"Jadi Ia (TUHAN) merendahkan hatimu, membiarkan engkau lapar dan memberi engkau makan manna, yang tidak kaukenal dan yang juga tidak dikenal oleh nenek moyangmu, untuk membuat engkau mengerti, bahwa
manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan TUHAN."[6]
Bagian terakhir dari ayat ini dikutip oleh YesusKristus untuk menjawab cobaan dari Iblis ketika Ia telah berpuasa 40 hari 40 malam di padang gurun dan Iblis menyuruhnya mengubah batu menjadi roti, sesuai catatan Injil Matiuspasal 4:4 dan Injil Lukaspasal 4:4.[7]
Ayat 8
"suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;"[8]
↑W.S. LaSor, D.A. Hubbard & F.W. Bush. Pengantar Perjanjian Lama 1. Diterjemahkan oleh Werner Tan dkk. Jakarta:BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 979-415-815-1, 9789794158159
↑J. Blommendaal. Pengantar kepada Perjanjian Lama. Jakarta:BPK Gunung Mulia, 1983. ISBN 979-415-385-0, 9789794153857