Kabupaten Tulang Bawang adalah kabupaten di Provinsi Lampung, Indonesia. Ibu kotanya adalah Kecamatan Menggala. Kabupaten Tulang Bawang memiliki luas wilayah sebesar 3.466,32km, dengan penduduk sebanyak 433.570 jiwa (2024). Secara umum wilayah Kabupaten Tulang Bawang berada di dataran rendah. Ketinggian wilayah ini bervariasi antara 2 Mdpl s/d 44 Mdpl.[5]
Nama Tulang Bawang diambil dari Sungai Tulang Bawang yang mengalir di wilayah ini dan melintasi ibukota kabupaten di Menggala. Komoditas perikanan tambak berada di wilayah pesisir seperti kawasan Bumi Dipasena, Kecamatan Rawajitu Timur. Pada masa kejayaannya di tahun 1990an, Bumi Dipasena dikenal sebagai salah satu penghasil udang terbesar di Asia Tenggara.[10][11]
Selayang Pandang
Pernah ada kerajaan yang berdiri di wilayah ini bernama kerajaan Tulang Bawang, yang termuat dalam Catatan Perjalanan I Tsing,[12][13] yang sedang berkelana ke India dan Sumatra dan sekitarnya, untuk belajar agama budha pada zaman Sriwijaya sekaligus mencatat perjalanannya.
Pada saat terbentuknya atau berdirinya Kabupaten Tulang Bawang pada tanggal 20 Maret1997 wilayah Tulang Bawang pada saat itu memiliki wilayah terluas, 22% dari wilayah provinsi Lampung. Kabupaten Tulang Bawang berjarak sekitar 120km dari ibu kota provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung.[14][15]
Pada tahun 2008, Kabupaten Tulang Bawang dimekarkan menjadi 3 (tiga) wilayah Daerah Otonom Baru (DOB) dengan Undang-Undang Nomor: 49 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Daerah Otonomi Kabupaten Mesuji dan Undang-Undang Nomor: 50 Tahun 2008 Tentang Pembentukan Daerah Otonom Kabupaten Tulang Bawang Barat.[16] Pada tahun 2015, luas Wilayah Kabupaten Tulang Bawang telah menjadi seluas 3.466,32km2.[17] Wilayahnya terbagi menjadi 15 kecamatan, 4 kelurahan dan 148 kampung.
Geografis
Peta Wilayah Kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang
Secara astronomis, Kabupaten Tulang Bawang terletak antara 105°09’ Bujur Timur sampai 105°55’ Bujur Timur dan 04°08’ Lintang Selatan sampai 04°41’ Lintang Selatan. Luas wilayah Kabupaten Tulang Bawang 3.466,32 Km².[5]
Batas Wilayah
Wilayah Kabupaten Tulang Bawang berada di bagian utara-timur Provinsi Lampung.[18] Batas-batas Wilayah Kabupaten Tulang Bawang antara lain:
Secara topografi daerah Tulang Bawang dibagi menjadi 4 bagian:
Daerah daratan, ini merupakan daerah terluas yang dimanfaatkan untuk pertanian.
Daerah rawa, terdapat sepanjang Pantai Timur dengan ketinggian 0–1 m, yang merupakan daerah rawa pasang surut.
Daerah River Basin, terdapat dua River Basin yang utama yaitu River Basin Tulang Bawang, dan River Basin sungai-sungai kecil lainnya.
Daerah Alluvial, meliputi pantai sebelah timur yang merupakan bagian hilir (down steem dari sungai-sungai besar yaitu Way Tulangbawang, dan Way Mesuji) dimanfaatkan untuk pelabuhan.
Iklim
Daerah Kabupaten Tulang Bawang beriklim tropis dengan musim hujan dan musim kemarau berganti sepanjang tahun. Temperatur rata-rata 3°C. Curah hujan rata-rata 2.000 - 2.500mm/tahun. Kecepatan angin rata-rata 5,83km/jam.
Secara garis besar Tanah di Tulangbawang dibagi 6, antara lain Aluvial, Regosol, Andosol, Podsolik, Coklat, Latosol, dan Padsolik Merah Kuning (PMK).
Air
Selain sumber air tanah, sumber air lainnya adalah sumber air permukaan berupa sungai dan laut.
