0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film{{SHORTDESC:0000 Galat skrip: tidak ada modul tersebut "Country2nationality". film|}}
Pengembangan sekuel Tron: Legacy dimulai pada Oktober 2010 oleh pencipta waralaba, Steven Lisberger. Pada Maret 2017, Walt Disney Pictures mengubah rencana menuju soft reboot dengan Leto memerankan karakter baru. Garth Davis ditetapkan sebagai sutradara pada Agustus 2020 ketika Jesse Wigutow sedang mengerjakan naskah, tetapi ia mundur pada Januari 2023. Rønning menggantikannya sebulan kemudian. Produksi awalnya dijadwalkan dimulai pada Agustus 2023, namun tertunda akibat mogok kerja Writers Guild of America and SAG-AFTRA tahun 2023. Syuting akhirnya dimulai pada Januari 2024 di Vancouver dan selesai pada Mei. Pada Agustus, band rock industrial Nine Inch Nails diumumkan akan menggubah latar musik film ini. Anggota band, Trent Reznor dan Atticus Ross, bertindak sebagai produser eksekutif bersama sutradara Legacy, Joseph Kosinski.
Tron: Ares tayang perdana di Los Angeles pada 6 Oktober 2025, dan dirilis secara umum pada 10 Oktober. Film ini menerima ulasan beragam dari para kritikus dan dianggap gagal di box office, hanya meraup $142 juta di seluruh dunia dari anggaran produksi sebesar $180–220 juta.[6][7]
Alur
Pada tahun 2025, ENCOM dan Dillinger Systems berlomba dalam teknologi untuk membawa konstruksi digital ke dunia nyata. Dillinger Systems dipimpin oleh Julian Dillinger, cucu mantan eksekutif ENCOM, Ed Dillinger, sementara ENCOM dipimpin oleh Eve Kim. Eve dan rekannya, Seth Flores, mengunjungi sebuah stasiun terpencil dekat Skagway, Alaska yang didirikan oleh Kevin Flynn beberapa dekade sebelumnya, karena mereka meyakini komputer Flynn menyimpan "Permanence Code" yang dapat menembus batas 29 menit yang selama ini membatasi konstruksi digital. Setelah menemukan kode tersebut, mereka memindahkan sebuah pohon jeruk digital ke dunia nyata, di mana pohon itu bertahan tanpa batas waktu, bahkan tidak membeku meski berada dalam cuaca yang sangat dingin.
Sementara itu, Julian memperkenalkan Ares, sebuah Master Control Program (MCP), kepada para pemegang saham, menyebutnya sebagai "prajurit sempurna yang dapat dikorbankan". Ares yang memiliki kecerdasan buatan sendiri, mulai memiliki perasaan seperti manusia, dan memiliki ketertarikan pada fenomena dunia nyata. Setelah Ares terdematerialisasi, ibu Julian, Elisabeth, yang tidak suka dengan tindakan Julian yang seperti menipu para investor akibat tidak permanennya kontruksi digital yang dibuat, memberikan batas waktu selama 6 bulan sebelum meninggalkan semuanya. Julian kemudian menggunakan Ares untuk meretas dan menyerang grid ENCOM demi mendapatkan petunjuk mengenai Permanence Code. Pertarungan pun terjadi ketika Ares telah selesai mengunduh data pengguna milik Eve. Saat mereka berusaha melarikan diri, Ares berusaha menyelamatkan Caius sebuah program yang terluka, tetapi Julian malah mengirim serangan yang menghancurkan Grid ENCOM yang membuat Caius tidak dibentuk kembali. Setelah mempelajari data pengguna Eve, Ares mempelajari kisah hidupnya dan menemukan pohon jeruk digital yang permanen serta mampu melacak jet pribadi Eve yang meninggalkan Skagway.
Eve menuju ke ENCOM dengan membawa Permanence Code tersebut. Dalam perjalanannya, dia diburu oleh Ares dan Athena menggunakan Light Cycle. Eve berhasil menaklukkan Athena dan membajak Light Cycle miliknya, tetapi Ares berhasil memojokkannya di sebuah pelabuhan. Sebelum terpojok, Eve sempat menjatuhkan drive yang berisi Permanence Code ke laut. Saat Ares mendekati akhir “masa hidup” 29 menitnya, ia memberikan respon empati pada Eve. Orang Julian kemudian mendigitalkan Eve ke dalam Grid milik Dillinger.
