Waraqah bin Naufal (bahasa Arab:ورقة بن نوفلcode: ar is deprecated ) adalah seorang cendekiawan dari suku Quraisy pada akhir abad ke-6 Masehi. Ia merupakan penganut Nasrani sekaligus orang yang pertama kali menyatakan kerasulan pada diri Muhammad.
Waraqah bin Naufal merupakan seorang cendekiawan dari kalangan Nasrani. Ia dikenal memiliki banyak pengetahuan mengenai kitab-kitab Nasrani dan kitab-kitab agama Yahudi.[1] Waraqah bin Naufal pernah menulis buku dan Injil dalam bahasa Ibrani selama masa jahiliah sebelum menua dan menjadi buta.[5]
Waraqah bin Naufal merupakan salah satu tokoh yang diketahui telah menantikan kedatangan seorang rasul di Semenanjung Arab.[6] Ia menjadi orang pertama yang menyatakan kenabian atas Muhammad ketika mengadakan pertemuan dengan Khadijah yang ditemani oleh budaknya yaitu Maisarah.[7] Dalam pertemuannya dengan Khadijah, Waraqah menyatakan bahwa Namus telah mendatangi Muhammad dan merupakan pertanda kenabian karena Namus juga mendatangi Musa sebagai pertanda kenabian.[8] Namus yang dimaksud oleh Waraqah bin Naufal adalah malaikat yang disebut Jibril.[9]
Waraqah bin Naufal pernah bertemu sekali dengan Muhammad di Ka'bah sebelum Muhammad mengadakan dakwah secara terang-terangan.[10] Namun ia meninggal pada tahun keempat sejak Muhammad mulai mengajarkan tentang Islam. Ketika Waraqah bin Naufal meninggal, Muhammad baru akan mulai mengadakan dakwah secara terang-terangan.[11] Tahun kematiannya adalah tahun 611.[12]
↑Al-Abyasi, Ibrahim (1996). Murad, A. (ed.). Sejarah Al-Qur'an (Ta'rikh Al-Quran)(PDF). Diterjemahkan oleh Harun, Ramli. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. hlm.7–8. ISBN979-459-652-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (2013). "Nabi Muhammad SAW Bertemu Pendeta"(PDF). Majalah Mimbar Pembangunan Agama. 318 (1): 24–25.