Vanadium(III) oksida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia V2O3. Senyawa ini memiliki wujud padatan berwarna hitam yang dibuat dengan mereduksi V2O5 dengan hidrogen atau karbon monoksida.[3][4] Senyawa ini merupakan oksida basa yang larut dalam asam menghasilkan larutan kompleks vanadium(III).[4] V2O3 memiliki struktur korundum.[4] Senyawa ini bersifat antiferomagnetik dengan suhu kritis 160K. Di bawah suhu tersebut, terjadi perubahan konduktivitas secara tiba-tiba dari logam menjadi insulasi.[5] Hal ini juga mengubah struktur kristalnya menjadi grup ruang monoklinik: C2/c.[1]
Setelah terpapar udara, senyawa ini secara bertahap akan berubah menjadi V2O4 yang berwarna nila kebiruan.[5]
Di alam, senyawa ini ditemukan sebagai mineral langka karelianit.[6]
123R. Robie, B. Hemingway, and J. Fisher, “Thermodynamic Properties of Minerals and Related Substances at 298.15K and 1bar Pressure and at Higher Temperatures,” US Geol. Surv., vol. 1452, 1978.
↑Handbook of Preparative Inorganic Chemistry, 2nd Ed. Disunting oleh G. Brauer, Academic Press, 1963, NY. Vol. 1. hlm. 1267.
123Greenwood, Norman N.; Earnshaw, A. (1997), Chemistry of the Elements (Edisi 2), Oxford: Butterworth-Heinemann, ISBN0-7506-3365-4 Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
12E.M. Page, S.A.Wass (1994), Vanadium: Inorganic and Coordination chemistry, Encyclopedia of Inorganic Chemistry, John Wiley & Sons, ISBN0-471-93620-0