Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/2024/8
Etimologi dari "argometer"
Ada yang tahu etimologi dari kata "argometer"? Saya cari di berbagai kamus bahasa Indonesia di Internet tidak membuahkan hasil, saya tanya ChatGPT jawabnya dari "aargometer" bahasa Belanda tetapi saya cari "aargometer" dan "argometer" dalam kamus Belanda hasilnya nihil (sangat meragukan), saya cari "argometer" dan "aargometer" di Google hasilnya bahasa Indonesia semua (berarti tidak ada kata sama dalam bahasa lain termasuk Belanda). Terima kasih atas perhatian dan jawabannya. 182.4.102.140 31 Juli 2024 16.23 (UTC)
Penamaan hubungan bilateral
Sepertinya format Hubungan [nama negara] dengan [nama negara] harus diubah menjadi Hubungan [nama negara]-[nama negara], semisal dalam Hubungan Indonesia dengan Malaysia kita ubah menjadi Hubungan Indonesia-Malaysia. Untuk apa? Konsistensi. Ini akan seragam dengan format artikel lain yang juga melibatkan nama dua negara. Semisal Perang [nama negara]-[nama negara], atau Konflik [nama negara]-[nama negara], semisal dalam Perang Rusia-Ukraina, yang tidak ditulis sebagai Perang Rusia dengan Ukraina ataupun Perang Rusia melawan Ukraina. Juga jika menggunakan tanda hubung (-) akan lebih menghemat space di judul artikel agar tidak kepanjangan. Jika disetujui saya bersedia mengubah semua halaman tersebut beserta kategorinya meskipun sangat masif. Illchy (bicara) 4 Agustus 2024 09.14 (UTC)
- Tidak efektif dan malah menimbulkan masalah meskipun dalam jumlah kecil, tapi tetap masalah. Gunakan saja yang sudah ada Agus Damanik (bicara) 5 Agustus 2024 06.43 (UTC)
Kalo pake tanda hubung (-) nanti bersinggungan pada masalah lain, misalnya dengan nama negara yang pakai tanda hubung, contoh Guinea-Bissau, nanti malah jadinya Hubungan Guinea-Bissau-Indonesia alih-alih Hubungan Guinea-Bissau dengan Indonesia, kan aneh tuh. Tolong pikirkan itu. --Glorious Engine (bicara) 4 Agustus 2024 09.26 (UTC)
- Ya gapapa, toh sedikit negara yg pakai tanda hubung. Bikin bingung dikit gak ngaruh lah Illchy (bicara) 4 Agustus 2024 14.13 (UTC)
- contoh antara keduanya tergantung pada konteks sih jadi tidak semua harus atau perlu. 🍃Zulf🍃talk 4 Agustus 2024 15.46 (UTC)
Pemisahan dengan kata dengan membuat penamaan artikel jauh lebih jelas. Menghemat space? Sejak kapan penamaan artikel mencari judul sependek mungkin? Medelam (bicara) 5 Agustus 2024 01.05 (UTC)
- "Bikin bingung dikit gak ngaruh lah". Argumen yang mengada-ada. Sejak 2020 sudah ada diskusi juga tentang hal serupa dan tidak ada yang merasa bahwa kata hubung 'dengan' harus diubah menjadi tanda pisah, lihat Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/2020. Medelam (bicara) 5 Agustus 2024 01.13 (UTC)
- Iya biasa aja dong gak usah ngajak gelud nadanya Illchy (bicara) 5 Agustus 2024 14.15 (UTC)
- Saya kira memakai "dengan" akan lebih baik. Karena menghindari keambiguan. Contoh nih: en:Guinea-Bissau–United States relations, kan terkesan memakai tanda ganda, walaupun salah satunya adalah tanda hubung (-) dan lainnya adalah tanda pisah (–). Tapi ya namanya mata siwer kan, lagipula tidak semua device memiliki tombol untuk tanda pisah di keyboard-nya. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 11 Agustus 2024 13.41 (UTC)
"akan lebih menghemat space di judul artikel agar tidak kepanjangan."
- Bruh ... artikel Lopadotemachoselachogaleokranioleipsanodrimhypotrimmatosilphiokarabomelitokatakechymenokichlepikossyphophattoperisteralektryonoptekephalliokigklopeleiolagoiosiraiobaphetraganopterygon atau Cneoridium dumosum (Nuttall) Hooker F. Collected March 26, 1960, at an Elevation of about 1450 Meters on Cerro Quemazón, 15 Miles South of Bahía de Los Angeles, Baja California, México, Apparently for a Southeastward Range Extension of Some 140 Miles apa kabar bung? ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 11 Agustus 2024 13.49 (UTC)
Live streaming
Sebetulnya pernah dibahas oleh para sesepuh di sini, 15 tahun lalu. Belakangan saya angkat kembali karena melihat neologisme berbau riset asli yang dipraktikkan sejumlah akun (lihat obrolan).
