Isinya telah diterima luas oleh para pengguna dan dianggap sebagai standar yang harus diikuti oleh semua pengguna, meskipun sebaiknya dipahami dengan akal sehat, dan pengecualian dapat berlaku sewaktu-waktu. Segala penyuntingan substansial yang dilakukan di halaman ini harus menggambarkan konsensus. Jika Anda ragu, diskusikan terlebih dahulu di halaman pembicaraan.
Nama orang dan nama tempat asal bahasa Jepang sedapat mungkin ditulis dengan ejaan yang lazim dipakai dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, walaupun ejaan tersebut berbeda dari ejaan menurut alih aksara Hepburn.
Sedapat mungkin gunakan padanan kata dalam bahasa Indonesia atau nama-nama Jepang yang sudah dikenal di dunia internasional. Contoh: Gunung Fuji, Tokyo, Osaka, Kyoto, Kepulauan Ryukyu, jujutsu, dojo, shogi, dan bukan Fuji-san, Tōkyō, Ōsaka, Kyōto, Kepulauan Ryūkyū, jūjutsu, dōjō, shōgi. Walaupun demikian, ejaan menurut alih aksara Hepburn perlu ditambahkan di dalam paragraf pembuka.
Nama tokoh
Nama tokoh modern
Nama tokoh Jepang zaman modern, tokoh yang dilahirkan setelahzaman Meiji (1868), ketika ditulis dalam huruf Latin, selalu menggunakan urutan nama Barat: nama pemberian + marga. Ketika ditulis dalam kanji selalu menggunakan urutan marga + nama pemberian.
Contoh: Junichiro Koizumi (小泉 純一郎code: ja is deprecated , Koizumi Jun'ichirō)
Perhatian: Pada 2019, Pemerintah Jepang mengimbau masyarakat dunia untuk menulis nama orang Jepang sesuai dengan urutan penulisan nama lokal.
Penulisan nama sesuai alih aksara Hepburn, termasuk pemakaian makron untuk menandai bunyi vokal panjang harus dihindari.
Selalu gunakan nama resmi dalam huruf Latin yang dipakai oleh tokoh tersebut.
Selalu gunakan nama yang lazim dipakai di luar Jepang ketika tokoh tampil dalam forum internasional, atau nama yang dipakai dalam pemberitaan di media massa.
Bila nama sesuai nomor 1 dan 2 tidak ada, gunakan bentuk alih aksara Hepburn.
Nama tokoh sejarah
Nama tokoh sejarah yang lahir sebelumzaman Meiji (sebelum 1868) selalu menggunakan susunan penulisan nama tradisional Jepang: marga di depan, diikuti nama pemberian. Konvensi ini juga berlaku untuk nama-nama tokoh dalam mitologi Jepang dan cerita rakyat.
Contoh: Tokugawa Ieyasu (徳川 家康code: ja is deprecated ) bukan Ieyasu Tokugawa.
Ejaan dengan makron dipakai untuk nama tokoh sejarah dengan pertimbangan bila nama tersebut lazim dipakai dalam jurnal akademis dan literatur sejarah.
Contoh: Chōsokabe Motochika (長宗我部 元親code: ja is deprecated ) bukan Chousokabe Motochika atau Chosokabe Motochika.
Nama pena/nama alias
Bila seorang penulis, pemeran, artis, atlet atau seniman dikenal dengan nama pena/nama alias, gunakan nama pena/nama alias, dan jangan gunakan nama asli. Cantumkan juga nama-nama alias lainnya yang pernah dipakai.
Walaupun tokoh tersebut lahir setelah zaman Meiji (1868), nama pena/nama alias selalu ditulis dengan urutan marga + nama pemberian, misalnya:
Edogawa Rampo (江戸川 乱歩code: ja is deprecated ), bukan Rampo Edogawa.
Bila nama asli tokoh tersebut diketahui/diumumkan kepada publik, halaman pengalihan harus dibuat dari nama asli.
Nama kaisar
Nama untuk kaisar yang bertahta, yaitu Kaisar Akihito, dapat ditulis sebagai Akihito saja.
Nama Kaisar Hirohito atau Hirohito saja, adalah lebih lazim digunakan di dunia internasional daripada gelar anumertanya Kaisar Shōwa.
Nama kaisar Jepang sebelum Kaisar Hirohito, termasuk kaisar-kaisar dari Istana Utara dan Istana Selatan pada zaman Nanboku-cho, harus ditulis dalam bentuk [[Kaisar {nama}]], yang merupakan terjemahan dari nama anumerta. Huruf K dalam Kaisar harus ditulis dengan huruf kapital, sebab kata Kaisar bukanlah gelar, melainkan bagian tidak terpisahkan dari nama.
Nama badan dan produk
Nama badan, perusahaan, dan produk
Hormati penulisan nama menurut ejaan diingini oleh pihak pemilik nama.
Bila badan tersebut sudah tidak ada, nama badan ditulis menurut alih aksara Hepburn.
Judul anime/manga
Judul atau nama tokoh dalam artikel mengenai anime/manga ditulis mengikuti versi terjemahan anime/manga yang beredar di Indonesia (ō ditulis ou atau oo, dan ū ditulis uu). Alih aksara Hepburn hanya dipakai bila versi terjemahan belum atau tidak ada.
Judul buku, lagu, album, dan media lain
Judul buku, lagu, album, film, atau permainan video produksi Jepang sering ditulis dalam huruf Latin (huruf besar semua atau huruf kecil semua) ditambah tanda baca dan simbol yang lazim dalam bahasa Jepang. Di Wikipedia Bahasa Indonesia, kapitalisasi dan penggunaan simbol-simbol secara berlebihan sebaiknya dihindari.
Di Wikipedia bahasa Jepang, penulisan judul seperti diingini penulis, artis, atau produser dipertahankan, misalnya:
Best: First Things atau Best (First Things). Penggunaan tanda 〜 (nami dash) yang menunjukkan anak judul, diganti dengan : (titik dua) atau tanda kurung.
Maze (lagu). Penggunaan tanda ・ (nakaguro) sebagai pemisah antarkata diabaikan, atau diganti dengan koma.
Nama-nama kuil selalu ditulis sesuai alih aksara Hepburn, tambahkan tanda hubung sebelum bō (坊), dō (堂), in (院), ji (寺), gū (宮), sha (社), dan tera/dera (寺).
Untuk kuil Shinto, gunakan kata Kuil untuk menggantikan jinja (神社), jingū (神宮), dan myōjin (明神). Gunakan nama umum dan bukan nama resmi kuil.
Catatan: Dalam bahasa Jepang, nama kedua stasiun tersebut ditulis dalam aksara kanji yang berbeda, dan dilafalkan berbeda: 古部駅 (Kobe-eki) dan 神戸駅 (Kōbe-eki atau Koube-eki).
Bila ada dua perusahaan/jalur kereta api atau lebih menggunakan nama stasiun yang sama, tambahkan nama perusahaan kereta api di dalam tanda kurung. Bandingkan: