Jika tidak ada Willem-Alexander lain di dunia ini dan sepanjang sejarah, mengapa judul artikelnya harus pakai pembeda "dari Belanda"? ‑Bennylin「runding」 20.35, 1 Mei 2013 (WIB)
Mana lebih baik untuk WBI, logika atau konsistensi? ‑Bennylin「komen」 01.15, 2 Mei 2013 (WIB)
Kalaupun konsistensi, konsistensi terhadap apa? Kesamaan artikel serupa yang sudah lazim kita gunakan atau konsistensi penamaan semua tokoh? Saya pribadi berpendapat wp.en-ish bukan sesuatu hal yang patut dihindari, tetapi bukan berarti pula kita "tunduk" dengan aturan di sana, artinya kita tetap mandiri, tetapi kalau mengambil sedikit kesamaan, tak salah juga, kan? Salam. Albertus Aditya (bicara) 2 Mei 2013 00.30 (UTC)
Itu aturan baku penamaan seorang bangsawan, yaitu harus dituliskan dimana dia mendapatkan kebangsawanannya Abex888 (bicara)
kalau begitu bisa ditulis secara lengkap di paragraf definisinya sebagai "Willem-Alexander Claus George Ferdinand dari Belanda adalah...." Tapi untuk judul artikelnya bisa tetap Willem-Alexander. Sebab judul yang sederhana akan memudahkan orang untuk mencari. Hariadhi - Ngobrol 12 Mei 2013 21.15 (UTC)
Nama yang sama di templat
Bagaimana caranya membuat nama yang sama di templat nama-nama pemain sepak bola di nama akhiran menjadi berbeda?.-FarizMadridista (bicara) 12 Mei 2013 05.31 (UTC)
Bung Spartacks lagi sunting artikel tentang apa?.-FarizMadridista (bicara) 12 Mei 2013 10.16 (UTC)
Mengenai penggunaan istilah-istilah keturunan di Indonesia
Tabik,
Saya agak rancu dengan penggunaan istilah-istilah keturunan di Indonesia. Di Wikipedia digunakan istilah-istilah Pakistan-Indonesia, Tionghoa-Indonesia, dsb. Padahal istilah-istilah tersebut tidak populer. Kita memiliki istilah khas, misalnya orang Pakistan-Indonesia dengan sebutan "Koja", Tionghoa-Indonesia dengan istilah "Peranakan", Arab-Indonesia dengan "Kauman", dan lain-lain negara dengan istilah "Keturunan ***" yang sudah merujuk kepada keturunan di Indonesia.
Hemat saya, istilah-istilah tersebut kembali dipakai daripada menggunakan istilah yang tidak populer. Mohon pembahasannya. Terima kasih.
Tabik, Arif doudo (bicara) 13 Mei 2013 01.38 (UTC)
1. Konteks. a) Peranakan tidak hanya merujuk untuk keturunan Tionghoa di Indonesia, tetapi juga di negara lain, mis. Singapura atau Malaysia. Tapi Anda bebas untuk menuliskan tentang penggunaan istilah itu di artikel Tionghoa-Indonesia. b) Kauman setahu saya memiliki akar kata Jawa. Apakah orang Arab-Indonesia di luar Jawa juga disebut demikian? Sekali lagi, silakan ditambahkan di artikel Arab-Indonesia dan artikel Kauman. c) Koja?
Bagaimana cara mengukur populer atau tidak populernya? Justru dengan penulisan seperti itu (misalnya: Jawa-Malaysia dan Jawa-Suriname) lebih memudahkan dan generik. Jawa-Malaysia berarti Orang Jawa berkewarganegaraan Malaysia, Jawa-Suriname berarti Orang Jawa berkewarganegaraan Suriname. Dalam konteks keindonesiaan tentu saja "Jawa-Indonesia" cukup ditulis "Orang Jawa" atau "Suku Jawa" saja. Reindra (bicara) 15 Mei 2013 03.48 (UTC)
Saya malah nggak mengerti kalau saya disebutperanakan dan sebelumnya nggak pernah dengar kata kauman dan koja. Mungkin dibuatkan halaman peralihan saja Okkisafire (bicara) 27 Mei 2013 11.26 (UTC)
Mengubah Judul Halaman
Bisakah judul pada header halaman dilakukan perubahan? Saya sudah merevisi penulisan Gunungkidul pada artikel (sebelumnya terpisah spasi) sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia tentang penulisan wilayah/daerah. Namun saya tidak menemukan bagaimana membetulkan penulisan pada header yang masih terpisah dengan spasi, Gunung Kidul.
Arwanod (bicara) 13 Mei 2013 05.06 (UTC)
Setelah saya temukan referensinya, saya bantu membenahinya ya Mas? Salam. ‹›™19.31, 13 Mei 2013 (WIB)
Terima kasih mas atas bantuannya. Salam🙂 -- Arwanod (bicara) 14 Mei 2013 07.58 (UTC)
Sama-sama Mas. Selamat menyunting. ‹›™16.36, 14 Mei 2013 (WIB)
Maaf ikut nimbrung, bukankah penamaan yg baik tidak mengikutsertakan embel-embel 'Kabupaten' di depannya? -- Ariyanto (profil-talk-fb) 15 Mei 2013 07.44 (UTC)
Penulisannya dirangkaikan. Untuk rujukan perangkaian kata bisa mengacu ke situs resminya gunungkidulkab.go.id -- Ariyanto (profil-talk-fb) 15 Mei 2013 07.49 (UTC)
Wah kebetulan sudah menjadi pedoman di WBI, Mas Ariyanto. ‹›™15.41, 15 Mei 2013 (WIB)
Oh iya -- Ariyanto (profil-talk-fb) 15 Mei 2013 13.17 (UTC)
Sepertinya terjadi looping pada pengalihan halaman Gunung Kidul dengan Gunungkidul. Isi halamannya menjadi hilang. eMpubicara 19 Mei 2013 00.43 (UTC)
Sudah dikembalikan. Salam. ‹›™07.49, 19 Mei 2013 (WIB)