Wikipedia:TOKOHDARI
Diskusi:
|
|
|
|
|
]
Penyesuaian nama negara
@Silvanus Aikaterine @F1fans @Badak Jawa @Sophia Guevara @RaFaDa20631 @Apri DAV @Serigala Sumatera @JumadilM @Rachmat04 @Affandy Murad @Rarani @Hysocc @Anne C @ANNAFscience @Hariadhi @MITGATVM @Murbaut @NaufalF @NFarras @Nyilvoskt @Pierrewee @Rachmat04 @RaFaDa20631 @Rahmatdenas @RaymondSutanto @RianHS @Rintojiang @RXerself @Symphonium264 @Taylor 49 @Ustad abu gosok @Veracious @Wagino 20100516 @WillsonEP09 @Yogwi21 @Kocengbarbar934 @Rinai Natsumi @Swarabakti @Muhammad Anas Sidik @Rama Maay @Agus Damanik
Tahun lalu, Badan Informasi Geospasial berkontribusi pada United Nations Group of Experts on Geographical Names (GEGN) dengan meresmikan daftar nama-nama negara dalam bahasa Indonesia yang disusun dan diperbaharui oleh Badan Bahasa. Dokumen ini diresmikan di New York dan tujuan praktisnya mempermudah hubungan dan pendataan internasional.
Apakah wikipedia perlu mempertimbangkan juga ? Seperti mengganti "Thailand" ke "Tailan", "Slovenia" ke "Slowenia", "Greenland" ke "Grinlandia, "Seychelles" ke "Seisel", dkk. Atau Wikipedia anggap praktis saja dengan tetap menggunakan yg sudah umum ? – komentar tanpa tanda tangan oleh Manggisjeruk (b • k).
- Sebahai tambahan informasi, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa telah meluncurkan Pemuktakhiran Kamus Besar Bahasa Indonesia VI April 2026. Salah satu pemuktakhiran yang dilakukan adalah "penyesuaian penulisan nama negara berdasarkan dokumen resmi UNGEGN bernomor GEGN.2/2025/122/CRP.122". Informasi tentang pemuktakhiran tersebut bisa dibaca di sini: https://kbbi.kemendikdasmen.go.id/Beranda/Pemutakhiran. Contoh lema yang telah dimuktakhirkan adalah antara lain Seisel, Slowenia, dan Tailan. FelixJL111 (bicara) 4 Juni 2026 11.43 (UTC)
Pendapat tidak setuju
- Wikipedia bahasa Indonesia berhak menetapkan gaya selingkung sendiri. Prinsipnya kita tetap menggunakan nama yang lazim dipakai. Sementara ini jangan diubah dulu tanpa diskusi kasus per kasus. Gombang (bicara) 18 Januari 2026 05.56 (UTC)
- Idem. — swarabakti💬 24 Januari 2026 23.15 (UTC)
- sepakat Rtnf (bicara) 1 Februari 2026 04.34 (UTC)
- ikut kbbi aja kalau bingung Great achievement ngobrol? 2 Februari 2026 02.05 (UTC)
- Wikipedia merefleksikan penggunaan bahasa paling umum bukan? Kan ada aturan seperti COMMONNAME. Dengan itu saya tidak setuju atas perubahan nama negara. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 2 Februari 2026 11.03 (UTC)
- Sepertinya saya sependapat dengan annaf. Idem HakikyTara ПереговорыВклад 13 Februari 2026 23.31 (UTC)
- Idem. Rang Djambak (bicara) 10 Februari 2026 03.01 (UTC)
- Idem per pernyataan Bung Gombang dan Annaf. 🅷🅴🅽🆁🅸 ngopi lur? ✉ 18 Februari 2026 13.35 (UTC)
- Per Gombang dan Annaf Pinkash Ngobrol yuk 10 Februari 2026 09.39 (UTC)
- Sepakat dengan pendapat Uda Gombang. "Nama resmi" bisa dicantumkan seperti kasus susyi.– S264 [badhé ngobrol?] 18 Februari 2026 07.10 (UTC)
- Tadinya saya ingin setuju dengan pengubahan nama negara agar sesuai dengan pengucapan ejaan orang Indonesia namun setelah dipikir-pikir lagi sepertinya ada beberapa nama negara lain yang dirasa tidak masuk akal (bukan tidak masuk akal sih tapi lebih ke kurang sreg aja kata saya mah) seperti "Turkmenistan" menjadi "Turmenistan", "Thailand" menjadi "Tailand" dan masih banyak lagi oleh karena itu saya
tidak setuju dengan usulan pengubahan nama negara 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃 📩 18 Februari 2026 07.56 (UTC)
- Tadinya saya ingin setuju dengan pengubahan nama negara agar sesuai dengan pengucapan ejaan orang Indonesia namun setelah dipikir-pikir lagi sepertinya ada beberapa nama negara lain yang dirasa tidak masuk akal (bukan tidak masuk akal sih tapi lebih ke kurang sreg aja kata saya mah) seperti "Turkmenistan" menjadi "Turmenistan", "Thailand" menjadi "Tailand" dan masih banyak lagi oleh karena itu saya
- Idem bung Gombang. Mumpung saya luang, ada baiknya saya turut berkomentar. Masalah ini tidak sesederhana itu. Dalam pengaplikasian suatu nama artikel di Wikipedia (terutama WBI), apalagi ini menyangkut entitas seperti orang, negara, benda, bahkan mungkin spesies ya ... gunakanlah nama yang paling umum digunakan. Pedoman kita jelas WP:COMMONNAME dari WP:PPNA, dan tidak ada halaman yang mengatur penamaan artikel yang statusnya lebih tinggi dari WP:PPNA. Oleh karena itu, berdasarkan WP:PPNA, pemilihan nama artikel patut memiliki faktor berikut:
- Nama yang paling umum digunakan/paling dikenali
- Memiliki sumber yang jelas.