Mineral
Jenis mineral potensial dan strategis di Tulang Bawang adalah:
Pasir Kuarsa, terdapat disekitar Menggala dan Gedung Meneng
Minyak Bumi, terdapat pada lapisan Palembang yang terakumulasi sebagai lanjutan dari endapan Minyak Bumi di daerah Palembang; terpusat di sekitar Menggala.
Batu Bara, depositnya terdapat pada lapisan sedimen formasi endosit, yaitu bagian Hulu Way Tulang Bawang.
Kabupaten Tulang Bawang terdiri dari 15 kecamatan, 4 kelurahan, dan 147 desa. Pada tahun 2021, jumlah penduduknya mencapai 430,630 jiwa dengan luas wilayah 3.466,32 km² dan sebaran penduduk 124 jiwa/km².[24][25]
Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Tulang Bawang, adalah sebagai berikut:
Selain menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Tulang Bawang, Kota Menggala menyimpan potensi wisata karena kota ini sudah berkembang sejak zaman kolonial Belanda. Itu sebabnya banyak bangunan-bangunan bersejarah yang menghiasi sudut kota yang akan membawa wisatawan ke suasana masa lampau, dua di antaranya yang sangat terkenal adalah Dermaga Way Tulangbawang dan Pasar lama.
Kawasan Cakat Raya
Kawasan Cakat Raya merupakan kawasan objek wisata yang dihiasi dengan rumah-rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia dan miniatur Candi Prambanan berukuran 9x10 meter dengan ketinggian 12 meter, membuat Kawasan Cakat Raya bisa dibilang miniaturnya Taman Mini Indonesia Indah.
Rawa Pacing
Rawa Pacing menyuguhkan panorama yang indah dan masih alami, daya tarik dari Rawa Pacing adalah kehadiran koloni-koloni burung dari Asia dan Australia yang akan bermigrasi. Namun, koloni-koloni burung tersebut tidak dapat dijumpai setiap saat dan hanya pada musim hujan.
Kuala Teladas
Kuala Teladas adalah nama kampung yang terletak di Kecamatan Dante Teladas. Meski bukan sebagai kampung wisata, ±Kuala Teladas sangat menarik untuk dikunjungi dan selama ini memang banyak para wisatawan yang berkunjung ke sini untuk bersantai dengan berperahu menyusuri panjangnya sungai sambil melihat karamba-karamba milik warga yang menjadi tempat pembudidayaan.
Way Tulangbawang
Way Tulangbawang, sungai yang membelah Kabupaten Tulang Bawang ini merupakan sungai tepanjang di Provinsi Lampung dengan daerah tangkapan seluas 1.285 km2 dan lebar rata-rata ±200 meter. Way Tulangbawang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai objek pariwisata dan upaya itulah yang kini tengah dicoba oleh Pemkab Tulang Bawang dengan menggelar berbagai event wisata.
Tirta Garden Waterboom
Kolam Renang Tirta Garden yang populer dengan sebutan Tirta Garden Waterboom ini terletak di Jalan Raya Lintas Timur Sumatra, Unit 1 Kecamatan Banjar Margo. Di antara beberapa pemandian buatan yang ada di Kabupaten Tulang Bawang, Tirta Garden Waterboom adalah yang terbesar dengan fasilitas paling lengkap. Tidak heran jika waterboom ini menjadi salah satu objek wisata favorit bagi masyarakat Tulang Bawang.
Demografi
Dari segi demografi penduduk Kabupaten Tulang Bawang pada hasil data BPS Kabupaten Tulang Bawang 2024 adalah 433.570 Jiwa memiliki pertumbuhan penduduk setiap tahunnya sekitar 0,99% per tahun, dan tingkat kepadatan sekitar 125,08 jiwa/km².[5]
Masyarakat di Kabupaten Tulang Bawang terdiri atas beberapa suku bangsa, baik suku asli Lampung maupun pendatang dari Jawa, Sunda, Bali, dan beberapa suku lainnya.
↑"Tinggalan Sejarah di Tulang Bawang". Kebudayaan KEMDIKBUD (dalam bahasa American English). 2016-11-04. Diarsipkan dari asli tanggal 2023-03-27. Diakses tanggal 2023-03-11.
↑Nurdaya-Djafar, Iwan (2023). "Melacak Arti Nama Lampung". Dalam Saputro, Christian Heru Cahyo (ed.). Lampung Tempo Doeloe. Semarang: Cipta Prima Nusantara. hlm.5. ISBN978-623-380-035-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)