Saya ingin mengajukan evaluasi penghapusan untuk tokoh Yade Setiawan Ujung. Saat ini tokoh tersebut telah memiliki banyak pembaruan karier/prestasi signifikan dan didukung oleh referensi baru yang kredibel dan independen. Draf artikel yang telah diperbarui dengan referensi lengkap dapat dilihat di . Mohon pertimbangan dari para pengurus. Terima kasih.. Amaralpabet (bicara) 19 Mei 2026 03.11 (UTC)
Mohon izin menindaklanjuti. Sudah 48 hari sejak pengajuan 19 Mei dan sudah saya balas argumen "sekilas" pada 26 Juni dengan 4 sumber profil mendalam. Draf di Pengguna:Amaralpabet/Yade_Setiawan_Ujung sudah lengkap.
Draf artikel sudah saya buat di Pengguna:Amaralpabet/Yade_Setiawan_Ujung dengan 6 referensi media nasional independen: Tribunnews, SINDOnews, Beritasatu, Liputan6, Media Indonesia, dan detikcom.
Sepertinya subjek tersebut hanya disebutkan secara sekilas dan tidak memiliki kontribusi signifikan. PinkashNgobrol yuk 25 Juni 2026 09.56 (UTC)
Terima kasih untuk tanggapannya, Pinkash. Izin menjelaskan: subjek memang memiliki 6 sumber nasional yang tidak sekilas, tapi membahas khusus:
SINDOnews, 20 Mar 2026: artikel profil berjudul "Profil Brigjen Pol Yade Setiawan Ujung, Lulusan Akpol 2000 yang Miliki Karier Cemerlang" — seluruh artikel membahas biografi, pendidikan, dan jenjang karier, bukan sekadar menyebut nama.[1]
Beritasatu, 21 Mar 2026: "Ketekunan dan Disiplin Antar Yade Raih Jenderal Bintang Satu" — fokus pada analisis perjalanan karier dari Kapolsek hingga Brigjen, dengan kutipan narasumber.[2]
Liputan6, 17 Apr 2024: "Kupas Detail Penanganan Covid-19, Mantan Kapolres Malang Kombes Yade Setiawan Ujung Lulus Doktor di Unpad" — membahas disertasi & inovasi Operasi Aman Nusa II yang kemudian dibukukan.[3]
Media Indonesia, 18 Apr 2024: "Inovasi Kepolisian atas Penanganan Pandemi Jadi Kunci Keberhasilan dari Operasi Aman Nusa II" — menjadikan penelitiannya sebagai studi kasus nasional.[4]
Ini memenuhi WP:TOKOH bagian "Mendapat publikasi berulang kali dari banyak sumber tepercaya" dan untuk tokoh militer: "harus telah dikenal secara luas secara nasional, dan memiliki pencapaian yang signifikan". Pencapaian: 1) Jenderal bintang satu termuda Akpol 2000, 2) Polres Malang WBBM 2019, 3) Disertasi Covid-19 yang dibukukan & jadi rujukan nasional.
Sepertinya referensi tersebut hanya membahas sekilas saja. Tetap saja, referensi nomor dua sampai empat, hanya sebatas membahas jajaran kepolisian saja, bukan satu subjek yang dibahas ini. PinkashNgobrol yuk 10 Juli 2026 06.39 (UTC)
ditambah, hanya memperoleh gelar dan sudah tidak menjabat lagi sebeagai kapolres Malang PinkashNgobrol yuk 10 Juli 2026 06.43 (UTC)