Intinya, saya berdiskusi dengan @Aleirezkiette dan @Agus Damanik di artikel live streaming, tapi tidak menemukan titik temu. Kami punya argumen masing-masing.
- Menurut saya, padanan yang tepat adalah: alir langsung; aliran langsung. Ini sesuai dengan pedoman istilah asing keluaran Badan Bahasa. Praktisi bahasa dan senior kita Uda Ivan Lanin juga secara konsisten menulis hal serupa di WBI, X, dan Medium.
- Namun menurut pengguna lain di atas: penjaliran langsung (jaringan + alir?). Saya tidak sependapat. Pengusul, Sdr. Aleirezkiette, tidak dapat memberikan sumber tertulis yang otoritatif selain riset asli. Beliau sendiri kerap mengganti judul artikel dengan istilah neologis (negasi WP:COMMONNAME), tanpa diskusi dan tanpa sumber memadai, juga memperlakukan entri artikel layaknya Warung Kopi—sebagai penampung usul istilah "baru".
Jadi maksud saya, Badan Bahasa kan sudah memadankan live streaming dengan alir/aliran langsung. Mengapa WBI harus pakai istilah yang tidak lazim macam penjaliran? Beberapa artikel bertema live streaming diganti begitu saja padanannya ke penjaliran tanpa melihat sumber resmi—Badan Bahasa. Mohon pendapatnya dari sobat WBI yang budiman, supaya ada konsensus😄 — Dosham mari bicara 13 Agustus 2024 15.23 (UTC)
- agak cukup asing ya kata "penjaliran" itu. dari log cukup banyak di pindahkan, dan Bebasnama yang pertama memindahkan ke penjaliran. Mungkin bisa diskusi lebih lanjut. Karena keterbatasan saya jadi saya masih pelajari. 🍃Zulf🍃talk 13 Agustus 2024 16.01 (UTC)
- Yah, pendapat orang lain memang beda beda. Tapi coba kita uji kata "aliran langsung" sebagai live streaming. Dia sedang streaming di kalan youtubenya --> Dia sedang aliran di kanal youtubenya. Terlihat aneh bukan ? Kata tersebut harus terikat dengan kata "langsung", berbeda dengan bahasa inggris yang cukup pakai kata "streaming" tanpa "live". Aleirezkiette (bicara) 13 Agustus 2024 23.46 (UTC)
- @Aleirezkiette: Sebelumnya maaf ada sedikit saran, mulai sekarang kalau mau menambahkan istilah-istilah "baru", diskusikan di forum ini dulu (buka topik baru). Entri artikel bukanlah warung kopi—untuk menampung usulan istilah baru. Memang prosesnya jadi lebih lama tapi dengan diskusi bisa mencegah protes pengguna lain. Plus bisa diuji bersama mana yang sumbernya paling masuk akal. Oke, di atas Anda memberi contoh kalimat tapi kurang tepat. Jangan pakai nomina dong, tapi verba supaya tidak aneh. Contoh yang betul: "dia sedang mengalir di kanal YouTube-nya." Seperti halnya mengudara dalam konteks siaran radio atau televisi. Badan Bahasa kalau membuat padanan pasti sudah dipikirkan turunannya. Tidak terasa aneh sama sekali.
- — — —
- @Zulf: terima kasih penelusurannya. Memang itu riset asli, tidak ada di mana-mana. Ybs. beralasan "di Google banyak yang pakai". Bukan argumen yang kuat karena saya sudah cari dan tidak ada yang terkait streaming. Yang ada hanya Penjaliran sebagai nama pulau di Kep. Seribu. — Dosham mari bicara 14 Agustus 2024 01.38 (UTC)
- Dia sedang mengalir di kanal YouTube-nya. Maaf, masih terlihat aneh Aleirezkiette (bicara) 14 Agustus 2024 04.00 (UTC)
- @Aleirezkiette: Aneh itu ukurannya apa? Penjaliran yang begitu, karena bertentangan dengan WP:COMMONNAME. Murni neologisme. Sejak dua hari lalu Anda memberi argumen ABCD dst. tapi belum ada yang substantif. Pertama beralasan di Google banyak dipakai, tapi diminta tunjukkan Google sebelah mana tidak bisa. Kedua, meragukan kredibilitas Badan Bahasa dan Ivan Lanin. Memang tidak ada kamus yang sempurna, tapi apakah semua padanan/serapan di sana salah? Berapa persentase kesalahannya? Tidak ada yang tahu. Alir langsung memang tidak ada di KBBI VI tapi Badan Bahasa menerbitkannya di laman Padanan Istilah (Pasti). Bisa dianggap sudah dibakukan dan/atau termasuk nama umum. Come on, minimal berikan rujukan tertulis, bukan mengarang bebas. Wikipedia bukan blog pribadi Anda. Kalau alir/aliran langsung dianggap aneh, apa bedanya dengan berselancar di internet? Contoh lain, kita sedang mengudara (on-air di TV/radio). Pemaknaan kata bisa meluas tergantung konteksnya. — Dosham mari bicara 14 Agustus 2024 05.34 (UTC)
- Selancar sendiri memang suatu kegiatan jadi nyambung , semisal aku berselancar di internet. Mengudara sendiri memang sudah menjadi kata unik / khusus dalam bahasa Indonesia / Melayu yang berarti terbang. Kalo mengalir ?? Itukan sifat air dan pasti aneh kalo diucapin. Okelah kalo aliran langsung (live streaming), tapi coba bayangkan ada kalimat, aku sedang mengalir ? Aku sedang mengalir di YouTube ? Itu tampak aneh. Terjemahan harfiah itu lumrah, tapi kita juga harus tau penggunaan dan apabila dipakai di masyarakat umum itu lumrah atau tidak. Aleirezkiette (bicara) 17 Agustus 2024 09.24 (UTC)