Julian yang sangat ingin mendapatkan Permanence Code, memerintahkan Ares dan Athena untuk mengekstrak data dari cakram identitas Eve, meskipun hal tersebut akan membunuhnya; Namun, Ares yang berempati kepada Eve memutuskan berbohong kepada Athena, mengklaim bahwa Julian sedang “tidak dapat dihubungi”, dan menyuruhnya menunggu untuk proses ekstraksi Eve. Athena yang mengetahui respon empati Ares sebelumnya melaporkannya kepada Julian. Julian memerintahkan Athena untuk melakukan proses ektraksi dan menghapus Ares dan Eve. Ares merusak dasar bangunan dan berhasil membawa Eve kabur dengan Light Vehiclenya. Ares kemudian meminta Eve untuk menjadikannya permanen dengan Permanence Code sebagai imbalan upaya menyelamatkannya.
Dalam perjalanan menuju markas ENCOM, Ares mulai memahami motivasi dan perasaan yang dialami Eve dalam upayanya menemukan Permanence Code. Eve menyadari bahwa salinan kode tersebut pasti tersimpan di grid orisinal ENCOM, tempat kontruksi digital Kevin Flynn berada. Eve dan Seth mendigitalkan dan mengunggah Ares ke grid orisinal ENCOM.[a] Athena menyerang kantor ENCOM dan merusak laser partikel sehingga menjebak Ares dalam Grid. Athena terdematerialisasi tepat pada saat dia hendak membunuh Eve. Ajay (CTO Encom) dan asistennya, Erin, tiba, dan Seth serta Eve menjelaskan rencana mereka untuk menggunakan laser partikel milik Athena agar mereka dapat mematikan sistem Grid Delinger secara menyeluruh.
Elisabeth kembali mengambil posisi CEO dan mencoba mematikan laser partikel, tetapi Athena yang termaterialisasi kembali menusuknya hingga tewas. Di dalam grid Flynn, Ares bertemu dengan Flynn, dan mereka membahas keinginan Ares untuk menjadi permanen. Tertarik oleh keinginan Ares untuk hidup secara permanen dan kesadaran internalnya, Flynn memberikan Permanence Code kepada Ares dan mengirimnya ke Flynn’s Arcade melalui sebuah pintu belakang, tempat ia termaterialisasi kembali. Athena menerbangkan sebuah Recognizer ke dalam kota untuk mencari Eve, dan akhirnya berhasil menangkapnya sementara Ajay, Seth dan Erin berhasil membobol Grid milik Dillinger. Saat Athena bersiap untuk kembali ke Dillinger, Ares mencegat mereka dan bertarung melawan Athena serta 2 program lainnya. Ajay, Seth, dan Erin berhasil menembus dan mematikan mainframe Dillinger, membuat program-program yang berasal dari Grid Dillinger tidak bisa kembali. Athena kemudian terdematerialisasi secara permanen dan menjalani masa-masa terakhirnya bersama Ares. Pihak berwenang menggerebek markas Dillinger, tetapi Julian yang tak ingin tertangkap menggunakan laser untuk mendigitalkan dirinya.
Eve dan Ares kemudian berpisah dan menjalani hidupnya masing-masing. Ares berkelana menjalani kehidupannya di luar Grid sebagai manusia, sementara Eve melalui ENCOM menggunakan Permanence Code untuk memberi manfaat bagi dunia. Ares kemudian mengirimkan kartu pos kepada Eve tentang kehidupannya. Ares saat itu juga berkeinginan untuk mencari Sam dan Quorra.[b] Sementara itu, Julian yang telah terdigitalisasi di Grid Dillinger memegang sebuah cakram identitas yang dulunya milik program kakeknya (Sark) dan berubah menjadi MCP.
Roger Cross sebagai Cross, seorang eksekutif tingkat tinggi di Dillinger Systems, dan tangan kanan Julian Dillinger.
