The Star adalah sebuah surat kabar berbentuk-tabloidberbahasa Inggris di Malaysia. Berbasis di Petaling Jaya, surat kabar ini didirikan tahun 1971 sebagai surat kabar regional di Penang. Surat kabar ini merupakan surat kabar berbahasa Inggris berbayar terbesar dalam hal sirkulasi di Malaysia, menurut Biro Audit Sirkulasi.[3] Sirkulasi harian surat kabar ini mencapai 250,000 (sampai dengan Januari 2017), jauh melampaui pesaing berbahasa Inggris berbayar terbesar berikutnya, New Straits Times (sirkulasi kira-kira 65,000).
Sejak September 2016, The Star secara efektif dikendalikan oleh Pemerintah Malaysia, karena memegang mayoritas saham di Star Media Group yang terdaftar di bursa (MYX:6084).
Kepemilikan
Sejak September 2016, The Star secara efektif dikendalikan oleh Pemerintah Malaysia, walaupun merupakan bagian dari Star Media Group (MYX:6084) yang terdaftar secara publik. Saham terbesar, 42.46%, dipegang oleh Persatuan Tionghoa Malaysia, partai terbesar ketiga yang mengendalikan aliansi Barisan Nasional. Tiga pemegang saham terbesar lainnya antara lain Amanah Saham Bumiputera, skema unit trust eksklusif bagi Bumiputera (15.44%), skema pensiun Malaysia, Dana Pensiun Karyawan (5.98%) dan Tabung Haji, pendanaan investasi dan tabungan haji yang dijalankan oleh pemerintah (5.42%).[4]
Edisi
The Star (harian) dan Sunday Star diterbitkan dalam empat edisi – dua edisi diedarkan di negara bagian utara Semenanjung seperti Pulau Pinang, Kedah, Perlis, Kelantan dan Perak utara, sementara dua edisi lain diedarkan di negara bagian lain.
Terdapat dua tempat percetakan utama yang menerbitkan empat edisi The Star setiap hari. Edisi Utara dicetak di Star Northern Hub di Bayan Lepas, Penang, sementara edisi lainnya dicetak di Star Media Hub di Bukit Jelutong, Shah Alam, Selangor.
Fitur
The Star dikemas sebagai surat kabar 4-dalam-1, mencakup Main Paper, StarBiz (sebelumnya The Star Business), StarTwo (sebelumnya Section Two) dan Star Metro.
Main Paper – mengulas berita lokal dan internasional terbaru.
StarBiz – menawarkan cakupan komprehensif perkembangan dunia bisnis, tren pasar, laporan keuangan dan informasi terbaru seputar pasar saham.
StarTwo – mengulas gaya hidup, hiburan, kesehatan, perawatan anak, sosial, sains, lingkungan, fesyen, makanan dan lainnya, serta pertunjukan wayang dan intisari program televisi.
Star Metro – mengulas konten yang berbeda menurut edisi lokal, menampilkan berita, urusan dan kegiatan daerah.
Bagian mingguan meliputi:
Star Maritime (setiap hari Senin) – mencakup industri pelayaran dan perdagangan laut
Star-In.Tech (Selasa dan Kamis) – berfokus pada komputer dan teknologi informasi
StarWeekend – menggantikan StarTwo setiap hari Sabtu, mengulas segala yang berkaitan dengan liburan, waktu senggang dan aktivitas akhir pekan.
The Star BizWeek – majalah keuangan mingguan yang diterbitkan setiap hari Sabtu, mengulas bisnis, perusahaan, kepribadian, pengembangan dan saham yang diperkirakan akan mengguncang pasar dalam beberapa minggu mendatang.
Bagian Sunday Star meliputi:
StarMag – menampilkan rencana gaya hidup, wawancara kepribadian, ulasan buku, ulasan mobil, surat dan sebagainya.
StarMag Fit4Life – mengulas masalah kesehatan, gaya hidup sehat dan kebugaran
StarMag – mengulas hiburan, ulasan mode (pakaian pesohor), komentar seputar album musik, manga/anime OtakuZone, film bioskop dan acara televisi.
theStar Education – ulasan terkait pendidikan di semua tingkatan
Kolumnis
Beberapa kolumnis kenamaan The Star di antaranya Marina Mahathir (anak sulung mantan Perdana Menteri MalaysiaMahathir Mohamad), seorang aktivis sosio-politik dan penulis yang mengelola kolom Musings sekali dalam dua minggu, Wong Chun Wai, editor harian ini, yang mengelola pojok hari Minggu bertajuk "On The Beat.", Tan Sri Lin See Yan, mantan Deputi Gubernur Bank Nasional, Martin Khor (sejak 1978),[5] mantan pemimpin Jaringan Dunia Ketiga, dan profesor hukum Shad Saleem Faruqi.[6]
Tunku Abdul Rahman, Perdana Menteri Malaysia pertama, juga turut berkontribusi dalam surat kabar ini melalui kolomnya Looking Back yang diterbitkan setiap Senin sejak 1974 hingga 1989. Tulisan-tulisannya di kolom tersebut, yang terdiri dari peran dirinya dalam partai berkuasa untuk mencari kemerdekaan Malaysia, dianggap berpengaruh dan sangat terkait erat dengan sebuah makalah yang namanya sering dipanjangkan oleh beberapa pembaca sebagai Suara Tunku Abdul Rahman.[7][8][9]