Bukefala dan Nikaia adalah dua kota yang didirikan oleh Aleksander Agung(gambar) pada kedua sisi Sungai Hydaspes (kini Sungai Jhelum, Pakistan) selama invasinya ke anak benua India. Kedua kota tersebut, di antara sekian banyak kota yang didirikan oleh Aleksander, dibangun tidak lama setelah kemenangannya atas raja India Puru dalam Pertempuran Sungai Hydaspes pada awal tahun 326SM. Tidak diketahui secara pasti pemukiman mana yang menyandang nama Bukefala maupun Nikaia. Kota yang terletak di sisi timur Sungai Hydaspes, yang dibangun di lokasi pertempuran, kemungkinan besar bernama Nikaia (dari nike, terj. har. 'kemenangan'), sementara kota di sisi barat Sungai Hydaspes kemungkinan diambil dari nama kuda Aleksander, Bukefalus, yang mati saat atau setelah pertempuran. Pembangunan Bukefala dan Nikaia diawasi oleh Krateros, salah satu jenderal utama Aleksander. Kedua kota tersebut sejak awal berdirinya telah mengalami kerusakan akibat hujan muson Asia Selatan. Bukefala tampaknya memiliki jejak sejarah yang lebih menonjol daripada Nikaia. Kota ini disebutkan oleh Plinius Tua dan Ptolemaeus, serta muncul dalam manuskrip abad ke-1 M Periplus Maris Erythraei dan peta Tabula Peutingeriana. Meskipun letak pastinya tidak diketahui, terdapat dugaan kuat bahwa Bukefala terletak di dekat Jalalpur modern, sementara Nikaia diperkirakan terletak di seberang sungai dekat Mong saat ini. (Selengkapnya...)