- Mendiskusikan topik yang sama di dua halaman pembicaraan berbeda melelahkan juga😢 Penilaian subjektif akan kalah dari WP:SUMBER. Aneh menurut Anda (Aleirezkiette), tapi tidak menurut ahli bahasa. Mohon perhatikan juga perluasan makna. Kemudian, rujukan yang Anda berikan di sini, ternyata tidak dapat mendukung argumen untuk mengganti padanan streaming di WBI. — Dosham mari bicara 17 Agustus 2024 09.51 (UTC)
- Selancar sendiri memang suatu kegiatan jadi nyambung , semisal aku berselancar di internet. Mengudara sendiri memang sudah menjadi kata unik / khusus dalam bahasa Indonesia / Melayu yang berarti terbang. Kalo mengalir ?? Itukan sifat air dan pasti aneh kalo diucapin. Okelah kalo aliran langsung (live streaming), tapi coba bayangkan ada kalimat, aku sedang mengalir ? Aku sedang mengalir di YouTube ? Itu tampak aneh. Terjemahan harfiah itu lumrah, tapi kita juga harus tau penggunaan dan apabila dipakai di masyarakat umum itu lumrah atau tidak. Aleirezkiette (bicara) 17 Agustus 2024 09.24 (UTC)
- @Aleirezkiette: Aneh itu ukurannya apa? Penjaliran yang begitu, karena bertentangan dengan WP:COMMONNAME. Murni neologisme. Sejak dua hari lalu Anda memberi argumen ABCD dst. tapi belum ada yang substantif. Pertama beralasan di Google banyak dipakai, tapi diminta tunjukkan Google sebelah mana tidak bisa. Kedua, meragukan kredibilitas Badan Bahasa dan Ivan Lanin. Memang tidak ada kamus yang sempurna, tapi apakah semua padanan/serapan di sana salah? Berapa persentase kesalahannya? Tidak ada yang tahu. Alir langsung memang tidak ada di KBBI VI tapi Badan Bahasa menerbitkannya di laman Padanan Istilah (Pasti). Bisa dianggap sudah dibakukan dan/atau termasuk nama umum. Come on, minimal berikan rujukan tertulis, bukan mengarang bebas. Wikipedia bukan blog pribadi Anda. Kalau alir/aliran langsung dianggap aneh, apa bedanya dengan berselancar di internet? Contoh lain, kita sedang mengudara (on-air di TV/radio). Pemaknaan kata bisa meluas tergantung konteksnya. — Dosham mari bicara 14 Agustus 2024 05.34 (UTC)
- Dia sedang mengalir di kanal YouTube-nya. Maaf, masih terlihat aneh Aleirezkiette (bicara) 14 Agustus 2024 04.00 (UTC)
- Hmm... Saya
Setuju untuk memindahkan penjaliran ke alir langsung per padanan kata dari Badan Bahasa. Menurut saya "penjaliran" adalah kata yang tidak lazim atau asing didengar. Serigala Sumatera 🐺🏍️ (diskusi nang kene☕) 17 Agustus 2024 10.11 (UTC) - Untuk sementara, kita pakai kata "aliran", sampai ada pakar atau lembaga bahasa yang menyerap istilah streaming menjadi "striming" untuk kasus ini. Sama halnya seperti penyerapan kata research, cyber, dan masker (Belanda) menjadi riset, siber, dan masker. Meskipun sudah ada istilah "penelitian", "dunia maya", dan "topeng", tetapi penyerapan istilah-istilah asing telah membantu suatu kata menjadi lebih terdengar pantas sesuai konteksnya. Contohnya saja, kita tidak menerjemahkan medical mask dan beauty mask menjadi "topeng medis" dan "topeng kecantikan", tapi "masker medis" dan "masker kecantikan". Demikian pula semoga nanti streaming diserap menjadi "striming". -- Adiputra बिचर -- 18 Agustus 2024 09.02 (UTC)
- Dikit dikit nyerep. Kita tunjukkan dong jatidir bahasa Indonesia. Jujur ini adalah hal yang mengenaskan, karatan terganti dengan korosi, pengikisan terganti dengan erosi dsb. Seolah-olah bahasa kita itu miskin kosakata dan harus menyerap bahasa lain. Jangan mental inlander, dengan dalih mempermudah suatu kata agar sesuai dengan penuturan sehari-hari. Kalo gitu semua aja diserep dan mengaburkan bahasa asli dan asing Aleirezkiette (bicara) 19 Agustus 2024 02.27 (UTC)
- Aleirezkiette Anda ini kenapa??? Sejak kapan penyerapan kata koheren dengan mental jajahan?🤭 — Dosham mari bicara 19 Agustus 2024 08.18 (UTC)
- Tentu Saja. Itu sama halnya dengan menanggap rendah kata bahasa asli kitam. Seolah-olah kita miskin kosakata Aleirezkiette (bicara) 19 Agustus 2024 10.39 (UTC)
- ^Maaf ini lucu sekali😂😂 entah membuat opini dari mana, mungkin riset asli lagi. Kenyataannya, bahasa justru diperkaya oleh kata serapan. Anda tidak bisa terus-menerus menyangkal, karena WBI memberlakukan pedoman penyerapan istilah. Saya salin secara verbatim:
Gunakanlah glosarium bahasa Indonesia (misalnya terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI) untuk istilah serapan yang sudah dibakukan. Lihat versi elektronik (tidak lengkap) glosarium Pusat Bahasa.
