Tim Jackson (lahir 4 Juni 1957) adalah seorang ekonom Inggris dan profesor pembangunan berkelanjutan di Universitas Surrey. Ia dikenal sebagai direktur Direktur Centre for the Understanding of Sustainable Prosperity (CUSP), [1] sebuah konsorsium riset internasional lintas disiplin yang meneliti aspek ekonomi, sosial, dan politik dari konsep kemakmuran berkelanjutan. Tim Jackson adalah penulis buku Prosperity Without Growth (2009 dan 2017) dan Material Concerns (1996). Pada tahun 2016, ia menerima Penghargaan Hillary untuk Kepemimpinan pertengahan karir yang luar biasa. [1] Buku terbarunya The Care Economy diterbitkan pada Mei 2025 oleh Polity Press .
Pekerjaan
Selama lebih dari dua puluh lima tahun, Jackson aktif bekerja di tingkat internasional dalam bidang konsumsi dan produksi berkelanjutan. Pada awal 1990-an, ia bergabung dengan Stockholm Environment Institute, tempat ia mengembangkan gagasan tentang manajemen lingkungan preventif yang kemudian dituangkan dalam bukunya Material Concerns:Pollution, Profit and Quality of Life (1996). Ia pernah menerima Beasiswa Penelitian Profesor di bidang psikologi sosial konsumsi berkelanjutan. Dari tahun 2006 hingga 2011, Jackson adalah Direktur kelompok penelitian ESRC tentang Gaya Hidup, Nilai, dan Lingkungan. Dari tahun 2010 hingga 2014, ia adalah Direktur Kelompok Penelitian Gaya Hidup Berkelanjutan. Dari tahun 2013 hingga 2017, ia adalah Rekan Penelitian Profesor ESRC di bidang Kemakmuran dan Keberlanjutan dalam Ekonomi Hijau.
Sejak tahun 2003, fokus penelitian Tim Jackson tertuju pada isu konsumsi, gaya hidup, dan keberlanjutan. Pada tahun 2005, Sustainable Development Research Network menerbitkan ulasan karyanya yang banyak dirujuk berjudul Motivating Sustainable Consumption. Selanjutnya, pada tahun 2006 diterbitkan Earthscan Reader yang membahas konsumsi berkelanjutan. Pada periode 2006–2007, Jackson juga berperan sebagai penasihat sekaligus kontributor tetap dalam seri Ethical Man di BBC Newsnight.
Dalam kapasitasnya sebagai Komisioner Ekonomi pada Komisi Pembangunan Berkelanjutan, Jackson menyusun sebuah laporan yang memicu perdebatan dan kemudian diterbitkan oleh Earthscan dengan judul Prosperity Without Growth: Economics for a Finite Planet (2009). Edisi kedua buku ini, yang mengalami revisi substansial dan berjudul Prosperity Without Growth: Foundations for the Economy of Tomorrow, diterbitkan pada Januari 2017. Melalui karya tersebut, Jackson menegaskan bahwa kemakmuran yang bermakna tidak semata-mata diukur dari aspek material. Buku ini menyajikan bukti bahwa setelah melewati batas tertentu, pertumbuhan ekonomi tidak lagi berbanding lurus dengan peningkatan kesejahteraan manusia.
Prosperity Without Growth mengkaji secara mendalam keterkaitan antara pertumbuhan ekonomi, krisis lingkungan, dan kemunduran sosial. Selain itu, buku ini menawarkan gagasan menuju sistem ekonomi yang berkelanjutan dengan mendorong penafsiran ulang konsep “kemakmuran” berdasarkan faktor-faktor yang benar-benar berkontribusi pada kesejahteraan manusia. Jackson juga mengkritik orientasi pertumbuhan finansial dan prioritas ekonomi yang menyimpang, yang menurutnya mendorong eksploitasi manusia serta kerusakan lingkungan—sebuah kondisi yang ia sebut sebagai “era ketidakbertanggungjawaban”. Menurut Jackson, krisis keuangan global tahun 2008 menjadi bukti paling nyata bahwa model keberhasilan ekonomi yang selama ini dianut mengandung kelemahan mendasar, sehingga bagi negara-negara maju, kemakmuran tanpa pertumbuhan bukan lagi gagasan utopis, melainkan kebutuhan finansial dan ekologis.
Referensi
12"CUSP:: About" (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2016-01-10. Diakses tanggal 2026-02-05.