Tony Waluyo Sukmoasih (populer dengan nama Tony Q atau Tony Q Rastafara; lahir 27 April 1961) adalah seorang penyanyiIndonesia beraliran reggae yang telah aktif di ragam tersebut sejak tahun 1989.[1] Dia bersama grup musiknya Rastafara memopulerkan istilah "rambut gimbal" (gaya rambut dreadlock) di Indonesia lewat lagu dengan judul yang sama pada tahun 1996. Tony Q telah menjadi ikon musik reggae Indonesia. Dia dianggap sebagai pelopor reggae di Indonesia, karena dia tak hanya berkecimpung di ragam tersebut sejak lama, tetapi juga mengembangkan karakter musik reggaenya sendiri, di mana dia memasukkan banyak unsur tradisional Indonesia ke musiknya, dan mengangkat tema-tema khas Indonesia dalam musiknya.[1]
Kehidupan pribadi
Tony lahir di Semarang, 27 April 1961. Ayahnya merupakan seorang masinis dan ibunya berdagang. Ayahnya senang bernyanyi, bermain gitar dan menggambar. Kegemaran-kegemaran itu menurun pada Tony.[2]
Guru SD Tony melihat bakatnya dalam menggambar. Kemudian, ia didaftarkan ke berbagai lomba gambar. Tony pun berhasil menjuarai lomba menggambar di Semarang Barat saat duduk di kelas tiga dan empat SD. Kemudian, Tony ingin melanjutkan ke SMA karena ada pelajaran menggambar. Namun, ayahnya meminta Tony melanjutkan ke STM agar mudah mendapat pekerjaan.[2]
Ketika duduk di bangku kelas satu STMPerkapalan di Semarang, Tony mulai mengenal dunia musik. Sejak saat itu, Tony memainkan berbagai genre lagu, mulai dari blues, rock, hingga country.
Pada tahun 1980 Tony Q pernah bekerja selama enam bulan di bagian quality control (pengendalian mutu) di sebuah pabrikpengalengan milik perusahaan Singapura di Cakung, Jakarta Timur. Namun kemudian dia meninggalkan pekerjaan tersebut dan memilih untuk menjadi pengamen di jalanan dan seorang musisi, hingga menghadapi tentangan keras keluarganya. Dia sempat menjadi pengamen selama lima sampai enam tahun di daerah Blok M, Jakarta.[2] Ia pertama kali masuk industri musik pada tahun 1984 melalui rekaman kompilasi musisi jalanan lewat jalur audisi.[3]
Tony pertama kali memainkan musik reggae pada 1989, setelah sebelumnya hanya berkutat pada musik country dan rock. Saat itu, ia masih membawakan lagu-lagu The Rolling Stones dan The Beatles dengan aransemen reggae. Sejak itu, Tony bersama grup bandnya terus memainkan musik reggae. Ia juga memopulerkan gaya rambut gimbal di Indonesia yang menjadi ciri khas reggae. Karena usaha itu, Tony dikenal sebagai pelopor musik reggae di Indonesia, bahkan sampai dijuluki sebagai Bapak Reggae Indonesia.
Grup band reggae pertama Tony bernama Roots Rock Reggae. Setelah bergabung dengan band Exodus dan Rastaman, Tony membentuk grup band "Rastafara" pada 1994. Sejak itu, ia menggunakan nama band tersebut sebagai nama panggung, dengan tambahan huruf "Q".
Huruf "Q" tersebut merupakan bagian dari panggilan masa kecilnya dulu. Dulu ada dua anak yang bernama Tony di kampung halamannya. Ibunya menyebutnya dengan nama "Tonyku" untuk membedakan dengan Tony lain.[4]
Karier musik
Menurut wawancara dengan Tony Q di Radio Nederland Wereldomroep, sebelum terjun di musik reggae, dia pernah memainkan blues, rock, bahkan musik country. Tahun 1989 dia akhirnya memilih menekuni musik reggae yang menurutnya tidak bisa lepas dari kehidupan masyarakat. Tony Q mengaku sangat mengidolakan Bob Marley, almarhum musisi reggae kenamaan asal Jamaika.[1]
Bersama Rastafara
Tony Q memulai karier musik reggaenya sejak tahun 1989 dengan grup musikRoots Rock Reggae. Biasa manggung dari kafe ke kafe atau acara pentas musik yang ada di Jakarta. Setelah tergabung dengan banyak band reggae seperti Exodus dan Rastaman, akhirnya pada tahun 1994 dia membentuk grup musik Rastafara yang menjadi cukup terkenal sebagai pengusung aliran musik reggae di Indonesia saat itu. Bersama Rastafara dia sempat merilis dua album, yaitu "Rambut Gimbal" (1996) dan "Gue Falling In Love" (1997).[5]
Hampir semua lagu dalam album tersebut diciptakan Tony Q, dengan lirik lagu yang banyak bertema sosial, kemanusiaan, cinta, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Salah satu lagunya yang populer adalah "Rambut Gimbal", sebuah istilah untuk gaya rambutdreadlock yang kerap digunakan oleh pengikut Gerakan Rastafari, yang kemudian secara tidak langsung dijadikan istilah dalam bahasa Indonesia yang menjadi populer karena lagu tersebut.[6]
Rastafara saat itu dinilai berbeda dengan grup musik reggae lainnya karena mereka berhasil memasukan dan memadukan unsur-unsur musik dan instrumentradisional khas Indonesia ke dalam musiknya sehingga terbentuklah musik reggae ala Indonesia yang bisa terlepas dari bayang-bayang musik reggae negara lain seperti Bob Marley, UB40 atau Jimmy Cliff. Penggunaan alat-alat musik tradisional seperti KendangSunda atau Gamelan Jawa ikut menambah warna musik dalam lagu-lagu Rastafara. Dan pada aransemen musiknya sepintas juga terlihat unsur-unsur musik Melayu, musik khas daerah Sumatera Utara, atau Sumatera Barat.
