Vitex/ˈvaɪtɛks/[3] atau pohon alaban (bahasa Inggris : chastetree) adalah sebuah genus tumbuhan berbunga dalam keluarga lavender (Lamiaceae). Genus ini terdiri dari sekitar 250 spesies tumbuhan.[4][5]
Spesiesnya berasal dari daerah tropis dan subtropis, dengan beberapa spesies di daerah beriklim sedangEurasia dan satu di Selandia Baru.[2][6]
Sekitar 18 spesiesnya dibudidayakan. V. agnus-castus dan Vitex negundo sering ditanam di daerah beriklim sedang. Sekitar enam spesies lainnya sering ditanam di daerah tropis.[7] Sebagian besar spesies yang dibudidayakan berfungsi sebagai tanaman hias. Beberapa diantaranya menghasilkan kayu balok yang berharga. Dahan yang fleksibel dari beberapa spesies digunakan dalam menenun keranjang.[6] Beberapa spesies aromatik digunakan sebagai obat[7][8] atau untuk mengusir nyamuk.[7]
Genus ini dinamai oleh Carl Linnaeus dalam Species Plantarum pada tahun 1753.[9]Vitex adalah nama yang digunakan oleh Plinius Tua untuk spesies V. agnus-castus. Kata vitex berasal dari bahasa Latin vieo ("menenun" atau "mengikat"), merujuk pada penggunaan V. agnus-castus dalam pembuatan penganyaman keranjang.[10]
Sebagai hasil studi filogenirangkaian DNA, Vitex adalah salah satu dari beberapa genus yang dipindahkan dari Verbenaceae ke Lamiaceae pada tahun 1990-an. Ini adalah genus terbesar di subfamili Viticoideae dalam famili Lamiaceae.[4] Pengambilan sampel takson dalam studi filogeni molekuler tidak pernah cukup untuk menguji monofili Viticoideae, tetapi secara umum dianggap sebagai kelompok yang tidak wajar.[11] Subfamili tersebut mungkin polifili, dengan genus Premna, Gmelina, dan Cornutia merupakan satu klad, dan dengan Vitex, Petitia, Pseudocarpidium, dan Teijsmanniodendron merupakan klad lainnya.[12]