- Dan kedua faktor ini jelas saling berkaitan satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan. Keberadaan sumber jelas menunjukkan nama tersebut dikenali; dan untuk menunjukkan bahwa sebuah nama dikenali, jelas memerlukan sumber.
- Adapun sebagaimana yang diatur dalam WP:KRITERIA, nama yang digunakan jelas harus dapat dikenali, alami, presisi, ringkas, dan konsisten. Dalam hal ini, KBBI bisa dikecualikan jika memberikan istilah yang tidak dikenal secara luas oleh publik, sebagai contoh 'satai' (sate), 'susyi' (sushi), 'Paraguai' (Paraguay), dan mungkin 'syogun' (shogun). Lihat pula esai WP:KBBI.
- Betul bahwa nama-nama 'Tailan', 'Seisel', dan 'Grinlandia' itu bersumber (setidaknya saat ini). Sekarang pertanyaannya, "apakah nama tersebut dikenal masyarakat Indonesia secara luas?" Jelas jawabannya adalah "tidak", dilihat dari sisi manapun, baik secara formal maupun nonformal. Betul bahwa nama seperti 'Tailan' secara fonetis (pengucapannya) digunakan secara luas (kecuali Grinlandia), namun teksnya tidak. Sebagaimana kaidah bahwa "subjek harus dikenal di luar Wikipedia, baru masuk Wikipedia. Bukan sebaliknya" (walaupun kutipan ini agak kurang kurang tepat konteksnya), nama tersebut haruslah dikenal secara luas terlebih dahulu di luar Wikipedia, baik secara fonetis maupun teks, baru bisa masuk menjadi istilah di dalam Wikipedia. Apalagi untuk skala yang tidak kecil seperti nama negara. Perlu diingat bahwa Wikipedia bekerja mengikuti masyarakat dan menimbang berdasarkan apa yang masyhur di masyarakat, agar pengetahuan itu benar-benar 'bebas' seperti tujuannya. Prinsip ini tertuang dalam WP:COMMONNAME. Akan jadi preseden buruk jika kita mengikut ego sumber minoritas yang tidak dikenali oleh masyarakat kita dalam penamaan suatu entitas yang seharusnya bisa diidentifikasi oleh masyarakat, mengingat skalanya cukup besar seperti nama negara.
- Memang, perlu diakui bahwa ada preseden seperti 'Afganistan' yang telah dipakai (sebelumnya 'Afghanistan'), atau 'Tiongkok' (sebelumnya 'Cina'), namun tentu dengan pertimbangan nama-nama tersebut telah masyhur dikenal (dan sebagai buktinya, dipakai dalam buanyak buanget sumber). Lah 'Tailan'? 'Grinlandia'? 'Seisel'? Saya akan mengatakan bahwa saya hanya akan setuju jika nama-nama tersebut telah terbukti digunakan secara luas dan masyhur di kalangan masyarakat kita, setidaknya kuantitas penggunaan istilah 'Tailan' seimbang dengan 'Thailand', begitu pula dengan 'Seisel' yang harus bisa mengimbangi jumlah sumber yang memakai 'Seychelles', juga 'Grinlandia' dan 'Greenland'. Oleh karena itu, seharusnya ini dibahas per kasus, bukan langsung pukul rata semua nama negara diganti sekaligus. Sekian. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 13 Maret 2026 07.34 (UTC)
- tolong saranin buat bikin pemungutan suara saja bagaimana? Great achievement ngobrol? 14 Maret 2026 06.17 (UTC)
- Idem Nunoguevara (bicara) 21 Maret 2026 16.53 (UTC)
Pendapat setuju
- Langsung saja eksekusi, pindahkan. Seperti halnya dulu Cina yang dengan sigap terpindahkan ke Tiongkok sekalipun perpresnya baru beberapa hari keluar. Hysocc, Let's talk 18 Januari 2026 08.15 (UTC)
- Saya setuju dengan ini krna sudah diresmikan oleh Negara. Melihat fonotaktik bhs Indonesia, ini sangat berterima kok. Thailand jadi Tailan sangatlah logis sbab mengikut lidah Indonesia. Saya rasa di kita ini tidak ada yg membunyikan aspiras "H" setelah huruf "T"? Semuanya pasti membaca jadi "Tailan" bukan? Ini dari otoritas tertinggi dlam Ortografi bhs Indonesia. ®️ɑɱɑ ɱɑɑʏ (🗣️ Semangat Kontributor WBI) 18 Januari 2026 13.23 (UTC)