Pada tahun 1997 Rastafara memutuskan untuk vakum dalam musik karena kurangnya pasar musik reggae di Indonesia. Tony Q kemudian melanjutkan kariernya dengan membentuk band baru dengan tetap membawa nama Rastafara. Tahun 1998 terbentuklah Tony Q & New Rastafara, dengan format band mendapat pemain tambahan. Namun, kemudian tahun 2000 Tony Q memutuskan untuk memulai karier solo dengan tetap membawa nama grup musik yang telah membuatnya dikenal oleh para penggemarnya, yaitu Tony Q Rastafara.
Karier musik solo
Mentari pagi beri salam lagi
Suara burung ku sambut hari berganti
Bob Marley masih bernyanyi
— Don't worry u yeah
Tahun 2000 Tony Q yang sekarang dikenal dengan nama Tony Q Rastafara berhasil merilis album solonya yang pertama, "Damai Dengan Cinta" tanpa dinaungi perusahaan rekaman. Pada album solo pertamanya ini Tony Q mulai mengalami puncak kariernya dalam musik reggae. Setelah mendengar album pertamanya tersebut, seorang profesor di bidang musik dari Kanada memberikan Tony Q referensi untuk mengirimkan demo untuk ikut dalam ajang Bob Marley Festival di Amerika Serikat. Pihak penyelenggara festival tersebut menyukai lagu-lagu yang ada di demo tersebut dan kemudian mengundang Tony Q untuk tampil diacara yang sama pada tahun 2002. Namun keberangkatan Tony Q beserta rombongannya ke festival tersebut terpaksa batal karena mereka tidak mendapat izin visa dari Kedutaan Amerika dikarenakan alasan keamanan terkait terjadinya "Peristiwa 9/11" di Amerika Serikat yang terjadi berdekatan dengan rencana keberangkatan Tony Q.[7]
Tahun 2003 Tony Q Rastafara merilis album solonya yang kedua berjudul "Kronologi". Lagu dalam album tersebut merupakan kumpulan dari beberapa lagu dari album-album Tony Q sebelumnya dan juga beberapa lagu yang belum sempat dirilis. Tahun 2005 Tony Q merilis album "Salam Damai". Dalam album ini Tony Q mencoba menggabungkan musik reggae dengan unsur instrumen tradisional Indonesia. Dalam album tersebut terdapat lagu dengan lirik bahasa Sunda ("Paris Van Java") dan Jawa ("Ngajogjakarta") yang semakin menambah kental unsur tradisional Indonesia dalam musik reggae.[3][5]
Tahun 2009 Tony Q merilis album "Presiden" dalam rangka maraknya Pemilu2009 di Indonesia. Menurut Tony Q, album ini dirilis untuk memberikan wacana ke masyarakat penggemar musik reggae supaya tahu bagaimana menyikapi kondisi politik saat itu. Musik dalam album ini kembali menghadirkan unsur tradisional Indonesia seperti kendangSunda, gamelan, sitar Jawa, tamburin, bahkan trompetreog.
Don't Worry U.... Yeah
Lagu ini diciptakan Tony saat melukis di pagi hari sambil mendengarkan lagu Bob Marley yang berjudul "Three Little Birds". Saat lagu itu diputar, burung perkutut Tony berkicau. Ia langsung meninggalkan lukisannya dan segera menulis lagu "Don't Worry U.... Yeah".[7]
Awalnya lagu itu direkam tanpa duet, tetapi akhirnya tidak rilis. Setelah ada yang membiayai untuk proses rekam ulang, akhirnya Tony berduet dengan mendiang Steven Nugraha Kaligis, vokalis grup musik Steven & Coconut Treez dan rilis pada 2005.[7]