Riwayat yang diriwayatkan dalam literatur Syiah Zaidiyah dan Sunni melalui Abu Sa'id al-Khudri menyebutkan bahwa Ali menamai putranya, Utsman bin Ali, berdasarkan nama Khalifah Utsman bin Affan. Sementara itu, terdapat riwayat lain yang dinilai tidak dapat dipercaya yang menyebutkan bahwa Ali menamai putranya berdasarkan Utsman bin Mazh'un.[a][2]
Tahun kelahirannya tidak diketahui. Utsman hidup hingga terbunuh bersama saudara kandungnya dan saudara seayahnya, al-Husain bin Ali, dalam Pertempuran Karbala.[3] Ia dipanah oleh Khauli bin Yazid al-Ashbahi, kemudian ditangkap dan dibunuh oleh seorang laki-laki dari Bani Aban bin Darim yang selanjutnya membawa kepalanya.[4] Utsman tidak pernah menikah dan tidak memiliki keturunan.[5]
Catatan
↑Hal ini bukan berarti Ali tidak menghormati atau membenci Utsman bin Mazh'un. Yang dimaksud hanyalah bahwa tidak terdapat riwayat yang sahih yang menyebutkan bahwa Ali menamai putranya berdasarkan nama Utsman bin Mazh'un.
Referensi
↑Prof. Dr. Ali Muhammad Ash-Shalabi. Biografi Ali bin Abi Thalib. Pustaka Al-Kautsar. hlm. 30. Diarsipkan dari asli tanggal 2022-03-03. Diakses tanggal 2022-03-03.