— Dosham mari bicara 20 Agustus 2024 00.25 (UTC)Di bidang komputer/internet, lihat Istilah Internet Indonesia. Untuk istilah singkatan seperti TCP/IP, FTP sebaiknya tetap ditulis dalam bentuk aslinya (tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi PKT/PI dan PTA atau PTB--Protokol Transfer Berkas).
- Ya maksud saya pakai istilah asing boleh nyerep boleh kok. Tapi selagi bisa dialihbahasakan ya jangan diserap. Kalo dikit dikit dengan dalih memperkaya kosakata di KBBI semua aja diserap. Kayak KBBI, sekarang.
- Jujur saya kurang setuju dengan sikap KBBI yang menyerap berbagai bahasa daerah di Indonesia, karena yang mereka serap banyak kata-kata sepele dan receh. Kecuali kata khusus , kata teknis atau kata istilah terkait budaya daerah baru okelah.
- Kalau kerjaan kita hanya serap-menyerap , buat apa ada badan bahasa. Bahkan semua orang pun dapat melakukannya. Memangnya apa tolok ukur sumber agar dapat dijadikan sumber padanan istilah ? Apakah harus terkenal ? Apakah harus ikut jurusan sastra Indonesia ? Apakah seseorang yang berpengaruh di media sosial ?
- Nyatanya gawit sendiri untuk padanan widget saja dari kaga gawai + rawit, dan diusulkan oleh Ivan lanin, dan masih belum masuk KBBI, tapi tetap masih digunakan. Aleirezkiette (bicara) 20 Agustus 2024 04.23 (UTC)
- Ivan Lanin adalah seorang aktivis bahasa Indonesia, dan salah satu kontributor KBBI V. Saya pernah lihat namanya juga tercantum di KBBI versi cetak.
Acuan kita adalah 2, yaitu ahli dan kamus. Bahkan adakalanya keduanya saling merujuk. Saya bisa mengakses KBBI versi cetak, dan di bagian akhir KBBI ada daftar pustaka tulisan-tulisan pakar sebagai rujukan, contohnya karya Pak Harimurti Kridalaksana. -- Adiputra बिचर -- 20 Agustus 2024 07.26 (UTC)
- Ivan Lanin adalah seorang aktivis bahasa Indonesia, dan salah satu kontributor KBBI V. Saya pernah lihat namanya juga tercantum di KBBI versi cetak.
- Tentu Saja. Itu sama halnya dengan menanggap rendah kata bahasa asli kitam. Seolah-olah kita miskin kosakata Aleirezkiette (bicara) 19 Agustus 2024 10.39 (UTC)
- Janganlah cherry picking, atau standar ganda. Beberapa istilah serapan pun sudah mengatasi alasan "terdengar aneh" yang Anda kemukakan. Kalau bahasa Indonesia tidak menyerap (saya beri satu contoh), kita akan pakai istilah "topeng" seperti bahasa Melayu, bukan "masker" untuk menyebut medical mask. Hindari alasan "terdengar aneh" lagi, karena membentuk neologisme tidak mengurangi keanehannya. Salah satu cara para pendahulu kita untuk mengurangi keanehannya adalah melalui penyerapan istilah. -- Adiputra बिचर -- 20 Agustus 2024 07.20 (UTC)
- Ya saya tahu, sekali lagi sesuai konteksnya. Jika itu terlihat aneh atau kurang pas atau ga ada padanannya baru diserap. Tapi kalo ada dan nyambung baru pake. Bayangkan orang bilang kata-kata seperti penghantaran, perolakan dan Aleirezkiette (bicara) 20 Agustus 2024 10.36 (UTC)
- ... dan pengikisan dicap kata rendahan. Tapi giliran konduksi, konveksi dan erosi dibilang kata berkelas dan orangnya berilmu. Maksudku serendah itu kah bahasa asli kita Aleirezkiette (bicara) 20 Agustus 2024 10.38 (UTC)
- Dan satu lagi, neologisme memang bisa kok membuat suatu kata tidak terdengar aneh, lagi-lagi ya sesuaikan konteks dan konotasinya. Dan mask di Malaysia bukanlah topeng 😂😂😂, melainkan pelitup. Jadi mask atau medical mask merupakan pelitup atau pelitup muka. Sungguh kaya mereka memilih kata dan mengurangi serapan. Aleirezkiette (bicara) 20 Agustus 2024 10.41 (UTC)
- Istilah pelitup memang ada. Namun orang Malaysia sering memakai kata topeng. Dalam siaran TV Malaysia juga demikian. Untuk contoh ini case closed saja biar tidak ke mana-mana.