- Keberterimaan (acceptability) dalam linguistik bukan sekadar soal cocok dengan fonotaktik atau sudah ditetapkan otoritas bahasa semata, tapi soal lazim digunakan atau tidak oleh penuturnya dalam konteks yang dimaksud. Berterima dari segi bunyi belum tentu berterima dari segi ejaan dan sebaliknya. Bahkan adakalanya terdapat ketidaksesuaian pada penggunaan lazim antara bahasa lisan dan tulisan, contohnya saja kata bank dan tahu (verba) yang tidak dieja bang dan tau pada laras formal meskipun lazim diucapkan demikian. — swarabakti💬 24 Januari 2026 23.20 (UTC)
- ... tinggal nunggu waktu aja sampai akhirnya semua istilah bahasa daerah yang ((dimurnikan)) menurut "kaidah fonotaktik bahasa indonesia".. (misal : ciumbuleuit itu ilegal karena bahasa indonesia tidak mengenal fonem "eu". harusnya "ciumbuleit".) (atau.. sampai nama orang pun dibuat ilegal) (tidak boleh "habibie", harus "habibi") Rtnf (bicara) 1 Februari 2026 04.38 (UTC)
- Ciumbuleuit sudah dilegalkan sejak fonem eu dimasukkan dalam bahasa Indonesia baru-baru ini hehehehehehe. Btw, ada teman yang protes ojek itu tidak benar karena dalam bahasa Sunda yang ada itu ojeg. Tapi bahasa Melayu/Indonesia memang tidak mengenal fonem g di belakang. Gombang (bicara) 23 April 2026 05.23 (UTC)
- Saya sepakat kasus per kasus. Agus Damanik (bicara) 18 Januari 2026 18.16 (UTC)
- Idem. Saya lagi di luar kota dan menggunakan komputer publik. Arifin.wijaya1 (bicara) 2 Februari 2026 06.16 (UTC)
Setuju Kevdave (bicara) 4 April 2026 01.27 (UTC)
Nama regnal
Mohon maaf bila hal ini sudah dibahas sebelumnya, tapi saya sendiri masih belum melihat hal ini dibahas. Mengenai nama regnal (nama yang dipakai seorang penguasa monarki), sepertinya terdapat inkonsistensi mengenai pedoman penamaannya. Sebagai contoh, dalam kasus nama regnal Kerajaan Yerusalem yang bisa dilihat pada templat berikut ini.
| ||
| ||
Dapat dilihat dari templat tersebut bahwa beberapa nama ada yang tidak sama, tetapi dianggap sebagai nama yang sama berdasarkan nomor regnalnya (Corrado I dari Yerusalem -> Konrad II dari Yerusalem -> Konradin III dari Yerusalem). Hal ini bisa saja membingungkan karena sepertinya tidak ada ketentuan jelas mengenai penamaan regnal yang konsisten. Belum lagi bila melihat isi dari salah satu penguasa monarki Jean dari Yerusalem, yang isinya malah menuliskan nama bahasa Indonesianya, yakni Yohanes.
Mungkin bila ada yang memiliki masukan atau mengetahui kebijakan yang berlaku mengenai hal ini dapat menyampaikannya dalam diskusi ini. Terima kasih. NobbySteamboat Bicara𓊝 18 Maret 2026 05.07 (UTC)
- @NobbySteamboat: Bantu jawab. Untuk kebijakan mengenai nama regnal sebenarnya hanya bergantung pada seberapa terkenalnya nama tersebut, karena nama regnal memang menjadi nama umum bagi penyebutan seorang raja/penguasa monarki. Di sini, kebijakan yang berlaku cukup WP:COMMONNAME dan WP:PPNA secara umumnya. Namun, nama regnal tidak selalu menjadi patokan dalam beberapa kasus:
- Ketika nama pribadi lebih dikenal daipada nama regnal. Contoh: 'Puyi' yang nama pribadinya lebih dikenal daripada nama regnalnya, 'Kaisar Xuantong'. Atau contoh lain 'Wu Zetian' dan bukan 'Maharani Shengshen'
- Disambiguasi. Misal ketika Kaisar Yingzhong dari Ming dirujuk dengan nama kuilnya dan bukan nama regnalnya (sebab nama regnalnya ada 2): 'Kaisar Zhengtong' dan 'Kaisar Tianshun'. Inipun karena nama Yingzhong sendiri sudah populer.
- Penggunaan nama anumerta, bukan nama regnal. Entah karena nama regnalnya tidak ada, atau tidak populer. Contoh: kaisar-kaisar Jepang seperti Kaisar Meiji dan Kaisar Taishō.
