Berikut ini adalah proposal pedoman penamaan nama artikel tokoh (orang, makhluk lainnya, maupun karakter, baik hidup, mati, maupun fiktif) di Wikipedia bahasa Indonesia.
Pengecualian: jika penulisan nama tokoh memang menggunakan ejaan lama, maka juga ditulis sebagaimana adanya, tidak "dimodernkan". Contohnya: Pramoedya Ananta Toer, bukan Pramudya Ananta Tur.
2. Gelar tidak ditulis
Gelar-gelar kebangsawanan dan akademis jangan dipakai sebagai nama artikel, meskipun harus disebut dalam artikel sendiri. Contoh:
Gelar kebangsawanan
Hamengku Buwana IX dan bukan Sultan Hamengku Buwana IX atau Sri Hamengku Buwana IX
Kartini dan bukan R.A. Kartini atau Raden Adjeng Kartini atau Raden Ajoe Kartini
Nama-nama tokoh sebaiknya ditulis secara lengkap: nama depan dan nama belakang. Namun bila tidak menimbulkan konflik dengan nama artikel lain, nama artikel cukup ditulis nama umum (common name) saja.
Tokoh tidak memiliki nama depan secara resmi atau nama merupakan nama julukan.
Bila tidak menimbulkan konflik dengan nama artikel lain, nama artikel cukup nama umum saja,
Sering kali seorang tokoh menjadi terkenal/banyak dikenal melalui nama Inggrisnya, baik itu tokoh Yunani kuno, tokoh agama, maupun tokoh-tokoh modern yang memiliki nama alternatif dalam bahasa Inggris. Nama-nama tokoh asing (non-nama Indonesia) ditulis sesuai ejaan dalam bahasa aslinya dengan acuan kepada bahasa Indonesia, bukan bahasa lain. Bila bahasa aslinya bukan bahasa dengan 26 alfabet Latin seperti yang digunakan di Indonesia, transliterasinya lebih diutamakan daripada alfabet/aksara aslinya. Contoh:
Lenin bisa dipergunakan seiring dengan Vladimir Lenin, karena nama Lenin sudah sangat identik dengan Vladimir Lenin
Nama Eropa (Eropa Barat, non-Inggris)
Jeanne d'Arc dan bukan Joan of Arc, karena Joan of Arc merupakan ejaan bahasa Inggris, dan aslinya adalah nama Prancis.
Cristiano Ronaldo dan bukan Christian Ronald, karena Christian Ronald merupakan ejaan bahasa Inggris, dan aslinya adalah nama Portugis.
Nama Inggris (Britania, AS, Australia, dll)
Bill Clinton dan bukan William Jefferson Clinton, karena terkenal menggunakan nama Bill (yang merupakan singkatan dari William), dan bukan nama lahirnya.
Nama Tionghoa (RRT, Taiwan, Hong Kong, dan dialek/romanisasi lainnya)
Gunakan ejaan Pinyin dan hindari ejaan bahasa Inggris berdasarkan Wade-Giles, meski ejaan terakhir ini secara fonetis lebih tepat. Contoh: Mao Zedong dan bukan Mao Tse-tung, karena Mao Zedong merupakan ejaan resmi (Pinyin), dan ejaan Wade Giles hanya dipakai di Taiwan. Standar penulisan pinyin digunakan untuk menghindari kerancuan penulisan. Contoh kerancuan ejaan bila tidak menggunakan pinyin: Ong Tik Cun Ong dan Ong Tek Cun Ong; Hian Thian Shang Ti, Hian Tian Sang Ti, Hian Thian Shang Te; dan sebagainya.
Sebaiknya di dalam artikel diberikan penulisan cara lain dan membuat halaman pengalihan. Contoh ejaan pinyin: Gong Fuzi , Hokkien: Kong Hu Cu, ejaan lain: Kung Fu-tse.
Nama orang asal bahasa Jepang sedapat mungkin ditulis dengan ejaan yang lazim dipakai dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, walaupun ejaan tersebut berbeda dari ejaan menurut alih aksara Hepburn.
Gunakan alih aksara kritis Indonesia. Alih aksara kritis Indonesia digunakan dalam berbagai terbitan Departemen Agama serta Lajnah Pentashih Mushaf Al-Qur'an, yang sejak lama telah tersebar luas di masyarakat.
Penulis menggunakan sumber berbahasa Inggris beserta alih aksaranya, yaitu alih aksara Qalam, perlu menyesuaikan dengan alih aksara kritis Indonesia. Secara umum, penggunaan alih aksara Qalam tersebut kadang-kadang dapat menimbulkan kesalahpahaman dan kekeliruan pembacaan.
Namun apabila diperlukan untuk memperjelas secara tata bahasa, penulisan menurut alih aksara Qalam dapat pula digunakan sebagai alternatif atau ditulis dalam kurung pada badan artikel.
Tabel di bawah ini menyajikan perbandingan alih aksara Qalam dengan alih aksara kritis Indonesia.