Roark Critchlow sebagai Jenderal McGrath, seorang anggota militer yang menghadiri presentasi Julian Dillinger
Katharine Isabelle sebagai Marcia Lee Hadlow, seorang peserta presentasi Julian Dillinger
Gary Vaynerchuk sebagai Stuart Roche, seorang peserta presentasi Julian Dillinger
Kwesi Ameyaw sebagai Silvio
Produksi
Pengembangan
Konsep awal
Pengembangan sekuel langsung Tron: Legacy diumumkan pada Oktober 2010 oleh pencipta waralaba, Steven Lisberger, dengan penulis LegacyEdward Kitsis dan Adam Horowitz diatur untuk kembali.[12][13] Pada April 2011, sutradara Joseph Kosinski menyatakan bahwa naskahnya masih dalam pengembangan, dan menegaskan bahwa ceritanya akan berlanjut dari Tron: Legacy. Ia menyatakan bahwa hubungan antara karakter Sam Flynn yang diperankan Garrett Hedlund dan Quorra yang diperankan Olivia Wilde akan memasuki "tahap berikutnya", dengan alur yang mengikuti petualangan mereka di dunia nyata.[14] Pada 31 Maret, Kosinski mengatakan bahwa naskah film tersebut diperkirakan selesai dalam dua minggu dan judul kerjanya adalah TR3N.[15]
Pada bulan Juni, dilaporkan bahwa penulis skenario David DiGilio direkrut untuk menulis naskah, karena Kitsis dan Horowitz mengundurkan diri untuk mengembangkan serial televisi mereka, Once Upon a Time.[16] Pada Maret 2012, Bruce Boxleitner menyatakan bahwa ia yakin proses syuting berpotensi dapat dimulai paling cepat tahun 2014, setelah Kosinski kembali bebas usai menyelesaikan komitmennya pada film Oblivion.[17] Pada bulan Juni, Kitsis dan Horowitz menyatakan bahwa mereka masih terlibat dalam proyek ini,[18] meskipun pada bulan Desember, Jesse Wigutow telah direkrut untuk menulis ulang naskahnya.[19] Pada bulan yang sama, Boxleitner dan Hedlund dikonfirmasi akan kembali untuk sekuelnya.[20]
Pada Maret 2015, terungkap bahwa Disney secara resmi telah memberi lampu hijau untuk film ketiga dengan Hedlund, Kosinski, dan Wilde direncanakan akan kembali, dan produksi direncanakan dimulai pada Oktober di Vancouver.[21][22][23] Pada bulan Mei, diumumkan bahwa Disney membatalkan film ini.[24][25] Hedlund menyatakan bahwa alasan pembatalan itu adalah akibat dari kegagalan box office Tomorrowland.[26] Pada Juli, Boxleitner mengumumkan bahwa pembatalan film tersebut membuatnya tidak lagi tertarik untuk kembali ke waralaba ini.[27] Pada September, Hedlund menyatakan bahwa ia diberi tahu bahwa proyek sekuel ini tidak "benar-benar mati", dan ia akan tertarik untuk kembali jika film baru diumumkan.[28]
Pada Agustus 2016, Brigham Taylor, yang saat itu merupakan eksekutif pengembangan di Disney, mengungkapkan bahwa sedang berlangsung diskusi mengenai masa depan Tron.[29] Pada 2017, Kosinski menyatakan bahwa sekuel tersebut berada dalam kondisi "pembekuan kriogenik" alih-alih benar‑benar dibatalkan. Ia menyebut akuisisi Disney terhadap Lucasfilm dan Marvel yang terjadi pada waktu itu sebagai alasan mengapa Tron ditempatkan di urutan belakang prioritas.[30] Menurut produser Justin Springer, judul untuk sekuel yang akhirnya ditinggalkan itu adalah Tron: Ascension.[8][31]
Pengembangan ulang
Pada Maret 2017, dilaporkan bahwa waralaba ini akan bergerak menuju soft reboot alih‑alih sekuel Legacy, dengan Jared Leto terlibat sebagai produser sekaligus memerankan karakter baru bernama Ares, yang dipertahankan dari berbagai versi awal naskah Ascension.[32] Ide awal film ini ditelusuri berasal dari sebuah percakapan antara Springer dan Lisberger selama pengembangan Legacy, tentang bagaimana Lisberger menciptakan film aslinya, yaitu dari obsesi terhadap kemungkinan pertemuan pertama dengan alien pada akhir 1970‑an dan awal 1980‑an ketika ia tinggal di sekitar Massachusetts Institute of Technology. Hal itu membuatnya bertanya-tanya: bagaimana jika kehidupan yang penuh kecerdasan tidak datang dari luar angkasa, tetapi dari dalam sebuah mesin yang diciptakan manusia namun tidak dikendalikan oleh mereka?
