Tianzhu (bahasa Tionghoa dan bahasa Jepang: 天竺;Pinyin: tiānzhú;Rōmaji: tenjiku;bahasa Korea: 천축code: ko is deprecated ;Romaja: cheonchuk) adalah nama historis yang diberikan oleh negara-negara Asia Timur untuk India. Awalnya diucapkan sebagai Hin-duk 天竺 dalam Bahasa Tionghoa Kuno, yang berasal dari transliterasi bahasa Tionghoa dari bahasa Persia, Hindu, di mana kata ini sendiri berasal dari Bahasa SanskertaSindhu, nama asli dari Sungai Indus. Bangsa Persia melakukan perjalanan di barat laut India menamakan daerah itu sesuai nama sungai tersebut sekitar abad ke-6 SM.[1]Tianzhu hanyalah satu dari beberapa transliterasi bahasa Tionghoa untuk Sindhu. Shēndú (身毒code: zh is deprecated OCn̥i[ŋ][d]ˤuk) muncul dalam ShijiSima Qian dan Tiandu (天篤code: zh is deprecated ) digunakan dalam Hou Hanshu (Kitab Han Akhir).[2]Yintejia (印特伽code: zh is deprecated ) berasal dari Bahasa Kucha Indaka, transliterasi lainnya dari Hindu.[1]
Cheung, Martha Pui Yiu (2014) [2006]. "Zan Ning (919–1001 CE), To Translate Means to Exchange". An Anthology of Chinese Discourse on Translation: From Earliest Times to the Buddhist Project. Routledge. hlm.177–187. ISBN978-1-317-63928-2.
Yu, Taishan (November 2013). "China and the Ancient Mediterranean World: A Survey of Ancient Chinese Sources". Sino-Platonic Papers (242).