sedunia, HM, 2014)
50 Tahun Universitas Khairun bersama Tim Penulis Unkhair (Lepkhair, 2014)
Ensiklopedia Suku Bangsa di Indonesia (Tim Revisi buku Junus Melalatoa, Kemendikbud, 2016)
Pappatamma: Perlindungan Perempuan dan Anak Berbasis Kearifan Lokal Indonesia (Antologi Agupena, Deepublish, 2016)
Pendidikan yang Membebaskan (Antologi Agupena, 2016)
Islam, Facebook, dan Australia (forthcoming, Mizania, 2016)
Biografi KH. M. Arif Marzuki (forthcoming, DIP, 2015)
Editor
Pengembangan Kepribadian Muslim karya Mudzakkir M Arif, MA (Maros, 2006)
Panduan Umrah dan Ziarah karya Muthahhir Arif, Lc. (Maros, 2006)
Panduan Penyelenggaraan Jenazah karya Khalil Ridwan (DIP, 2006)
Novel Kabut di Pintatu karya Asrul M Syawal (Bangkit Negeriku, 2012)
Jepang di Morotai karya Irfan Ahmad (Lepkhair, 2012)
VOC di Maluku karya M. Adnan Amal (bersama Taufik Adnan Amal, Lepkhair, 2013)
Islam dan Terorisme: Antara Imajinasi dan Kenyataan (ILUNI PPs UI dan BNPT, 2015)
Jihad di Era Modern karya Muzayyin Arif (DIP, 2015)
Berubah atau Punah: Sebuah Motivasi Perjuangan Islam karya Muzayyin Arif (DIP, 2016)
Islahur Rijal karya Hamka Mahmud (2016)
Pengantar Buku
Kala Cinta Datang Menggoda karya Herman Barmawi & Fauzan Basir (Mahabbah, 2005)
Mencari Sang Pejuang karya Sriyanti Anwar (Makassar, 2005)
Kumcer Sesal karya Siswa SDIT ar-Rahmah (Makassar, 2005)
Ketika Caleg Dibohongi Rakyat karya Deny Nofriansyah (EditorBenny Arnas, Bukutujju-Solo, 2011)
Wirausaha karya Aryanto Abidin (Makassar, 2005)
Hutan dan Masyarakat karya Anwar Hi. Mustafa (Shofia-Arus Timur, 2011)
Negeri di Atas Embun karya FLP Ternate (Koperasi FLP, 2012)
Pendidikan di Kota Daeng karya Agupena Makassar (LeutikaPrio, 2014)
Antologi Puisi Percakapan karya Indra Talib Moti dan M. Guntur (Ternate, 2016)
Endorsement Buku
Antologi Puisi Lentera Fajar karya Rajif Duchlun (PenaKhairun, 2012)
Merdeka dengan Pena karya Komunitas Menulis Waroeng Tulisan (Awan Pustaka, 2012)
Rindu-rindu yang Teduh karya Kemas Ferri Rahman (Indie Publishing, 2011)
Kumcer Kupu-Kupu Palestina karya Penulis-Penulis Muda Unhas (Shofia, 2011)
Novel Rose karya Sinta Yudisia (Indiva, 2008)
Novel Pengorbanan Sang Petani karya Anuar Totabuan Syukur (Indie Publishing, 2012)
Magnet Keberuntungan karya RW. Dodo (2013)
Novel Anak-Anak Revolusi karya Nun Urnoto El-Banbary (AG Publishing, 2014)
Selain itu, Yanuardi juga menulis artikel di berbagai media cetak dan elektronik di Jakarta, Makassar, Ternate, dan Tobelo, seperti: PK. Identitas, Fajar, Pedoman Rakyat, Tribun Timur, Jurnal Resolusi, Jurnal Antropologi, Majalah Makna, Majalah al-Firdaus, Buletin Platonik, Buletin Mimbar Khairun, Buletin Fastaqim, Buletin Lingkar, Buletin al-Hijrah, Malut Post, Radar Halmahera, Swara Kie Raha, Majalah Suara Khairun, Portal Universitas Khairun, Majalah Serambi Madinah, MajalahTarbiyah, Majalah Tatsqif, Portal Eramuslim, Portal Kammi, Portal Cybermuslim, Portal Berita99, Majalah Sabili, Majalah Annida, Majalah Saksi, Warta Timur, Tabloid Inspirasi,[16]National Geographic Indonesia, dan lain sebagainya. Tulisannya juga dimuat dalam Jurnal Etnohistori dan Jurnal Kabata (Unkhair), Jurnal Dialektika (Unair), Jurnal Yousure (UGM), Prosiding Sosiologi UGM dan laman Akademia.[17]