Universitas Pasundan berdiri pada tanggal 14 November 1960 di Bandung. Keberadaan dan pengembangannya tidak lepas dari tujuan dan cita-cita Paguyuban Pasundan, organisasi yang didirikan pada 20 Juli 1913, yakni pengabdian Paguyuban Pasundan dalam mencerdaskan kehidupan demi kesejahteraan bangsa Indonesia.[1]
Universitas Pasundan memiliki kampus di empat lokasi, yaitu:
Jalan Lengkong Besar Nomor 68 (Kampus I)
Jalan Tamansari Nomor 6-8 (Kampus II dan Gedung Rektorat)
Jalan Dr. Setiabudi Nomor 193 (Kampus III)
Jalan Sumatera Nomor 41 (Kampus IV dan Gedung Pengurus Besar Paguyuban Pasundan)
Identitas
Lambang
Lambang Universitas Pasundan berbentuk perisai segi lima yang di dalamnya terdapat:
Perisai segi lima adalah lambang Pancasila, asas negara yang menjadi pedoman bagi segala usaha serta kegiatan Universitas, diarahkan pada kepentingan negara, bangsa dan agama
Air adalah lambang wanita, keibuan yang tulus dan taqwa kepada Allah Swt., dan berarti pula kesuburan
Bunga Padma adalah lambang kearifan yang mekar indah, abadi, suci sepanjang masa, perlambang kebudayaan
Sayap adalah lambang yang akan membawa pemiliknya ke tingkat yang lebih tinggi demi kemajuan dan kebudayaan
Obor adalah alat penerang yang melambangkan dharma seorang sarjana sebagai juru penerang dan penunjuk jalan yang lurus sesuai dengan ajaran Islam
Kujang adalah senjata pusaka Sunda yang melambangkan kekuatan dan keberanian untuk melindungi hak dan kebenaran yang menjadi tugas ilmu pengetahuan. Kujang tegak lurus ke langit, menyimbulkan ajaran tauhid Islami sebagai sumber dan muara pengabdian
Arti Warna Lambang
Kuning adalah warna jiwa, lambang cahaya, dan kebahagiaan yang menggambarkan kejayaan dan keluhuran budi
Biru adalah lambang bahtera, kedamaian, ketenangan, kepercayaan kepada diri sendiri dan keseimbangan
Coklat adalah lambang tanah Pasundan sebagai pijakan berbudaya
Bendera
Bendera Universitas Pasundan berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar coklat muda serta di tengahnya terdapat lambang dari Universitas Pasundan
Bendera masing-masing Fakultas di Universitas Pasundan berbentuk empat persegi panjang dengan warna dasar:
Pada saat awal pendiriannya, Universitas Pasundan memiliki dua fakultas, yakni Fakultas Hukum dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Fakultas Hukum terdiri atas dua jurusan yakni: Hukum Perdata dan Hukum Pidana, sedangkan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik terdiri atas jurusan-jurusan: Administrasi Negara, Kesejahteraan Sosial, dan Hubungan Internasional. Mengingat kebutuhan masyarakat, selanjutnya dibuka jurusan baru pada dua fakultas tersebut, yakni Jurusan Administrasi Niaga dan Jurusan Ilmu Komunikasi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dan Jurusan Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum. Namun berdasarkan keputusan Konsorsium Ilmu Hukum pada tahun 1993, jurusan-jurusan di Fakultas Hukum ditiadakan. Pada tahun 1961, dibuka fakultas baru, yaitu Fakultas Teknologi dengan jurusan Teknologi Makanan dan Teknik Produksi. Jurusan Teknologi Makanan selanjutnya diubah menjadi Jurusan Teknologi Pangan, dan Jurusan Teknik Produksi kemudian diubah menjadi Jurusan Teknik dan Manajemen Industri. Pertengahan tahun 70-an, dibuka fakultas baru, yakni Fakultas Ekonomi dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.
Universitas Pasundan merupakan perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memiliki CBNU Korea Centre dari Jeonbuk National University yang bertujuan untuk menjadi pusat kegiatan seperti program belajar bahasa korea secara gratis bagi Universitas Pasundan serta program beasiswa bagi para mahasiswa yang ingin mengikuti program gelar ganda.[2]
Universitas Pasundan telah melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi terkemuka di luar negeri, menyelenggarakan pertukaran pelajar ke luar negeri, serta membuka kelas internasional. [3][4][5][6][7][8][9][10][11][12][13][14][15]
Pada tahun 2025, Universitas Pasundan meraih Silver Winner Anugerah Kerja Sama Diktisaintek Kategori Perguruan Tinggi Swasta subkategori Perguruan Tinggi dengan Kerja Sama Industri Terbaik pada ajang Anugerah Diktisaintek 2025 karena berhasil meraih pencapaian tertinggi dan berkontribusi nyata dalam mendukung program Diktisaintek Berdampak yaitu membangun kolaborasi strategis dengan dunia industri.[16]