- Sekali lagi, neologisme tidak dianjurkan di WBI, karena WBI ini bisa ditulis siapa saja, sehingga tidak ada pertanggungjawaban serta tidak jelas kepakaran pencetusnya. Meskipun demikian, KBBI IV pernah memakai WBI sebagai rujukannya (saya baca KBBI IV dan V yang versi cetak) tapi yang pasti bukan neologisme. Semoga redaksi KBBI berikutnya lebih selektif lagi dalam memilih sumber. -- Adiputra बिचर -- 21 Agustus 2024 00.48 (UTC)
- Istilah pelitup memang ada. Namun orang Malaysia sering memakai kata topeng. Dalam siaran TV Malaysia juga demikian. Untuk contoh ini case closed saja biar tidak ke mana-mana.
- Ya saya tahu, sekali lagi sesuai konteksnya. Jika itu terlihat aneh atau kurang pas atau ga ada padanannya baru diserap. Tapi kalo ada dan nyambung baru pake. Bayangkan orang bilang kata-kata seperti penghantaran, perolakan dan Aleirezkiette (bicara) 20 Agustus 2024 10.36 (UTC)
- Aleirezkiette Anda ini kenapa??? Sejak kapan penyerapan kata koheren dengan mental jajahan?🤭 — Dosham mari bicara 19 Agustus 2024 08.18 (UTC)
- Dikit dikit nyerep. Kita tunjukkan dong jatidir bahasa Indonesia. Jujur ini adalah hal yang mengenaskan, karatan terganti dengan korosi, pengikisan terganti dengan erosi dsb. Seolah-olah bahasa kita itu miskin kosakata dan harus menyerap bahasa lain. Jangan mental inlander, dengan dalih mempermudah suatu kata agar sesuai dengan penuturan sehari-hari. Kalo gitu semua aja diserep dan mengaburkan bahasa asli dan asing Aleirezkiette (bicara) 19 Agustus 2024 02.27 (UTC)
- kalau berdasarkan common name sih mungkin "siaran langsung" adalah padanan dari 'live streaming' yang sudah umum digunakan (di medsos). Illchy (bicara) 18 Agustus 2024 14.14 (UTC)
- @Illchy: Kalau itu lebih dekat dengan live broadcast dan live transmission, sih. Di enwiki masuknya ke halaman disambiguasi, karena siaran langsung banyak mediumnya: radio, televisi, internet (yang disebut terakhir yang kita sebut live stream).
- .
- Menurut Badan Bahasa, siaran langsung ≠ live streaming. Namun, saya tidak memungkiri perluasan makna, apalagi sejak pandemi orang-orang sekitar menggunakan dua istilah tersebut secara bergantian. Yang jelas, tidak ada yang pakai penjaliran😁
- .
- Setelah mempertimbangkan pendapat para suhu di atas, ditambah merujuk kepada laman Padanan Istilah dan glosarium Kateglo, sementara halaman penjaliran langsung saya kembalikan ke aliran langsung. Khusus siaran langsung, tetap menjadi halaman pengalihan. Di sini mulai kelihatan konsensusnya bahwa kita menolak neologisme yang hanya berpijak di atas riset asli—kecuali satu pengguna. — Dosham mari bicara 18 Agustus 2024 15.05 (UTC)
- Saya terus terang cukup bingung kenapa harus bikin istilah baru lagi. Bukankah siaran langsung sudah sangat jelas maknanya dan bisa dipakai untuk padanan livestreaming? Hariadhi - Ngobrol 19 Agustus 2024 16.39 (UTC)
- @Hariadhi: Meminjam pendapat Uda Ivan Lanin di X:
"Siaran" sudah dipakai untuk padanan "broadcast". Boleh saja disamakan, tetapi broadcasting <> streaming.
