Ujungpangkah adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Gresik. Ujungpangkah terletak di utara serta berbatasan dengan Sidayu di selatan dan Panceng di barat. Pusat kecamatan ini terletak di Desa Pangkahkulon dan Pangkahwetan yang terdapat pasar serta masjid besar. Ujungpangkah dikenal sebagai lokasi muaraBengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Karena letak geografisnya, Ujungpangkah merupakan salah satu sentra perikanan penting di Gresik baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya dengan adanya area tambak yang luas.[1] Ujungpangkah terdapat destinasi wisata populer seperti Wisata Alam Gosari dan Banyuurip Mangrove Center.[2] Sedangkan dari sektor pertambangan terdapat tambang kapur yang luas di beberapa desa seperti Sekapuk, dan di lepas pantai utara terdapat cadangan migas Blok Pangkah yang saat ini dikelola PGN Saka.[3][4]
Geografi
Peta administrasi Ujungpangkah
Ujungpangkah adalah kecamatan yang terletak di Kabupaten Gresik bagian utara. Geografinya berupa dataran rendah dan berbatasan dengan Laut Jawa. Bagian pesisirnya didominasi oleh kawasan mangrove dan tambak dengan komoditas utamanya yaitu udang dan bandeng.[1] Sedangkan lahan lainnya dimanfaatkan untuk pertanian dengan komoditas yang bervariasi seperti mangga, jeruk nipis, hingga singkong.[5]
Burung pelikan / undan di mangrove Ujungpangkah
Muara Bengawan Solo
Ujungpangkah dikenal sebagai lokasi muaraBengawan Solo yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa. Sungai tersebut membentang dari Jawa Tengah dan mengalir ke timur. Di bagian muara sungai, terjadi sedimentasi besar-besaran yang membentuk daratan baru yang disebut delta. Delta sungai saat ini sebagian besar dimanfaatkan untuk budidaya tambakudang dan bandeng. Sedangkan sisanya ditumbuhi mangrove secara alami dan memiliki keanekaragaman biota yang tinggi terutama burung.[6]
Muara Bengawan Solo pada zaman dahulu tidak berada di Ujungpangkah. Aliran sungai yang sekarang merupakan hasil proyek Pemerintah Hindia Belanda pada abad ke-19 untuk mencegah pendangkalan perairan di Selat Madura yang dapat menghambat pelayaran menuju Surabaya. Awalnya muara sungai berada di Mengare (Kecamatan Bungah) di sebelah timur. Kemudian dibangun kanal yang lurus ke arah utara melewati Sidayu dan berakhir di Ujungpangkah.[7]
Batas wilayah Kecamatan Ujungpangkah adalah sebagai berikut:[8]