Wilhelm Franz Canaris adalah seorang Laksamana dan Kepala Badan Intelijen Militer Jerman (Abwehr) yang menjabat dari Januari 1935 hingga Februari 1944. Meskipun menduduki posisi tinggi dalam hierarki militer Jerman Nazi, Canaris merupakan sosok sentral dalam perlawanan internal terhadap Adolf Hitler. Akibat keterlibatannya dalam upaya penggulingan rezim, ia dieksekusi di Kamp Konsentrasi Flossenbürg pada 9 April 1945, hanya beberapa minggu sebelum berakhirnya Perang Dunia II.
Canaris dikenal memiliki perawakan fisik yang kecil dan pembawaan yang tenang. Selama memimpin Abwehr, ia secara rahasia menjalin komunikasi dengan pihak Sekutu, terutama melalui kontak di London, untuk memberikan peringatan mengenai rencana agresi militer Hitler di Eropa, termasuk rencana invasi ke Cekoslowakia, Polandia, hingga Prancis. Ia berharap Inggris dan Sekutu akan mendukung gerakan konspirasi anti-Nazi di dalam Jerman demi mencegah perang yang lebih luas. Selain memberikan informasi, ia juga memfasilitasi kebutuhan logistik kelompok konspirasi, termasuk menyediakan bahan peledak untuk upaya pembunuhan Hitler.
Dalam operasionalnya, Canaris didukung oleh Deputi Kepala Abwehr, Kolonel Hans Oster, yang juga merupakan penentang keras Nazisme. Di bawah kepemimpinan Canaris dan Oster, Abwehr sering kali bersitegang dengan badan intelijen SS, Sicherheitsdienst (SD), yang dipimpin oleh Reinhard Heydrich. Meski kedua lembaga ini bersaing ketat, Canaris tetap menjaga hubungan personal yang kompleks dan diplomatis dengan perwira tinggi SS seperti Walter Schellenberg, yang merupakan tangan kanan Heydrich.
Rujukan
Kedigjayaan Nazi Jerman (1933-1945), Majalah Angkasa Edisi Desember 2005