Ibu kota kabupaten in Papua Tengah, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia{{SHORTDESC:Ibu kota kabupaten in Papua Tengah, 23x15px|border |alt=|link= Indonesia|noreplace}}
Pada tahun 2020, Pemerintah Kabupaten Mimika berencana membuka kawasan pariwisata hutan mangrove yang berlokasi di Pelabuhan Pomako. Selain sebagai objek wisata, pemerintah daerah juga menjadikannya sebagai tempat edukasi mengenai pentingnya menjaga kawasan hutan mangrove di Timika.[2] Eksistensi hutan Mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Mimika ini diproyeksikan sebagai objek ekowisata untuk lebih memberdayakan ekonomi masyarakat lokal dengan tetap menjaga stabilitas lingkungan.[3]
Transportasi udara
Pada Agustus 2012, pemerintah mengumumkan rencana pengembangan bandara komersial baru. Bandara Internasional Mozes Kilangin di Timika diproyeksikan akan memiliki apron dan taxiway baru yang dibangun di sebidang tanah berukuran 800 x 300 m yang bersebelahan dengan bandara yang ada. Mulai 15 Agustus 2014, maskapai Garuda Indonesia telah melayani rute Timika-Sorong-Manado selama 3 kali seminggu dengan pesawat Bombardier CRJ-1000 yang memiliki 84 kursi kelas ekonomi dan 12 kursi kelas bisnis.[4]
Di tahun 2026, Bandara Mozes Kilangin melayani berbagai penerbangan komersil domestik keluar Mimika maupun rute singkat yang menuju ke beberapa lokasi pedalaman Mimika. Rute penerbangan domestik direct di bandara ini meliputi rute dari-dan-ke Jayapura, Nabire, Sorong, Asmat, Makassar, dan Bali.[5] Beberapa rute penerbangan di daerah pedalaman Mimika meliputi rute Distrik Jila, Jita, Tsinga, Aroanop dan Alama.[6] Penerbangan singkat juga melayani rute ke beberapa daerah di luar Mimika, seperti ke Ilaga, Sugapa, Enarotali, Moanamani, dan sebagainya.
Cuaca
Timika memiliki iklim hutan hujan tropis (Af) dengan curah hujan lebat hingga sangat lebat sepanjang tahun.