Naskah Ascension akhirnya ditinggalkan, tetapi para pembuat film secara sadar memutuskan untuk mengembangkan sebagian cerita Ares dari versi tersebut, terutama konsep intinya karena mereka merasa gagasan itu tetap relevan. Mereka mengatakan bahwa sejak perilisan Legacy, konsep dari Ares dan elemen lama yang dipertahankannya justru menjadi semakin relevan setiap tahunnya sampai pada saat perilisannya.[33] Pada Agustus 2020, Garth Davis direkrut untuk menyutradarai film tersebut, dengan Wigutow tetap terlibat sebagai penulis skenario. [34]Patrice Vermette juga telah direkrut sebagai desainer produksi.[35]
Pada Maret 2022, Leto mengonfirmasi bahwa film ini masih tetap dikerjakan.[36] ada Januari 2023, Davis keluar dari posisi sutradara, dan Joachim Rønning mulai memasuki tahap negosiasi untuk mengambil alih pekerjaan penyutradaraan.[37] Vermette juga akan meninggalkan proyek tersebut sebagai desainer produksi.[38] Pada bulan Juni, Evan Peters, Greta Lee, dan Jodie Turner-Smith bergabung dalam jajaran pemain, dan terungkap bahwa Jack Thorne telah menulis sebuah draf naskah untuk film ini.[39][40][41]Cameron Monaghan dan Sarah Desjardins kemudian ditambahkan pada bulan berikutnya.[42][43] Pada Januari 2024, Gillian Anderson bergabung dalam jajaran pemain dalam peran yang tidak diungkapkan.[44]Legacy telah memiliki teaser, tetapi Rønning mengonfirmasi pada September 2025 bahwa Jeff Bridges akan menjadi satu‑satunya aktor dari film‑film sebelumnya yang kembali, mengulangi perannya sebagai Kevin Flynn. Ia juga menegaskan bahwa baik Hedlund sebagai Sam Flynn maupun Cillian Murphy sebagai Ed Dillinger Jr. tidak akan kembali dari Legacy, baik karena pilihan kreatif maupun kurangnya minat dari para aktor tersebut. Springer juga mengatakan bahwa memasukkan penampilan cameo seperti "parade orang" terasa seperti fan service yang tidak akan mendukung cerita, sehingga mereka memilih hanya membawa kembali karakter dengan cara yang mengingatkan penonton pada kecintaan mereka terhadap waralaba Tron, namun tetap memberikan kejutan yang bekerja secara efektif.[45] Film ini tidak direncanakan untuk membahas akhir cliffhanger dari Legacy atau nasib Sam dan Quorra, tetapi Springer menegaskan bahwa film ini tidak bertentangan dengan akhir dari film dan bahwa Legacy tetap dianggap canon.[33]
Studio tersebut berencana menambahkan sebuah karakter yang dihasilkan oleh AI, yang akan menjadi pendamping Flynn, seorang prajurit bernama Bit yang memasuki dunia nyata, tapi rencana itu dibatalkan sebelum proses syuting dimulai untuk menghindari potensi kontroversi di tengah isu sosial dan pemerintahan terkait regulasi penggunaan AI dalam pembuatan film.[46][47]
Syuting
Pengambilan gambar utama dijadwalkan dimulai di Vancouver[48] pada 14 Agustus 2023, tetapi ditunda tanpa batas waktu akibat pemogokan Writers Guild of America 2023 dan pemogokan SAG-AFTRA 2023.[49][50] Setelah pemogokan berakhir pada awal November 2023, proses syuting dilaporkan akan dimulai pada awal 2024. [51] Pada November 2023, diumumkan bahwa produksi proyek tersebut secara resmi akan dimulai setelah musim liburan pada tahun yang sama.[52] Pada Januari 2024, Rønning mengungkapkan bahwa produksi telah dimulai,[53] dengan judul sementara Velcro.[54]Jeff Cronenweth bertugas sebagai sinematografer.[55] Sebuah gambar penampilan perdana dirilis oleh Disney pada bulan Februari, dengan Hasan Minhaj dan Arturo Castro ditambahkan ke dalam jajaran pemain.[56] Produksi berlangsung di Cambie Bridge pada malam hari tanggal 15 Maret.[57] Pada bulan April, Jeff Bridges, yang memerankan Kevin Flynn dan Clu dalam film‑film Tron sebelumnya—mengonfirmasi keterlibatannya dalam film ini.[58] Proses syuting selesai pada 1 Mei.[59] Jesse Wigutow menerima kredit tunggal untuk skenario film tersebut, serta kredit cerita bersama David Digilio. Kredit tambahan untuk materi literer di luar layar diberikan kepada Jez Butterworth, Brian Duffield, Justin Haythe, Nicole Holofcener, Tom McCarthy, Megan McDonnell, Jack Thorne, Billy Ray, dan penulis naskah Legacy Horowitz dan Kitsis.[60]
↑Grid orisinal ENCOM adalah grid paling awal dengan gaya tahun 1980-an yang ada di Tron (1982)
↑Sam Flynn adalah anak dari Kevin Flynn dan Quorra adalah program dari Grid ENCOM yang termaterialisasi ke dunia nyata (digambarkan dalam Tron: Legacy (2010)
Referensi
↑"Tron: Ares (12A)". BBFC. September 23, 2025. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 16, 2025. Diakses tanggal September 23, 2025.
↑Toonkel, Jessica; Schwartzel, Erich (August 3, 2025). "Is It Still Disney Magic if It's AI?". The Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 4, 2025. Diakses tanggal August 4, 2025.