Wahyu 14 (disingkat "Why 14") adalah bagian dari Wahyu kepada Yohanes, kitab terakhir dalam Perjanjian Baru di AlkitabKristen.[1][2] Buku ini secara tradisional dikaitkan dengan Rasul Yohanes,[3][4] tetapi identitas pasti dari penulisnya masih menjadi titik perdebatan akademis.[5] Bab ini berisi kisah tentang Anak Domba dengan 144.000 pengikut, tiga pekabaran malaikat dan suara dari surga, serta panen bumi dan hasil panen bumi.[6]Pekabaran Tiga Malaikat dalam ayat 6 sampai 12 membentuk fitur utama dari pengajaran dan misi Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh: "Jadikanlah murid-murid Yesus Kristus yang hidup sebagai saksi-saksi-Nya yang penuh kasih dan beritakan kepada semua orang Injil abadi dari Pekabaran Tiga Malaikat sebagai persiapan untuk kedatangan-Nya yang segera".[7] Pengarangnya diyakini adalah Yohanes bin Zebedeus, seorang dari Keduabelas RasulYesusKristus.[8][9][10]
Dan aku melihat: sesungguhnya, Anak Domba berdiri di bukit Sion dan bersama-sama dengan Dia seratus empat puluh empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama-Nya dan nama Bapa-Nya.[11]
Ayat 6
Dan aku melihat seorang malaikat lain terbang di tengah-tengah langit dan padanya ada Injil yang kekal untuk diberitakannya kepada mereka yang diam di atas bumi dan kepada semua bangsa dan suku dan bahasa dan kaum.[12]
Ayat 8
Dan seorang malaikat lain, malaikat kedua, menyusul dia dan berkata:
"Sudah rubuh, sudah rubuh Babel, kota besar itu, yang telah memabukkan segala bangsa dengan anggur hawa nafsu cabulnya."[13]
↑Willi Marxsen. Introduction to the New Testament. Pengantar Perjanjian Baru: pendekatan kristis terhadap masalah-masalahnya. Jakarta:Gunung Mulia. 2008. ISBN 9789794159219.
↑John Drane. Introducing the New Testament. Memahami Perjanjian Baru: Pengantar historis-teologis. Jakarta:Gunung Mulia. 2005. ISBN 9794159050.
↑C. Groenen. 1984. Pengantar ke Dalam Perjanjian Baru. Yogyakarta: Kanisius. Hlm.394-398.