- Kalau saya melihatnya memang ada perluasan makna, terutama sejak pandemi. Namun karena glosarium memadankan streaming—audio dan video—dengan aliran, saya ikut sumber tsb. Sumber lain saya cantumkan di bagian teratas dari utas ini. — Dosham mari bicara 20 Agustus 2024 00.44 (UTC)
- Masuk akal, tapi urgensinya untuk dibedakan, apa? Apakah ada fungsi yang berbeda dari kedua istilah itu? Bukannya prinsipnya sama saja, memberikan liputan langsung yang bisa dilihat oleh pemirsanya, walaupun medianya berbeda?Hariadhi - Ngobrol 20 Agustus 2024 12.04 (UTC)
- Ya sudah, samakan saja kata yang menurut kamu sama. Gantikan flora dan fauna jadi tumbuhan dan binatang, gantikan streaming jadi siaran yang menurut kamu semakna dan seprinsip Aleirezkiette (bicara) 20 Agustus 2024 13.05 (UTC)
- Ga apple to apple. Flora dan fauna sudah ada bahkan sebelum wikipedia muncul. Bedakan dengan istilah aliran langsung yang mau dibuat sendiri oleh seseorang tanpa usaha riset dulu. Coba google dulu sebelum menciptakan istilah baru. Aliran langsung sudah dipakai untuk padanan kata direct runoff. Membuat padanan aliran langsung untuk livestreaming bisa membuat orang kebingungan dengan maknanya. Hariadhi - Ngobrol 20 Agustus 2024 14.43 (UTC)
- BTW saya tidak menentang pengalihbahasaan livestreaming ya. Tapi kalau livestreaming diterjemahkan jadi aliran langsung, hanya karena stream itu artinya aliran, ujungnya kita jadi menerjemahkan kata per kata, dan mengabaikan kemungkinan membuat orang bingung, karena saat digoogle aliran langsung itu penjelasannya direct runoff, yang ada di bidang yang lain dengan komunikasi via internet. Saran saya seperti di atas, lebih baik coba cari padanan yang bisa dibedakan dengan direct runoff dan orang yang membaca juga tidak kesulitan memahami maknanya. Pertimbangkan juga dulu upload dan download dipadankan dengan unggah dan unduh juga tidak dengan serta merta menerjemahkan kata up, down, dan load. Hariadhi - Ngobrol 20 Agustus 2024 15.21 (UTC)
- @Hariadhi: Maaf, sepertinya ada sedikit salah paham pada pernyataan Anda yang ini:
Bedakan dengan istilah aliran langsung yang mau dibuat sendiri oleh seseorang tanpa usaha riset dulu (?)
- Aliran langsung sebagai padanan live streaming sudah diakui Badan Bahasa (lihat rujukan pada bagian teratas dari utas ini). Yang kita permasalahkan di sini bukan aliran langsung, tapi justru penjaliran yang dibuat sendiri oleh seseorang tanpa usaha riset dulu—neologisme. Istilah direct run-off biasa digunakan dalam bidang hidrologi, setahu saya sudah dibakukan menjadi limpasan langsung di KBBI VI. — Dosham mari bicara 21 Agustus 2024 02.38 (UTC)
- Kalau kondisinya seperti itu bisa jadi pertimbangan. Saya juga bisa salah. Tapi cek google perlu untuk mempertimbangkan apakah penggunaan kata aliran bisa dipakai atau malah akan membuat bingung. Walau resminya limpasan, tapi aliran juga bisa sering dipakai. Biasanya kita bandingkan dulu dari hasil search, mana kata yang lebih sering dipakai masyarakat. Jika aliran lebih sering dipakai untuk menerjemahkan runoff, maka sebaiknya hindari membuat padanan aliran untuk livestreaming, terlebih penjelasan atas livestreaming jadi aliran air itu ternyata keluarnya cuma wikipedia. 21 Agustus 2024 03.03 (UTC) Hariadhi - Ngobrol 21 Agustus 2024 03.03 (UTC)
- Terkait pernyataan livestreaming sudah diakui badan bahasa, saya pikir itu gegabah. Yang ditunjukkan adalah live streaming padanannya alir langsung, bukan aliran langsung. Dan sudah saya cek "alir langsung" memang ada yang menggunakan. Tapi pertimbangkan juga penggunanannya juga belum meluas. Maka ga bisa serta merta bikin entry aliran langsung. Buat dulu entry yang lebih dipahami masyarakat, berikan informasi bahwa "...atau dalam Bahasa Indonesianya adalah alir langsung..."
- Neologisme tidak dianjurkan di Wikipedia itu ada alasannya. Kalau kita ngotot semua istilah asing harus dibuat dalam bentuk padanan Bahasa Indonesia, ujungnya artikel jadi sulit dipahami dan tidak ada yang mau menggoogle istilah itu, sehingga orang jadi malah terhalangi mendapat informasi. Jadi kalau ada istilah baru, memperkenalkannya pelan-pelan. Ga bisa langsung dibuat jadi entry. Hariadhi - Ngobrol 21 Agustus 2024 03.13 (UTC)
- @Hariadhi: Kalau soal direct run-off saya rasa cuma masalah konteks pemakaian, mohon pertimbangkan eksistensi homonim. Namun kalau mau jadi alir langsung, ya tidak masalah. Siaran langsung tetap diakui, tapi masuknya halaman pengalihan seperti sekarang. Saya sih berpegang dengan WP:pedoman penyerapan istilah. Di sana tertulis, acuan kita adalah glosarium Pusat/Badan Bahasa:
Gunakanlah glosarium bahasa Indonesia (misalnya terbitan Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI) untuk istilah serapan yang sudah dibakukan. Lihat versi elektronik (tidak lengkap) glosarium Pusat Bahasa.