- Memang contoh yang saya berikan agak kurang sreg kayaknya karena di Asia, sementara konteks isu ini di Eropa (atau berkebudayaan Eropa). Oleh karena itu, saran saya untuk situasi ini adalah padankan saja sesuai dengan transliterasi yang paling umum dipakai di Indonesia. Contohnya untuk 'Baudouin', saya menyarankan diganti saja ke nama Inggrisnya, 'Baldwin', karena nama 'Baldwin' lebih populer dipakai di Indonesia, terlepas apakah 'Baudouin' pernah dipakai secara historis. Tidak semua hal perlu di-Indonesiakan jika itu tidak dikenal di Indonesia. Terima kasih. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 18 Maret 2026 21.59 (UTC)
- Baiklah, terima kasih atas sarannya. Sekiranya tidak ada sanggahan lain selama beberapa hari dari pengguna lain, saya akan mencoba melakukan perubahan pada beberapa nama regnal. Terima kasih atas sarannya. NobbySteamboat Bicara𓊝 19 Maret 2026 04.15 (UTC)
Badai vs hurikan
Kenapa WBI lebih memilih menggunakan "hurikan" bukan "badai" seperti dalam artikel Hurikan Katrina dan artikel-artikel lain tentang badai, padahal di media pemberitaan lebih umum dipakai istilah "badai" bukan "hurikan". Apakah sudah ada konsensus terkait hal ini? Silvanus Aikaterine (bicara) 25 Maret 2026 00.09 (UTC)
- Storm = badai. Katrina adalah hurricane.
- Jika mengikuti pemberitaan media massa, Katulampa akan disebut bendungan. Padahal ia adalah bendung, yang secara teknis berbeda dengan bendungan.
- Jika mengikuti pemberitaan media massa, APV, IFV, IMV, MEV, ARV, dan CEV akan disebut tank, dan blunder seperti ini banyak dilakukan media massa di kala pemberitaan perang Ukraina vs Rusia. Padahal mereka semua bukan tank.
- Jika mengikuti pemberitaan media massa, rudal balistik akan disebut roket. Peluru kendali akan disebut roket. Guided bomb akan disebut roket. Cruising missile akan disebut roket. Bunker buster akan disebut roket.
- Tidak semua yang populer adalah benar. Tidak semua pemberitaan media massa mengikuti istilah teknis yang tepat. Hysocc, Let's talk 25 Maret 2026 02.35 (UTC)
- Diskusi yang menarik. Bila kita mengacu pada kata yang benar, maka Hurikan Katrina akan lebih cocok, tapi bila mengacu kepada WP:CommonNAME, hurikan katrina tidak pernah dipakai dimana pun. Sepertinya perihal ini, saya lebih contong kepada badai katrina.https://www.kompas.id/label/20-tahun-badai-katrina. Meskipun, sumber paling awal menggunakan istilah hantaman katrina.https://www.liputan6.com/global/read/2097949/29-8-2005-katrina-badai-dahsyat-yang-mempermalukan-as.
- memanggul @M. Adiputra,@Gombang. Agus Damanik (bicara) 26 Maret 2026 11.51 (UTC)
- Silahkan pindahkan tanpa konsensus. Anda masih melakukan migrasi terus menerus saya lihat. Dan ada hal apa anda "memanggul?" (membawa di atas bahu; menjulang: ~ bedil; ~ senjata) Bung @M. Adiputra. Masa mau dipanggul di Warkop Bahasa? Amray Fawlipoo (bicara 26 Maret 2026 13.20 (UTC)
- Pemakaian kata badai dapat dibenarkan. Hurikan merupakan badai tropis. Jadi penggunaan istilah "Badai Katrina" tidak salah. Tidak masalah menggunakan majas sinekdoke totum pro parte.
- Penggunaan istilah "Hurikan Katrina" memang terasa berkiblat ke bahasa Inggris ("Hurikan"), padahal kita juga punya istilah "Topan". Namun istilah "hurikan" tidak populer di media massa . Istilah "badai" sudah benar (tropical storm = hurricane = typhoon = cyclone) dan sudah populer. -- Adiputra बिचर -- 27 Maret 2026 11.04 (UTC)
- Mari berbicara data dan fakta.
- Situs pasti.kemendikdasmen.go.id sudah membakukan kata hurikan
- KBBI sudah membakukan kata hurikan.
- Entri di google books "hurikan" sudah membuktikan istilah ini telah digunakan di banyak buku bertemakan teknis dan ilmiah.
- Mau menggunakan surat kabar, baik, tolong gunakan ini (beberapa mengutip BMKG)
- Jika terdapat tropical storm dan hurricane dengan nama yang sama dan terjadi di tahun yang sama, bagaimana mendisambiguasikannya? Ini possible terjadi lho, karena negara berbahasa utama Inggris yang memiliki hak untuk menamai fenomena cuaca ekstrim juga terdapat di Asia.
