Watumaeta berbatasan langsung dengan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL). Pada tahun 1978, saat batas-batas TNLL telah ditentukan, sebagian wilayah Watumaeta (Powanuangaa[a]) dimasukkan ke dalam TNLL.
Sejarah
Jauh sebelum dihuni, Watumaeta merupakan lokasi berburu rusa dan kerbau untuk orang-orang dari Wuasa, Sedoa, dan Kulawi. Permukiman pertama berasal dari awal 1930-an, ketika para keluarga dari Sedoa dan Wuasa membersihkan hutan untuk membuat lahan kering (ladang). Penduduk asli Watumaeta adalah kelompok etnisNapu (atau To Pekurehua). Pada masa lalu, orang-orang Watumaeta menjalin hubungan dagang dengan tiga wilayah: ke Tambarana (Poso Pesisir Utara) melalui Danau Patawu di Timur Laut, ke Danau Lindu dan daerah lain di Kulawi (wilayah misi misionaris Bala Keselamatan), serta ke Poso. Watumaeta secara resmi didirikan sebagai desa pada tahun 1950 setelah menjadi dusun Sedoa selama sekitar 20 tahun.[3]
Catatan
↑Powanuangaa (hutan waris, bahasa Inggris:endowment forestcode: en is deprecated ) diyakini merupakan bekas lokasi permukiman purba. Meskipun demikian, tidak ada yang dapat menjelaskan kapan atau mengapa permukiman tersebut diabaikan.
BPS (2016a). Kabupaten Poso dalam Angka 2016(PDF). Poso: Badan Pusat Statistik Kabupaten Poso. Diarsipkan dari asli(PDF) tanggal 2016-08-28. Diakses tanggal 2017-08-21.; Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
Sunito, Melani-Abdulkadir (2004). "Orang Kampung and Pendatang: Analysis of Demographic Structure and Migration in Two Forest-Margin Villages, Central Sulawesi". Dalam Gerold, Gerhard; Fremerey, Michael; Guhardja, Edi (ed.). Land Use, Nature Conservation and the Stability of Rainforest Margins in Southeast Asia. Berlin: Springer-Verlag. hlm.89–103. doi:10.1007/978-3-662-08237-9. ISBN978-3-662-08237-9.Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)