Sejarah
Pada awalnya, wilayah desa Tokawi masih termasuk wilayah Kademangan Ngromo.
Pada akhir abad ke XVII (17) ada seorang yang bernama Pawiro, beliau tidak diketahui asal-usulnya. Beliau membuka lahan pemukiman dan lahan Tegal polowijo dan menetap ditempat tersebut. Pada awal abad ke XVIII (18) terbentuk desa Tokawi dan masuk wilayah Kecamatan Nawangan, Pacitan. Pawiro menjadi Lurah pertama di desa Tokawi.
Nama desa tokawi berasal dari bahasa jawa yaitu Toto yang berarti tata, penataan, yang tertata dan kata Kawitan yang berarti awal atau permulaan, Jadi nama Tokawi berarti awal dari sebuah penataan.
Pawiro menjabat lurah di Desa Tokawi selama 39 tahun. Kemudian digantikan oleh Donoredjo selama 35 tahun. Donoredjo tinggal di wilayah Drono, Dukuh Pagergunung. Kemudian digantikan oleh Redjo tirto selama 1 tahun. Setelah itu, Digantikan lagi oleh Damis Martodjoyo yang juga dari wilayah Pagergunung. Pada masa Damis Martodjoyo terdapat perubahan nama di Dukuh Tokawi. Dukuh pagergunung menjadi Dukuh Krajan, Dukuh Tokawi menjadi Dukuh Banaran yang berarti kebeneran atau Kebetulan merupakan asal muasal desa tokawi. Dukuh joso dirubah menjadi Dukuh Badut.
Setelah masa kepemimpinan Damis Martoredjo selama 32 tahun telah selesai, kepemimpinan digantikan oleh Djaimun Pawiroredjo, yang tinggal diwilayah Drono Dukuh Krajan. Pada saat itu Dukuh di Tokawi diperluas menjadi lima dusun yaitu dusun krajan, dusun Banaran, dusun duwet, dusun badut, dan dusun jelok. Kata jelok diambil dari bahasa jawa yaitu Julek - Njulek yang artinya rendah, karena wilayah ini lebih rendah dari wilayah lain.
Djaimun Pawiroredjo menjabat sebagai lurah selama 37 tahun. Kemudian digantikan oleh Daman Hardjo Pawiro yang menjabat selama kurang lebih 47 tahun (1944-1991). Kemudian dilanjutkan oleh Tri Parwono. Pada tahun lurah desa tokawi digantikan oleh Supriyono. Kepemimpinan Supriyono hanya berlangsung 1 tahun. dan di lanjutkan oleh Subiyono (1999-2007). Pada masa kepemimpinan Subiyono, Dusun badut dirubah menjadi Dusun Joso kidul. Tambahan kidul berarti joso bagian selatan, dan untuk membedakan dengan nama joso yang berada di Dusun Duwet. Setelah itu, Kepemimpinan desa Tokawi dipegang oleh Joko Purwanto.[1] Joko Purwanto tinggal di wilayah Kampir, Dusun krajan. Sebuah wilayah paling timur yang berbatasan langsung dengan desa jetis lor. Joko Purwanto menjabat lurah Desa Tokawi lebih dari satu periode, menjabat hingga saat ini (2025).