- Jurnalis bukan ilmuwan. Jurnalis bukan insinyur. Jurnalis bukan etimologis. Surat kabar jangan dijadikan acuan utama dalam menentukan istilah yang tepat. Seharusnya surat kabar dan WP:CommonName menjadi senjata terakhir jika sumber ilmiah dan etimologi tidak ditemukan. Bukan menjadi muka dari diskusi. Apa yang populer belum tentu benar. Di era informasi apapun bisa dengan segera dan secara sengaja menjadi populer. Hysocc, Let's talk 27 Maret 2026 21.10 (UTC)
- Kalau bicara soal data dan fakta, seperti yang juga telah disebut beberapa pengguna lain, hurikan, topan, badai siklon, depresi tropis, semuanya termasuk badai tropis, yang membedakan hanya lokasinya, hurikan = badai tropis kuat di Samudra Atlantik atau bagian timur laut Samudra Pasifik, topan = badai tropis di Samudra Pasifik bagian barat laut, di Samudra Hindia dan Pasifik Selatan badai tropis disebut siklon tropis. Disini saya lihat KBBI pun tidak mendefinisikan entri ini dengan baik, sehingga seolah-olah semua badai tropis disebut hurikan. Di situs PASTI bahkan ada dua entri hurricane salah satunya memliliki padanan angin ribut dan satunya lagi dipadankan sebagai badai hurikan bukan hurikan saja, sedangkan di glosarium istilah geologi dan geografi dipadankan menajdi harikin (hlm.70) disini semakin jelas adanya inkonsistensi. Silvanus Aikaterine (bicara) 28 Maret 2026 00.25 (UTC)
- Prediksi Lintasan dan Laju Pusaran Siklon Tropis, Halmar Halide, et al,. Unhas Press. 2023. ISBN: 9789795304852. di bagian glosarium halaman 137 sudah terdapat definisi hurikan.
- Kamus Hidrografi. Paul Katoppo. Pustaka Sinar Harapan. 2000. ISBN: 9789794166314. juga sudah terdapat definisi hurikan.
- Pemanasan Global - Solusi dan Peluang Bisnis. Team SOS. Gramedia Pustaka Utama. 2013. ISBN: 9786020363028. Di halaman 61 juga terdapat definisi hurikan, terpisah dari badai tropis, siklon, dan taifun.
- UJI KAJI DENGAN CUACA. Nur Ain Hafiza. 2014. ISBN: 9789674305512. Di halaman 10 terdapat definisi hurikan yang terpisah dari definisi siklon, tornado, dan topan di halaman yang sama.
- Meteorologi. Muhammadin Hamid, Indri Dayana. ISBN: 9786233983655. Menyebut "hurikan katrina" di halaman 45.
- Media Dirgantara - Majalah Ilmiah Populer · Volumes 3-4. Biro Humas dan Kerjasama Kedirgantaraan LAPAN. 2008. Menyebut definisi hurikan dan definisi badai siklon lainnya di halaman 14.
- Kronologi Sejarah Islam dan Dunia (571 M S/D 2016). Fedrian Hasmand. Pustaka Al-Kautsar. Di buku ini menyebut "hurikan katrina" di halaman 470
- Hysocc, Let's talk 28 Maret 2026 04.37 (UTC)
- Terima kaish atas sumbernya, sumber yang secara nyata memuat Hurikan Katrina hanya
- Meteorologi. Muhammadin Hamid, Indri Dayana. ISBN: 9786233983655. Menyebut "hurikan katrina" di halaman 45. Namun, melihat istilah badai katrina lebih populer, saya tetap merasa badai katrina lebih bisa digunakan untuk pembaca dengan memberikan nama lain hurikan katrina. Mungkin sepertinya, pemungutan suara akan lebih baik
- Agus Damanik (bicara) 28 Maret 2026 16.32 (UTC)
- Terima kaish atas sumbernya, sumber yang secara nyata memuat Hurikan Katrina hanya
- 1 dan 2. Bila mengacu pada dua jurnal ini, maka hanya badai Katrina. Sejujurnya saya tidak hanya mengaku pada surat kabar tapi dari beragam sumber. Saya harap diskusi setidaknya menjadi pemicu istilah artikel kita apakah mengikuti kebijakan common name atau otoritatif, meskipun pada konteks Katrina, kita menjadi penerjemah neologis karena hurikan Katrina muncul dari ruang kosong yang saya lihat karena hurikan kata baku, kita pakai hurikan. Sedangkan, penggunaan hurikan Katrina tidak pernah ada di mana pun baik jurnal, buku atau publikasi mana pun. Namun, bila ada penyebutan tersebut, silakan letakkan referensi Agus Damanik (bicara) 28 Maret 2026 03.51 (UTC)
- Kalau bicara soal data dan fakta, seperti yang juga telah disebut beberapa pengguna lain, hurikan, topan, badai siklon, depresi tropis, semuanya termasuk badai tropis, yang membedakan hanya lokasinya, hurikan = badai tropis kuat di Samudra Atlantik atau bagian timur laut Samudra Pasifik, topan = badai tropis di Samudra Pasifik bagian barat laut, di Samudra Hindia dan Pasifik Selatan badai tropis disebut siklon tropis. Disini saya lihat KBBI pun tidak mendefinisikan entri ini dengan baik, sehingga seolah-olah semua badai tropis disebut hurikan. Di situs PASTI bahkan ada dua entri hurricane salah satunya memliliki padanan angin ribut dan satunya lagi dipadankan sebagai badai hurikan bukan hurikan saja, sedangkan di glosarium istilah geologi dan geografi dipadankan menajdi harikin (hlm.70) disini semakin jelas adanya inkonsistensi. Silvanus Aikaterine (bicara) 28 Maret 2026 00.25 (UTC)
- Mari berbicara data dan fakta.
