Lorong Waktu
Asal muasal Ustaz Addin tidak diketahui secara pasti. Ia sudah menjadi seorang anak yatim-piatu sejak masih kecil dan kemudian dirawat serta dibesarkan oleh Haji Husin yang kemudian menganggap Addin sebagai anak angkatnya karena Haji Husin sendiri tidak memiliki anak.
Dibawah didikan Haji Husin, Addin tumbuh menjadi pemuda yang selain taat menjalankan perintah agama juga menjadi seorang yang terdidik secara profesional di bidang teknik rekayasa komputer. Ia kemudian merancang dan memulai proyek mesin waktu yang ia namai "lorong waktu" dengan harapan bisa membantu perdamaian dunia. Meskipun sering mengalami kegagalan di beberapa ujicoba awal, berkat kegigihan dan kesabaran akhirnya proyek lorong waktu Addin bisa berjalan dengan baik meskipun pada awal pengirimannya ia sempat tidak sengaja mengirim santri ciliknya yang bernama Zidan ke tahun 1945 dan kemudian melibatkan juga Haji Husin sebagai sukarelawan untuk membantu menyelamatkan Zidan.[2][3]
Pada musim pertama, Addin berteman dengan dua orang gadis yang memiliki ketertarikan kepadanya yaitu Aura yang merupakan teman semasa kuliah dan Lestari. Karakter Addin yang kaku dan tidak peka terhadap perasaan perempuan membuatnya harus merelakan kedua gadis tersebut yang menikah dengan orang lain dan hal ini disesalkan oleh Haji Husin selaku orang tua angkatnya yang berharap Addin bisa secepatnya menikah dan memberikan seorang cucu.[4]
Pada musim kedua, Addin berkenalan dengan Sabrina yang sebelumnya ditemui Haji Husin dan Zidan di lorong waktu. Haji Husin sempat mengira Addin mencoba merebut calon pujaan hatinya sebelum akhirnya mengalah setelah dirinya melaksanakan petunjuk yang ia dapat lewat ibadah shalat istikharah.[5] Pada akhirnya Addin memutuskan memilih Sabrina setelah sempat keduanya saling dingin akibat ulah Addin yang mencoba mengetes emosi Sabrina lewat pertemanannya dengan Intan, gadis lain yang juga merupakan teman Addin semasa masih anak-anak. Haji Husin sendiri membantu proses lamaran Addin kepada Sabrina di akhir musim.
Pada musim ketiga, Addin diceritakan masih sedikit kaku dan kurang percaya diri dalam menjalani peran barunya sebagai kepala keluarga. Sabrina sendiri sempat mengeluhkan hal ini kepada Haji Husin dan Haji Husin lantas kemudian meminta Addin untuk lebih rileks dan bersabar dalam menjalani hidup barunya yang tidak mudah. Pada musim ketiga ini juga diketahui bahwa Sabrina tengah mengandung anak pertamanya.
Di musim keempat, Addin diceritakan sempat berkeinginan untuk melakukan poligami, sebuah hal yang meski dalam ajaran agama diperbolehkan tetapi Sabrina menolaknya karena ia merasa Addin sendiri belum bisa berbuat sepenuhnya adil dalam hal rumah tangga dan pekerjaan. Usai mendengar petuah dari Haji Husin, Addin pun akhirnya membatalkan niatnya untuk berpoligami.
Di musim kelima, anak Addin lahir dan diberi nama Firdaus. Untuk musim keenam atau terakhir, Addin dan Sabrina bahu membahu mendidik anaknya yang sudah memasuki usia sekolah supaya menjadi anak yang disiplin dan berguna untuk masa depannya.