Prof. Dr. Tri Marhaeni Pudji Astuti, M.Hum. (lahir 9 Juni 1965) adalah guru besar pada Jurusan Sosiologi dan Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Semarang.[1] Saat ini ia menjabat Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum pada Lembaga Pengembangan dan Pendidikan Profesi (LP3) Unnes[2] dan Ketua Bidang Pengembangan Profesi dan Karier, Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Daerah Jawa Tengah.[3]
Masa Kecil Tri Marhaeni Pudji Astuti
Tri kecil lahir dari keluarga guru. Lahir di sebuah desa yang cukup jauh dari kota. Saat bersekolah ia harus berjalan kaki. Ia bercerita tentang bagaimana masa-masa sekolah di SD. "Dulu lantainya dari tanah, sekarang sudah berkeramik. Tapi kayu-kayunya, jendela, dan pintunya masih seperti yang dulu. Sering kami mendapat tugas mengambil pasir dari kali untuk menguruk sekolah ini," kenangnya. Menurutnya untuk sampai di sekolah, dia harus berjalan kaki sekitar 2km. Jalan tanah yang becek setelah hujan turun menjadi tantangan tersendiri.[4]
Masih Adakah Kegembiraan Memilih? (Suara Merdeka: 2014)
Karya Penelitian
Pengembangan Model Adopsi Inovasi Pertolongan Persalinan Sehat oleh Dukun Bayi (3 tahun) Program: Hibah Bersaing Tahun: 1998 (Ketua)
Pengembangan Model Adopsi Inovasi Teknik Manajemen ISPA oleh Petugas Kesehatan (2 tahun) Program: Kerjasama Depkes RI Tahun: 1999 (ketua)
Poverty, Migration, and The Loss of Womenhood: The Life-history and Story of Poor Women from Central Java In Malaysia and Singapura (1999);
Redefinisi Eksistensi Perempuan sebagai Model Pemberdayaan Perempuan Migran (2 tahun) Program: Hibah Bersaing Tahun: 2001 (ketua)
Penaggulangan Faktor Risiko ISPA Pemberdayaan berbasis Keluarga di Jepara (2002);
Pemberdayaan Politik Perempuan Berbasis Pesantren (2003);
Model Penyadaran Kesetaraan dan Keadilan Gender di Pondok Pesantren (2 tahun) Program: Hibah Bersaing Tahun: 2004 (Ketua)
Pemetaan Trafficking di Jawa Tengah (2006)
Gender Construction in Pesantren In Malaysia and Indonesia (2006);
Knowledge, Attitudes, and Practices pada Pendidikan Anak Usia Dini di Jawa Tengah (2006);
Studi Implementasi Teknik Analisis Gender dalam Penelitian Kebijakan Bidang Pendidikan (2007);
Kajian Kebijakan Gender dalam Pendidikan Menengah (2008);
Pemberdayaan Perempuan Perajin Batik di Kabupaten Banjarnegara (2008)
Image Masyarakat terhadap Jurusan IPA IPS di SMA dalam Konteks Perubahan Kurikulum (ketua)
Pemberdayaan Perempuan Perajin Batik di Kabupaten Banjarnegara 2009 (ketua)
Model Pengembangan Museum Batik Pekalongan sebagai Sarana Pewarisan Budaya Batik Bagi Masyarakat Pekalongan 2010 (*ketua)
Pemberdayaan perempuan perajin batik di kecamatan susukan kabupaten Banjarnegara dengan pelatihan kewirausahaan dan peningkatan kualitas produk 2011 (ketua)
Pemberdayaan Perempuan Perajin Batik di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara dengan pelatihan Kewirausahaan dan Peningkatan Kualitas Produk
Model sosialisasi gender di sekolah dasar melalui komik 2012 (ketua)
Pengembangan model Penanggulangan Trafficking Berbasis Masyarakat di Daerah Perbatasan Indonesia Dengan Malaysia (Kasus di Entikong Kalimatan Barat) 2013 (ketua)
Strategi pemerataan pendidikan dan penguatan ekonomi sektor pariwisata dan pertanian melalui program sarjana mendidik di daerah terdepan, terluar, tertinggal (sm- 3t) 2014 (ketua)
Pengabdian Masyarakat
Penyuluhan dan pembinaan Tertib Administrasi Pertanahan di Kalangan Masyarakat Gunungpati Semarang, 2006 (anggota)
Penyuluhan Gender dalam pendidikan, bagi masyarakat Kelurahan Kandri Program: Mahasiswa KKN Tahun: 2006
Sosialisasi Kesetaraan Gender bagi Guru SD Sekaran 01 Gunungpati Semarang
Workshop Penyusunan Bahan Ajar Responsif gender Bidang pendidikan 2010
Sosialisasi kesetaraan Gender dalam Pendidikan bagi Guru SD Negeri 1 DAN 2 Sekaran-Gunungpati, 2008 (ketua)
Peningkatan SDM Guru SMPN 24 Semarang melalui Pelatihan PTK, 2012
Karya Buku
Konstruksi Gender Dalam Realita Sosial (UNNES Press)
Penghargaan Sosial Semu dan Liminalitas Perempuan Migran (Widya Karya Semarang)
Raih Penghargaan 100 Perempuan Peneliti Indonesia
Wanita paruh baya ini pada tahun 2010 meraih penghargaan “100 Perempuan Peneliti Indonesia” dari KNI (Komisi Nasional untuk Indonesia) dan UNESCO.[5] Ia sosok dosen yang aktif menulis dan meneliti.[6] Isu gender, dunia pendidikan dan kepenulisan merupakan kajian yang digelutinya. Berbagai tulisannya sering menghiasi media massa cetak terutama suara merdeka.[7]
Salah satu penelitiannya mengenai TKW ilegal di Malaysia dan Singapura untuk penyelesaian disertasinya. Judul yang diangkat mengenai ’Redefinisi Eksistensi Perempuan Migran (Kasus TKW di Malaysia dan Singapura)'.[8] Dari hasil penelitiannya itu Ia berpandangan bahwa pemeritah belum tegas melindungi tenaga kerja perempuan yang bekerja di luar negeri.
Aktif di Forum Profesor
Tri Marhaeni Pudji Astuti memiliki kepedulian dalam menyikapi fenomena bangsa. Ia menggagas berdirinya forum profesor yang diantaranya ikut merumuskan pernyataan sikap sebagai ungkapan keprihatinan atas kondisi politik di tanah air. Dalam pandangannya seorang guru besar tidak boleh hidup di menara gading. Guru besar harus ikut berkontribusi dalam menyelesaikan persoalan bangsa yang semakin carut marut. Menurutnya saat ini perkembangan praktik politik banyak mendegradasi perjalanan pendewasaan demokrasi sejak era reformasi.[9]
Suka Berbagi
Mantan guru SMA ini sering didaulat menjadi narasumber[10] dan senang berbagi.[11] Kesuksesannya dalam meraih karier akademik tertinggi sebagai guru besar tidak membuat dirinya lupa. Ia aktif dalam program Professor Goes to School.[12] Almamaternya saat di SD ia sambangi dan ikut mengajar kepada adik-adik kelasnya.