- Bila melihat pendapat pengguna dan pengurus lain, maka condong kepada badai tropis Katrina atau tetap badai Katrina. Saya merasa tidak perlu voting untuk hl ini, tapi saya menimbang pendapat bung @Hysocc dan @Amray Fawlipoo. Bung @Silvanus Aikaterine gimana? Kalo misalnya tidak ada konsensus dalam musyawarah ini, kita akan voting setelah dua minggu. Terima kasih. Saya tidak akan memindahkan secara sembarang karena sudah ada diskusi yang dibuka. Agus Damanik (bicara) 27 Maret 2026 13.55 (UTC)
- KBBI mendefinisikan [badai ba.dai (1)] n angin kencang yang menyertai cuaca buruk (yang datang dengan tiba-tiba) berkecepatan sekitar 64—72 knot:
Sedangkan [hurikan hu.ri.kan] n angin pusar dengan kecepatan yang luar biasa di daerah tropis. Jadi saya simpulkan huriccane itu hurikan bkn badai. Amray Fawlipoo (bicara 25 Maret 2026 02.39 (UTC)
Kalau lihat en:Tropical cyclone, hurikan, topan, siklon tropis itu sinonim. Perbedaannya lebih di lokasinya saja. Usul saya pakai istilah siklon tropis atau badai tropis, tidak perlu hurikan. Gombang (bicara) 27 Maret 2026 12.48 (UTC)
- Jika menggunakan logika ini, maka semua halaman bencana alam yang diawali dengan badai tropis, badai, siklon tropis, taifun, topan, dan hurikan harus dipindahkan semuanya menjadi Siklon Tropis xxx. Hysocc, Let's talk 28 Maret 2026 04.48 (UTC)
Erpetoichthys calabaricus >>> Palmas tali/palmas tambang/Ikan tali
Saya mengusulkan bahwa halaman Erpetoichthys calabaricus judulnya diganti menjadi "palmas tali" atau "palmas tambang" karena meski tidak ada referensi besar yang mengangkat, sudah ada penggunaan umum yang tercatat dari tahun 2010, jadi sudah bisa dianggap sebagai commonname. Alternatifnya adalah "ikan tali", yang sudah memiliki artikel yang mengangkat, yang ditulis oleh komunitas yang memang akrab dengan jenis-jenis ikan. Saya usulkan demikian karena nama umum dikedepankan bila sudah ada penggunaannya, karena COMMONNAME menyebut bahwa nama umum adalah "ungkapan bahasa alami yang menunjukkan subjek artikel", yang jelas tidak mencakup nama ilmiah. Dimohon pertimbangannya. @Silvanus Aikaterine @F1fans @Badak Jawa @Sophia Guevara @RaFaDa20631 @Apri DAV @Serigala Sumatera @JumadilM @Rachmat04 @Affandy Murad @Rarani @Hysocc @Anne C @Hariadhi @MITGATVM @Murbaut @NaufalF @NFarras @Nyilvoskt @Pierrewee @Rachmat04 @RaFaDa20631 @Rahmatdenas @RaymondSutanto @RianHS @Rintojiang @RXerself @Symphonium264 @Taylor 49 @Ustad abu gosok @Veracious @Wagino 20100516 @WillsonEP09 @Yogwi21 @Kocengbarbar934 @Rinai Natsumi @Swarabakti @Muhammad Anas Sidik @Rama Maay @Agus Damanik ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 30 Maret 2026 14.04 (UTC)
- Situs mollyjaya jelas situs toko. Referensinya adalah bentuk promosi ikan mereka. Melanggar Wikipedia:Sumber tepercaya juga. Agus Damanik (bicara) 30 Maret 2026 15.03 (UTC)
- Setelah mencari lebih lanjut. Ada referensi yang cocok. https://www.google.co.id/books/edition/Ikan_pisces/wFbQEAAAQBAJ?hl=en&gbpv=1&dq=palmas+tambang&pg=PR5&printsec=frontcover. Mungkin palmas tambang bisa digunakan. Agus Damanik (bicara) 30 Maret 2026 15.05 (UTC)
- Erpetoichthys calabaricus ... rupanya buku ISBN 9786024448776 cukup bagus ... malangnya istilah palmas tali / palmas tambang / ikan tali tidak bisa ditemukan dalam pratinjau yang tersedia. Taylor 49 (bicara) 30 Maret 2026 21.08 (UTC)
- Hanya ada di daftar Pustaka sih. Jadi halaman 75!nya tidak bisa diakses Agus Damanik (bicara) 31 Maret 2026 12.09 (UTC)
- Setidaknya tetap mewakili penggunaan formal dari nama umum tersebut, bukan ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 1 April 2026 02.07 (UTC)
- Menurutku iya. Tapi, bila @Taylor 49 menyatakan bukti kurang cukup. Saya mengikuti suara komunitas saja Agus Damanik (bicara) 1 April 2026 04.05 (UTC)
- Apakah ada pendapat mengenai ini, @Taylor 49? ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 2 April 2026 03.59 (UTC)
- Palmas atau Ikan Palmas mungkin cocok Ⓐⓝⓝ🍀(⛾) (bicara) 1 April 2026 10.32 (UTC)
