Xonotlit adalah mineral inosilikat yang termasuk dalam kelompok kalsium silikat terhidrasi dengan rumus kimia Ca₆Si₆O₁₇(OH)₂. Mineral ini pertama kali dideskripsikan berdasarkan penemuan di Tetela de Xonotla, Puebla, Meksiko. Dalam publikasi pertamanya, mineral ini dinamai "Xonaltit" sebelum kemudian dikoreksi menjadi Xonotlit.[1][2] Simbol mineral yang disetujui oleh IMA adalah Xon.[3]
Kristalografi dan politipe
Kompleksitas kristalografi Xonotlit ditandai dengan adanya fenomena politipisme. Studi komprehensif mengidentifikasi tiga politipe sederhana berdasarkan notasi Gard yang dimodifikasi: politipe Ma₂bc (grup ruang P2/a, dengan parameter sel a = 17,032 Å, b = 7,363 Å, c = 7,012 Å, β = 90,36°), politipe Ma₂b₂c (grup ruang A2/a, a = 17,032 Å, b = 7,363 Å, c = 14,023 Å, β = 90,36°), dan politipe M₂a₂bc (grup ruang P1, a = 8,712 Å, b = 7,363 Å, c = 7,012 Å, α = 89,99°, β = 90,36°, γ = 102,18°).[4] Studi tersebut juga mengungkapkan bahwa politipe M₂a₂b₂c (dengan grup ruang A1) merupakan politipe yang paling dominan ditemukan pada sampel dari Kalahari manganese field, Afrika Selatan, seringkali dalam keadaan kembaran (100), diikuti oleh politipe Ma₂b₂c, dengan konsentrasi politipe Ma₂bc yang sangat rendah.[4]
Struktur dasar Xonotlit pertama kali dielusidasi melalui studi yang mendeskripsikan varian triklinik dari mineral ini.[5] Penelitian tentang transformasi hidrotermal tobermorit menjadi xonotlit menggunakan metode kristal tunggal memberikan wawasan penting tentang hubungan antar mineral dalam kelompok kalsium silikat terhidrasi.[6]
Sifat fisik dan optik
Xonotlit umumnya membentuk kristal acicular (berbentuk jarum) yang memanjang sejajar sumbu b [010], sering teraggregasi dalam bentuk radial, roset, atau bola dengan kilap mutiara hingga seperti lemak.[4] Dalam bentuk murni, mineral ini tidak berwarna dan transparan, namun karena pembiasan cahaya berganda dari agregat polikristalin, biasanya tampak putih, dan dapat pula berwarna abu-abu kebiruan atau merah muda pucat hingga kemerahan akibat pengotor.[4]Kekerasan Mohsnya berkisar antara 6 hingga 6,5 dengan berat jenis terukur 2,71–2,72 g/cm³.[7] Mineral ini memiliki belahan sempurna pada bidang {h01} dan bersifat getas dengan fraktur yang tidak rata hingga seperti konkoidal.[4]
Secara optik, Xonotlit bersifat biaksial positif (+) dengan indeks bias nα = 1,583, nβ = 1,585, dan nγ = 1,595, serta birefringence sebesar 0,012.[8]
Sifat fluoresensi dan varietas
Fluoresensi Xonotlit menunjukkan variasi yang menarik tergantung lokasi penemuan. Studi tentang fluoresensi mineral mendokumentasikan bahwa Xonotlit dari Franklin, New Jersey, menunjukkan fluoresensi violet yang jelas di bawah sinar ultraviolet gelombang pendek maupun panjang, berbeda dengan respons fluoresensi yang lebih lemah dari lokasi lain.[9][10]
Dua nama varietas yang pernah digunakan untuk mineral ini adalah Eakleite dan Jurupaite, yang kemudian didiskreditkan setelah terbukti identik dengan Xonotlit. Eakleite pertama kali dideskripsikan dari California, namun kemudian dikoreksi setelah menyadari kemiripannya dengan Xonotlit.[11][12] Jurupaite dideskripsikan dari Crestmore, California, dan kemudian dibuktikan identik dengan Xonotlit melalui analisis perbandingan yang menunjukkan bahwa sedikit perbedaan parameter sel disebabkan oleh substitusi parsial kalsium dengan magnesium.[13][14]
Referensi
↑Rammelsberg, Carl (1866). "Ueber den Xonaltit, ein neues wasserhaltiges Kalksilikat, und den Bustamit aus Mexiko". Zeitschrift der Deutschen Geologischen Gesellschaft. 18: 33–34.
12345Hejny, C.; Armbruster, T. (2001). "Polytypism in xonotlite Ca₆Si₆O₁₇(OH)₂". Zeitschrift für Kristallographie - Crystalline Materials. 216 (7): 396–408. doi:10.1524/zkri.216.7.396.20363.
↑Kudoh, Y.; Takéuchi, Y. (1979). "Polytypism of xonotlite: (I) Structure of an A-1 polytype". Mineralogical Journal. 9 (6): 349–360. doi:10.2465/minerj.9.349.
↑Taylor, H.F.W. (1959). "The transformation of tobermorite into xonotlite". Mineralogical Magazine and Journal of the Mineralogical Society. 32 (245): 110–116. doi:10.1180/minmag.1959.032.245.03.
↑Mazel, C.H.; Verbeek, E.R. (2014). "Fluorescence of minerals under blue light". The Picking Table (Journal of the Franklin-Ogdensburg Mineralogical Society). 55 (2): 13–25.
↑Dunn, P.J. (1995). Franklin and Sterling Hill, New Jersey: The world's most magnificent mineral deposits. Franklin-Ogdensburg Mineralogical Society. ISBN978-0-963-41970-9.
↑Larsen, E.S. (1917). "Eakleite, a new mineral from California". American Journal of Science. 44 (264): 285–288. doi:10.2475/ajs.s4-44.264.285.