Wajib belajar atau wajib sekolah adalah program pendidikan dengan minimal rentang waktu tertentu yang wajib diikuti oleh semua orang, yang pelaksanaannya menjadi tanggung jawab pemerintah dan pemerintah daerah. Pendidikan dapat dilakukan di sekolah yang terdaftar atau sekolah swasta.
Program wajib belajar mengharuskan setiap individu untuk wajib bersekolah atau orang tua wajib menyekolahkan anaknya dengan rentang waktu tertentu.[1]
Di Indonesia, program wajib belajar telah mengalami beberapa kali perubahan.
Awalnya, program ini dikenal sebagai wajib belajar 6 tahun, kemudian berkembang menjadi wajib belajar 9 tahun, dan saat ini, pemerintah sedang berupaya untuk mewujudkan wajib belajar 12 tahun bahkan 13 tahun.
Tujuan
Program wajib belajar bertujuan untuk memberikan pendidikan dasar kepada setiap warga negara agar memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk mengembangkan potensi diri dan berpartisipasi aktif dalam masyarakat. Selain itu, wajib belajar juga memiliki beberapa tujuan lain yaitu:
Memberikan pendidikan dasar kepada seluruh warga negara.
Menjamin akses pendidikan yang terjangkau bagi seluruh warga negara.
Menyediakan tenaga pengajar yang berkualitas.
Melakukan pengawasan dan evaluasi pelaksanaan program wajib belajar.
Tantangan
Pelaksanaan program wajib belajar juga menimbulkan berbagai macam tantangan yaitu:
Keterbatasan infrastruktur pendidikan di beberapa daerah.
Kurangnya tenaga pengajar yang berkualitas.
Masalah sosial ekonomi yang memengaruhi partisipasi siswa.
Perlu adanya hukum yang kuat untuk mendukung pelaksanaan wajib belajar 12 tahun dan 13 tahun.
Meskipun terdapat berbagai macam tantangan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kualitas dan pemerataan pendidikan melalui program wajib belajar. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa setiap warga negara Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan berkualitas.[3]
Van Horn Melton, J. (1988). Absolutism and the Eighteenth-Century Origins of Compulsory Schooling in Prussia and Austria Cambridge: Cambridge University Press.