0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film{{SHORTDESC:0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film|}}
Setelah suatu mandat pemerintah dikeluarkan, Tony Nathan, seorang murid sekolah menengah atas dan pemain sepak bola berbakat, bersama-sama murid-murid Amerika-Afrika lain diizinkan bersekolah di Woodlawn High School di Birmingham, Alabama pada tahun 1973. Sementara aksi pembakaran salib dan kerusuhan merajalela di kota itu, Tandy Gerelds, pelatih tim sepak bola Amerika sekolah itu, Woodlawn Colonels, berjuang untuk mengurangi ketegangan rasial di antara pemain-pemainnya. Setelah Gerelds mengizinkan Hank, seorang pembicara dari luar, berbicara di depan timnya, terjadi perubahan nyata. Hank, yang diubah secara radikal oleh pesan pengharapan dan kasih pada suatu pertemuan Kristen, mengatakan kepada para pemain bahwa "jalan yang lebih baik" dimungkinkan dengan mengikut Yesus. Lebih dari 40 pemain, hampir seluruh tim, baik yang berkulit hitam maupun putih, menyerahkan hidupnya kepada YesusKristus dan perubahan spiritual itu juga berpengaruh kuat terhadap para pelatih, sekolah, serta komunitas.[6]
Hari perdana penayangan film ini menghasilkan pendapatan kotor $1,5 juta, di luar perkiraan studio. Pada akhir minggu perdana, pendapatan kotor berjumlah $4 juta, menempati peringkat ke-9 pada box office.[8]
Kritikus dan penonton
Woodlawn dinilai positif oleh para kritikus film. Pada Rotten Tomatoes, film ini mendapat rating 91%, dari 11 tinjauan, dengan rating rata-rata 6.6/10.[9] Pada CinemaScore, penonton memberikan film ini nilai rata-rata "A+" pada skala A+ sampai F (di mana nilai F paling buruk).[8]