- Tidak bisa, karena justru yang saya tangkap "palmas" adalah nama umum untuk semua anggota Polypteridae, sebagaimana artikel ini merujuk palmas beserta jenis-jenisnya, yang semuanya punya nama umum "palmas" ditambah suatu kata "e.g. palmas endlicer". Karena yang didiskusikan di sini ada di level spesies, maka harus cari nama yang lebih spesifik, seperti yang sudah saya usulkan. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 2 April 2026 03.58 (UTC)
- Saya ralat, tampaknya palmas adalah nama umum yang sebenarnya ditujukan untuk anggota genus Polypterus, tetapi karena genus tersebut mewakili semua kecuali satu anggota famili Polypteridae yang masih hidup, yang mana kebetulan pengecualian ini adalah ikan palmas tambang, Erpetoichthys calabaricus, maka nama "palmas" ini juga keseret ke palmas tambang, kemungkinan besar karena nama umum biasanya didasari oleh persepsi orang yang melihat kemiripan suatu hewan dengan hewan lain (yang juga menjelaskan kenapa misnomer bisa terjadi). ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 2 April 2026 04.15 (UTC)
- Menurutku iya. Tapi, bila @Taylor 49 menyatakan bukti kurang cukup. Saya mengikuti suara komunitas saja Agus Damanik (bicara) 1 April 2026 04.05 (UTC)
- Erpetoichthys calabaricus ... rupanya buku ISBN 9786024448776 cukup bagus ... malangnya istilah palmas tali / palmas tambang / ikan tali tidak bisa ditemukan dalam pratinjau yang tersedia. Taylor 49 (bicara) 30 Maret 2026 21.08 (UTC)
- Sudah ada (sejak hari ini) halaman Palmas endlicer (dialihkan dari Polypterus endlicheri) berbasis referensi jagatsatwanusantara.id/satwa/Palmas-Endlicer. Kesimpulan: genus palmas = genus Polypterus. Juga halaman Polypterus dipindahkan ke Palmas (dengan metode yang kurang sempurna). Jika ada orang yang memiliki buku tersebut atau bisa lihat ke buku itu, dan menemukan istilah Indonesia di sana, halaman Erpetoichthys calabaricus bisa dipindahkan. Sampai saat itu, istilah Latin tidak salah. Taylor 49 (bicara) 2 April 2026 22.42 (UTC)
Pencemaran vs Polusi
Saya ingin mengangkat lagi diskusi ini pencemaran versus polusi karena sedikit yang berpartisipasi dan masih banyak inkonsistensi di judul artikel. Berikut saya kutip diskusi yang sudah diarsipkan:
Dalam Wikipedia, istilah yang merujuk pada "proses, cara, perbuatan mencemari atau mencemarkan; pengotoran" (KBBI) adalah pencemaran. Meski demikian, kata "polusi" juga digunakan dalam berbagai artikel (semisal polusi visual, polusi suara, dan polusi nutrisi). Saya menyarankan supaya istilah ini bisa diseragamkan sesuai dengan artikel utamanya, yaitu pencemaran dan menggunakan istilah yang menggunakan kata "polusi" sebagai halaman pengalihan. Bila ada yang memiliki ide atau pendapat lain, dipersilakan untuk dibahas di sini. Terima kasih. NobbySteamboat (⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖All aboard!)
- @NobbySteamboat kalau melihat entri polusi di KBBI VI pada bagian "gabungan kata" disitu hampir semua jenis pencemaran yang disebutkan menggunakan kata "polusi" (polusi air; polusi asap; polusi cahaya dsb.). Sementara untuk entri pencemaran di bagian gabungan kata hanya ada "pencemaran lingkungan; pencemaran nama baik". Menurut saya istilah polusi lebih teknis dan layak dipertahankan untuk bidang ilmu tertentu, sementara "pencemaran" maknanya lebih luas karena diturunkan dari kata cemar. Silvanus Aikaterine (bicara)
--Silvanus Aikaterine (bicara) 5 April 2026 06.16 (UTC)
- Idem sama Bung @Silvanus Aikaterine Amray Fawlipoo (bicara 5 April 2026 07.03 (UTC)
100 tahun bahasa Indonesia
Bagaimana kita akan merayakan 100 tahun sejak bahasa Indonesia dicetuskan oleh M. Tabrani di Kongres Pemuda Pertama (30 April-2 Mei 1926)? ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「runding」 18 April 2026 19.47 (WIB) 18 April 2026 12.47 (UTC)
Tuan Sihubil
Dalam surat batak, namanya ditulis ᯘᯪᯂᯮᯅᯞ᯲ Sihubal. Adakah itu kesalahan? Patutkah ᯘᯪᯂᯮᯅᯪᯞ᯲ Sihubil?
