Ringkasan halaman ini: Saat memilih judul artikel tentang flora, ikuti penggunaan dalam sumber tepercaya atau gunakan nama ilmiah terkini. Hindari menggunakan nama umum kecuali terdapat nama umum yang dengan tepat merujuk pada organisme yang dibahas dalam artikel atau organisme tersebut memiliki kegunaan dalam bidang pertanian, hortikultura, ekonomi, atau budaya yang membuatnya lebih menonjol di luar ranah botani.
Halaman ini menjelaskan pedoman Wikipedia dalam memilih judul artikel untuk artikel mengenai tumbuhan dan bentuk kehidupan lain yang diatur oleh ICNafp (alga, fungi, sianobakteri). Halaman ini juga dapat dijadikan rujukan dalam memilih judul untuk artikel mengenai prokariota, mengingat kesamaan antara ICNP dan ICNafp hingga tersedia halaman khusus yang lebih tepat.
Prinsip
Prinsip utama pedoman ini adalah mengikuti penggunaan dalam sumber tepercaya. Dalam sebagian besar kasus, ini berarti menggunakan nama ilmiah terkini. Alasannya, karena sebagian besar tumbuhan hanya menjadi perhatian akademis bagi para botanis, dan para botanis hampir selalu memakai nama ilmiah dalam karya terbitan mereka. Sebaliknya, bila suatu tumbuhan juga menarik perhatian di luar ranah botani—misalnya karena memiliki nilai pertanian, hortikultura, atau makna budaya—nama umum bisa jadi lebih sering dipakai.
Prinsip lain yang digunakan di sini mencakup ketepatan dan konsistensi. Keduanya semakin memperkuat alasan penggunaan nama ilmiah, dan yang terakhir membantu menciptakan standarisasi pada beberapa poin ortografi tertentu.
Aspek praktis lainnya mencakup menghindari sengketa[1] dan pengurutan kategori.[2]
Pedoman
Berdasarkan prinsip di atas, maka pedoman berikut diterapkan:
Nama ilmiah digunakan sebagai judul artikel dalam semua kasus, kecuali bila tumbuhan tersebut memiliki peran atau kegunaan dalam bidang pertanian, hortikultura, ekonomi, atau budaya yang membuatnya lebih menonjol di luar ranah botani; contohnya apel, flaks, mawar. Pengecualian ini ditentukan secara kasus per kasus melalui diskusi hingga tercapai konsensus.
Perlu dicatat bahwa sering kali harus dibedakan antara takson tumbuhan dan produk tumbuhan, sehingga keduanya tidak perlu dibahas dalam satu artikel. Misalnya, ada artikel terpisah tentang anggur (buah yang dapat dimakan) dan Vitis vinifera (spesies tumbuhan yang paling sering menghasilkan anggur). Jika diputuskan untuk memisahkannya, artikel tentang takson harus memakai nama ilmiah.
Pemisahan semacam ini sangat dianjurkan bila tidak ada korespondensi satu lawan satu antara takson tumbuhan dan produk tumbuhan. Contohnya, Kubis brussel, kubis, dan brokoli semuanya berasal dari spesies Brassica oleracea; sementara beberapa spesies Oryza menghasilkan beras.
Semua nama umum dan nama ilmiah sinonim yang disebutkan dalam artikel harus dimasukkan ke salah satu jenis halaman berikut:
Sebagai alternatif, hatnote mungkin perlu ditambahkan bila sudah ada topik utama yang ditetapkan untuk nama tersebut (misalnya geranium, Myroxylon).
Pedoman penamaan organisme menyebutkan bahwa nama umum dalam bahasa Indonesia ditulis dengan huruf kecil, kecuali bila mengandung nama diri. Contohnya putat sungai, tetapi ditulis kapital untuk jambu Semarang. Nama orang hanya ditulis kapital bila merujuk pada individu tertentu; misalnya untuk Arum maculatum, nama dalam bahasa Indonesia mencakup Adam and Eve dan jack in the pulpit – kata "jack" di sini tidak merujuk pada orang tertentu. Nama umum dalam bahasa Indonesia harus diberi sumber sebagaimana informasi lain dalam artikel. Buat pengalihan dari variasi kapitalisasi lain atas nama Indonesia yang digunakan sebagai judul artikel.
Kebijakan Wikipedia:Judul artikel memiliki bagian berjudul "Gunakan nama yang umum dikenali", yang lebih sering disebut dengan pintasan: WP:COMMONNAME. Penting untuk tidak mencampuradukkan konsep COMMONNAME di Wikipedia dengan nama umum (atau vernakular) tumbuhan. Dalam kebijakan ini, kata "common" merujuk pada "nama yang paling sering digunakan", bukan "nama yang dipakai oleh orang kebanyakan".
Umumnya, nama ilmiah suatu tumbuhan justru menjadi COMMONNAME (yakni yang paling sering digunakan dalam sumber tepercaya). Misalnya: suatu jenis tumbuhan bisa punya dua nama vernakular berbeda di dua wilayah. Namun karena kedua wilayah itu juga menyebut tumbuhan tersebut dengan nama ilmiah Latinnya, maka nama ilmiah tersebut sebenarnya lebih sering dikenali dibandingkan nama vernakular manapun.
Jika sebuah takson hanya memiliki satu anggota, maka takson dan anggotanya biasanya dibahas dalam satu artikel. Dalam kasus seperti ini, judul artikel dipilih dari antara "peringkat utama" yang ditetapkan oleh Kode Tata Nama. Peringkat yang relevan adalah:
Subordo yang hanya memiliki satu famili dibahas dalam artikel famili tersebut.
Divisi dalam famili (subfamili, tribus, dan subtribus) yang hanya memiliki satu genus dibahas dalam artikel genus tersebut.
Divisi dalam sebuah genus (subgenus, seksi, subseksi, seri, subseri) yang hanya memiliki satu spesies dibahas dalam artikel spesies tersebut.
Namun, karena genus lebih dikenal dibanding peringkat lain (dan famili lebih dikenal dibanding ordo):
Sebuah famili atau ordo dengan hanya satu genus dibahas dalam artikel genus tersebut.
Sebuah genus dengan hanya satu spesies dibahas dalam artikel genus itu. (Lihat Template:Speciesbox#Monospecific genera untuk penggunaan taksoboks bagi genus monotipe yang ditempatkan di artikel nama genus.)
Sebuah ordo dengan hanya satu famili dibahas dalam artikel famili tersebut.
Dalam semua kasus ini, buatlah pengalihan (redirect) dari peringkat yang tidak memiliki artikel tersendiri, dan cantumkan dalam teks pembuka dengan huruf tebal.
Namun, jika nama suatu takson monotipe juga digunakan untuk topik lain, biasanya lebih tepat menggunakan nama binomial sebagai bentuk disambiguasi alami, daripada membuat artikel dengan istilah disambiguasi dalam tanda kurung. Misalnya, Alberta magna lebih alami sebagai istilah pencarian dibanding Alberta (tumbuhan).
Catatan
↑Banyak perdebatan dipicu oleh tumbuhan yang lebih dikenal di luar wilayah aslinya dan disebut dengan nama berbeda sebagai tumbuhan asli maupun invasif. Saat konvensi ini pertama kali diterapkan, hal ini menjadi persoalan besar, begitu pula soal kapitalisasi.
↑Nama Latin tidak memerlukan sortkey rumit untuk menyatukan tumbuhan yang berkerabat dalam kategori non-taksonomi.