- Intinya asal bukan penjaliran langsung yang jelas-jelas neologis, saya oke saja. Omong-omong, kenapa jadinya malah saya yang seperti kena omel🤭 Awalnya kan @Bebasnama yang bikin istilah neologis tanpa rujukan sama sekali, kemudian Alerizkiette membela beliau (entah mereka orang yang sama atau bukan). Kemudian saya memberi tahu ke mereka, ini lo ada pedoman di WBI untuk mengikuti glosarium resmi. Jadi, bukan saya yang membuat istilah neologis. — Dosham mari bicara 21 Agustus 2024 04.21 (UTC)
- Saya sih jarang ngomelin orang. Anggap saja ini diskusi, Dari dulu juga saat sebuah istilah baru diperkenalkan memang diskusinya panjang lebar dan makan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan. Hahahaha. Hariadhi - Ngobrol 21 Agustus 2024 04.53 (UTC)
- Memangnya riset seperti apa untuk membuat neologisme. Contoh diatas, Uda Ivan Lanin memadankan widget dengan gawit (gawai + rawit), bukankah sama dengan penjaliran atau jaliran (jaringan + alir). Apakah dengan adanya pemasangan seperti ini langsung bulat bulat penerjemahan tak berdasar dan tak diteliti dulu ?
- Jelas-jelas justru terjemahan aliran langsung terkesan kaku dan terlalu harfiah malah terkesan tidak ada risetnya. Aleirezkiette (bicara) 21 Agustus 2024 09.53 (UTC)
- Bagaimana dengan memadankan istilah tersebut pada kaga yang lain yang serupa maknanya. Karena alir terasa kaku saja dan terikat erat dengan sifat air. Contoh kata lain atau alternatif jika stream diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah :
- • Riak, Jeram, Bena, Alun, Cegar Aleirezkiette (bicara) 21 Agustus 2024 10.00 (UTC)
- Ga apple to apple. Flora dan fauna sudah ada bahkan sebelum wikipedia muncul. Bedakan dengan istilah aliran langsung yang mau dibuat sendiri oleh seseorang tanpa usaha riset dulu. Coba google dulu sebelum menciptakan istilah baru. Aliran langsung sudah dipakai untuk padanan kata direct runoff. Membuat padanan aliran langsung untuk livestreaming bisa membuat orang kebingungan dengan maknanya. Hariadhi - Ngobrol 20 Agustus 2024 14.43 (UTC)
- Ya sudah, samakan saja kata yang menurut kamu sama. Gantikan flora dan fauna jadi tumbuhan dan binatang, gantikan streaming jadi siaran yang menurut kamu semakna dan seprinsip Aleirezkiette (bicara) 20 Agustus 2024 13.05 (UTC)
- Masuk akal, tapi urgensinya untuk dibedakan, apa? Apakah ada fungsi yang berbeda dari kedua istilah itu? Bukannya prinsipnya sama saja, memberikan liputan langsung yang bisa dilihat oleh pemirsanya, walaupun medianya berbeda?Hariadhi - Ngobrol 20 Agustus 2024 12.04 (UTC)
Saya kira kebijakan WBI sudah jelas soal ini: neologisme tidak dianjurkan. Kalau Anda ingin menciptakan istilah baru, silakan mempopulerkan di tempat lain dulu. Bisa di media massa, media sosial, atau mendekati Badan Bahasa 😉 Kalau sudah populer baru boleh dibawa ke sini. Lain cerita kalau Anda di Wikipedia bahasa daerah yang lebih perlu inovasi bahasa. Gombang (bicara) 21 Agustus 2024 03.01 (UTC)
- Saya setuju dengan pendapat Mas Gombang. Publikasikan terlebih dahulu tapi jangan di WBI.
Seharusnya WBI merujuk kepada publikasi di media massa, bukan menciptakan istilah baru. WBI bukan media untuk mempopulerkan neologisme, karena ditulis oleh sukarelawan, bukan pakar atau aktivis. Ingat saja prinsip sederhana ini:
Y Pakar/aktivis mempublikasikan ide dan penelitian, media massa dan WBI mengutipnya.
Y Sukarelawan WBI mengutip ide dan penelitian pakar/aktivis, media massa mengutipnya.
Sukarelawan WBI mempublikasikan ide dan penelitian, media massa dan pakar/aktivis mengutipnya.
- No original research in a nutshell -- Adiputra बिचर -- 22 Agustus 2024 01.28 (UTC)
- Waw seru juga yah diskusinya. Saya lebih memilih live stream tidak perlu di padankan untuk sementara waktu jika padanannya belum di perkenalkan oleh ahli bahasa dan belum dikenal secara luas Badak Jawa (bicara) 22 Agustus 2024 09.53 (UTC)
- @Badak Jawa
Agak setuju sih
🍃Zulf🍃talk 23 Agustus 2024 03.19 (UTC) - @Badak Jawa: sebetulnya sudah diperkenalkan oleh ahli bahasa (Badan Bahasa isinya para ahli, kan😄)—lihat pesan paling atas. Uda Ivan, pendiri Narabahasa, juga ikut mempopulerkan, pada artikel beliau di Medium yang berjudul "Podcast Nusantara". Berikut kutipannya:
Acara yang dipandu Arto Biantoro ini disiarkan melalui kanal YouTube dan aliran langsung (live streaming) DAAI TV.
- Yang saya permasalahkan adalah padanan yang dibuat sendiri oleh pengguna WBI (@Bebasnama dan Aleirezkiette), bukan ahli bahasa. Intinya saya sependapat dengan @M. Adiputra. — Dosham mari bicara 23 Agustus 2024 10.44 (UTC)
Tidak setuju @Badak Jawa saya tetap mementingkan penggunaan bahasa Indonesia yang baku dan tidak mencampur dengan bahasa asing tanpa melalui konsesus Badan Bahasa dan KBBI. Serigala Sumatera 🐺🏍️ (diskusi nang kene☕) 24 Agustus 2024 00.34 (UTC)
- @Badak Jawa
- Waw seru juga yah diskusinya. Saya lebih memilih live stream tidak perlu di padankan untuk sementara waktu jika padanannya belum di perkenalkan oleh ahli bahasa dan belum dikenal secara luas Badak Jawa (bicara) 22 Agustus 2024 09.53 (UTC)
Setuju Kalaupun pejaliran itu memang bahasa bakunya, tetapi saja banyak yang menggunakan aliran langsung ataupun siaran langsung. dan sependapat sih sama bung gombang terhadap kebijakan WBI yang menyatakan bahwa neologisme tidak dianjurkan dalam penerjemahan. Pinkash Ngobrol yuk 2 September 2024 06.34 (UTC)
Komentar Lebih baik menggunakan istilah yang sering digunakan oleh kalangan umum, alih-alih membuat dan menyumbangkan istilah baru serta menerjemahkannya disini seolah-olah Wikipedia adalah kamus. Dedhert.Jr (bicara) 4 Februari 2025 04.41 (UTC)
- Saya setuju dengan bung @Gombang. berapa kali diulang-ulang bahwa di Wikipedia bahasa Indonesia, keumunan nama (COMMONNAME) adalah yang pertama dan paling utama. Sehingga, pertanyaan pertama yang harusnya muncul bukanlah "apakah istilah ini tepat?" melainkan "apakah istilah ini umum digunakan?". Kalau ada yang bertanya, "Sampai mana batas keumuman suatu nama?", maka jawabannya simpel: Apakah nama tersebut biasa dipakai oleh masyarakat awam, baik dalam bermedia sosial ataupun percakapan sehari-hari?. Kalau ini terpenuhi, maka istilah tersebut fair digunakan di WBI. Kita lihat,
- live-streaming, ada padanan? Ada, bahasa Inggris. KBBI? Bukan. Umum digunakan? Populer, sudah pasti. Walaupun ini istilah asjng, namun justru istilah inilah yang paling tepat untuk digunakan di Wikipedia.
- penjaliran langsung, ada padanan? Tidak ada. Umum digunakan? Tidak, murni neologisme belaka. Maka tidak layak digunakan.
- alir langsung, ada padanan? Ada. KBBI? Tidak. Badan Bahasa? Ya, artinya punya referensi. Umum digunakan? Tidak! Maka dari itu sebenarnya istilah ini belum bisa digunakan di Wikipedia karena tidak umum digunakan secara awam, bahkan walaupun masuk KBBI.
- Kalau KBBI lebih kuat daripada pedoman keumuman nama, maka sate akan menjadi 'satai' dan Paraguay akan menjadi 'Paraguai' sejak lama. Tapi kenyataannya, tidak begitu bukan? Saran saya, karena tidak ada padanan umum yang memenuhi makna yang sesuai, maka pakai istilah yang memenuhi. Kalaupun Anda berkeras pakai kalimat yang sesuai dengan makna live-streaming, pakai yang ada sumbernya. Setidaknya jelas dan kuat darimana suatu istilah itu datang sehingga tidak ada lagi keributan di masa yang akan datang. Akan tetapi, berkali-kali saya sebutkan bahwa WP:COMMONNAME itu yang paling utama. Jadi pakailah istilah yang sudah populer. Jangan bikin atau menggunakan istilah-istilah baru di Wikipedia, Wikipedia bukan tempat buat bikin istilah atau mempopulerkan istilah! Wikipedia itu ensiklopedia yang mengikuti, bukan memimpin. Apalagi menggunakan neologisme semata. Sekian dari saya, Terima kasih. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 7 Februari 2025 09.50 (UTC)