Kwamikagami (bicara) 24 April 2026 06.54 (UTC)
Fandom vs. kepenggemaran
Ingin meminta pendapat rekan-rekan, untuk penggunaan kata "fandom" di WBI, lebih baik menggunakan padanannya ("kepenggemaran") atau tetap dibiarkan saja seperti dalam bahasa aslinya ("fandom")? Sebagai informasi, keduanya sama-sama sudah memiliki entri di KBBI. Rinai Natsumi (bicara) 6 Mei 2026 06.56 (UTC)
Funisciurus, Funisciurus pyrropus, Funisciurus anerythrus
Saya ingin menerjemahkan dua halaman mengenai taksa di atas dari en.wikipedia ke WBI dengan judul (secara berurutan) "Bajing tali", "Bajing tali berkaki api", dan "Bajing tali thomas". Namun, seperti yang sudah diketahui, mereka semua termasuk dalam famili Sciuridae yang anggotanya umum dikenal dengan "bajing", bukan "Tupai", yang hanya mencakup anggota genus Tupaia.
Namun, referensi yang tersedia untuk ketiga nama tersebut (ini dan ini) menggunakan kata "tupai" alih-alih "bajing", sehingga terjadi kekeliruan taksonomis.
Apakah saya bisa tetap menggunakan nama-nama usulan saya tersebut? @Agus Damanik@Amray Fawlipoo@JumadilM@M. Adiputra@Manggisjeruk
Salam, ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 24 Mei 2026 10.23 (UTC)
- Menurut saya tetap ditulis bajing saja untuk menghindari kekeliruan taksonomis, usahakan selalu pertahankan Wikipedia sebagai laman yang akurat secara taksonomis dan ilmiah. Apalagi definisi bajing sudah terdefinisi dengan baik merujuk pada Sciuridae, mulai dari KBBI, Jurnal Universitas, dan Lembaga Pelestarian Alam. Sangat wajar jika laman medis memadankannya dengan "tupai", karena memang bukan ranahnya. Apalagi jika saya lihat laman kedua tampaknya itu laman asing yang keseluruhannya diterjemahkan menggunakan mesin penerjemah yang kurang akurat. Manggsijeruk 24 Mei 2026 10.30 (UTC)
- Untuk nama genus, saya aman untuk sumbernya sehingga bisa diteruskan. Untuk pemakaian nama terjemahan tupai tali berkaki api, sumbernya meragukan. Mungkin bisa dipakai sebagai alternatif di kalimat pembuka, tapi tidak untuk nama aslinya. Melihat, penerjemahan ini membuat banyak nama berpotensi misleading. Tapi bisa dibuka diskusi untuk semua nama turunan Sciuridae menjadi bajing bila menemukan sumber yang memakai nama tupai tanpa harus ditanyakan lagi. Agus Damanik (bicara) 24 Mei 2026 11.18 (UTC)
- Bisa di elaborate mengenai "penerjemahan ini membuat banyak nama berpotensi misleading."? ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 24 Mei 2026 11.36 (UTC)
- Pada konteks seperti Kusing brook, diterjemahkan langsung menjadi kelelawar buah brook, padahal tidak ada yang menggunakan. Agus Damanik (bicara) 24 Mei 2026 13.28 (UTC)
- Maklum karena keterbatasan kemampuan mesin penerjemah ya. Dengan itu nama lokal diutamakan dibandingkan nama harfiah. Namun karena dalam kasus ini tidak ada nama lokal yang tersedia untuk ketiga taksa tersebut, saya jadikan situs tersebut sebagai acuan. Karena masih menggunakan tupai alih-alih bajing, saya usulkan penyimpangannya di sini. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 24 Mei 2026 13.33 (UTC)
- Pada konteks seperti Kusing brook, diterjemahkan langsung menjadi kelelawar buah brook, padahal tidak ada yang menggunakan. Agus Damanik (bicara) 24 Mei 2026 13.28 (UTC)
- Bisa di elaborate mengenai "penerjemahan ini membuat banyak nama berpotensi misleading."? ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 24 Mei 2026 11.36 (UTC)
- Tampaknya diskusi ini terhambat, izin memanggil kembali @JumadilM @M. Adiputra ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 29 Mei 2026 15.08 (UTC)
- Terjemahkan sebagai bajing, merujuk kepada taksonomi yang sudah pasti. -- Adiputra बिचर -- 30 Mei 2026 04.51 (UTC)
- Baik bung, terima kasih tanggapannya. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 30 Mei 2026 09.24 (UTC)
- Terjemahkan sebagai bajing, merujuk kepada taksonomi yang sudah pasti. -- Adiputra बिचर -- 30 Mei 2026 04.51 (UTC)
- Tampaknya sudah bisa diimplementasikan ya, diskusinya sudah cukup lama dan suaranya 2-1. ❮ANNAFscience ❮Sort Horse-stall?❯❯ 3 Juni 2026 10.47 (UTC)










