Usep lulus dari Sekolah Pendidikan Guru pada 1966 dan menjadi guru SD di Kadungora, Garut. Dia juga menjadi koresponden untuk mingguan Fusi (1972), Giwangkara (1972-76), harian Pelita (1977-1979), harian Sipatahunan (1979-1980). Ketika hendak dipindahkan menjadi pegawai Dinas Pendidikan dan Kebudayaan di Bandung, dia memilih untuk melepas seragam pegawai negeri sipil dan bekerja penuh sebagai wartawan Pikiran Rakyat sampai pensiun.[2]
Usep sudah mulai menulis, terutama dalam bahasa Sunda, sejak masih duduk di Sekolah Pendidikan Guru. Banyak sajak dan cerita pendeknya yang dimuat di majalah Kalawarta Kudjang, Mangle, Hanjuang, Giwangkara, dan Galura. Kegemarannya ini dia teruskan ketika menjadi guru dan wartawan.[3]
Usep menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Al-Yamin Limbangan Garut, sekitar pukul 09.50 WIB, Rabu, 8 Juli 2020 dan akan dikebumikan di Tempat Pemakaman Umum Kampung Kiaralawang Limbangan.[2]
Karya Sastra
Buku Anak-anak
(dalam bahasa Sunda dan bahasa Indonesia)
Si Ujang Anak Peladang (1973)
Pahlawan-pahlawan Hutan Jati (1974)
Nyi Kalimar Bulan (1982)
Oray Bedul Macok Mang Konod (1983)
Bongbolongan Nasrudin (1983)
Aki Dipa (1983)
Pertaruhan Domba dan Kelinci (1984)
Dongeng-dongeng Araheng (1993)
Kumpulan Sajak
Sebelas Tahun (1979)
Nu Lunta Jauh (1992)
Kumpulan Cerita Pendek
Ceurik Santri (1985)
Nganteurkeun (1986)
Jiad Ajengan (1991)
Sanggeus Umur Tunggang Gunung (2009)
Sapeuting di Cipawening (2010)
Novel
Bentang Pasantren (1983)
BUKU NON FIKSI
"Percikan Hikmah" anekdote Sufistik (1999)
"Zionis Israel di Balik Serangan AS ke Irak" (2003)
Penghargaan
Hadiah Sastra Mangle (1977)
Hadiah Sastra LBSS (Lembaga Basa jeung Sastra Sunda) 1995, untuk puisi.